Analisis

Persip Pekalongan Vs PSS Sleman: Siapkan Rencana Cadangan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSS kembali melanjutkan perjuangannya di Grup 3 Liga 2 dengan bertandang ke Pekalongan, untuk menghadapi tuan rumah Persip Pekalongan. Ini adalah pertandingan ke sepuluh PSS Sleman, sekaligus match away kedua PSS di putaran kedua

Head to Head
Di putaran pertama, PSS berhasil mengalahkan Persip dengan skor meyakinkan 4-0. Kala itu gol-gol PSS dicetak oleh Rossi Noprihanis (2), Rizky Novriansyah, dan Dirga Lasut.

Catatan kedua tim
PSS dan Persip sama-sama menjalani laga kandang di gameweek 9. Persip menjalani Derby Megono melawan Persibat Batang, dalam pertandingan itu Persip harus rela berbagi poin dengan tamunya setelah pertandingan berakhir tanpa gol. Sedangkan PSS Sleman berjaya di Maguwoharjo, mengalahkan Persibangga Purbalingga dengan skor 2-0.

Derby Megono yang dijalani oleh Persip Pekalongan berakhir dengan skor kacamata. Persip sempat mendapatkan hadiah penalti di penghujung laga, sayang Barep Wahyudi (kiper) gagal mengeksekusinya. Pertandingan tersebut berjalan dengan tempo sedang, Persip Pekalongan begitu menguasai pertandingan namun gagal memanfaatkan peluang menjadi gol.

Pada pertandingan melawan Persibangga, PSS sangat menguasai pertandingan. Mengemas 65% dari total penguasaan bola, namun nyatanya PSS kesulitan untuk menembus area kotak pinalti dari Persibangga. Hal ini diakui oleh Coach Fredi Mulli, “Mereka mungkin sudah melakukan antisipasi permainan kita saat bermain di Banyumas. Mereka menumpuk 6 pemain sendiri di lapangan,” jelasnya.

Dijelaskan oleh Fedi Mulli bahwa kemungkinan Persibangga sudah melakukan antisipasi terhadap taktik yang diusung oleh PSS. Setelah sebelumnya PSS bermain apik di Banyumas dengan skema 3 bek, sepekan kemudian PSS kesulitan di Maguwoharjo dengan skema yang sama.

Ini menjadi hal negatif dari seringnya pertandingan PSS Sleman ditayangkan oleh Televisi Nasional. Calon lawan PSS bisa mengamati pola permainan PSS dan menyiapkan antisipasinya. Hal yang secara nyata terlihat pada pertandingan melawan Persibangga.

PSS kesulitan menembus pertahanan Persibangga setelah para pemain mereka menerapkan zonal marking, membiarkan gelandang PSS menguasai bola dan tidak tertarik untuk meninggalkan pos mereka. Inilah yang membuat pemain PSS kesulitan membuat progresi vertikal, paling mentok bola sampai depan area kotak pinalti Persibas, sebelum pemegang bola “dikerumuni” 3-4 pemain lawan.

Sangat berbeda dengan yang terjadi saat PSS melawan Persibas. Pada pertandingan melawan Banyumas, pemain sayap dan tengah Persibas seringkali tertarik oleh pergerakan pemain PSS, sehingga meninggalkan pos kosong yang kemudian dieksplor wingback PSS (Baca Review Persibas vs PSS).

Prediksi Jalannya pertandingan
Persip di bawah arahan Didik Listyantara menerapkan formasi 3-5-2. Begitu juga saat melawan PSS diputaran pertama (Baca : Review PSS vs Persip: Memanfaatkan Celah di Pertahanan Lawan). Formasi ini juga yang diterapkan saat Persip menghadapi Persibat pekan lalu. DI formasi 3-5-2, coach Didik menempatkan Nurcoyo dan Samuel Sefle di lini depan. Rozikin, Rendi Aditya, Iwan Wahyudi di lini tengah.

Kedua wingback Persip lebih sering membantu pertahanan daripada maju ke depan, meminimalkan penyerangan melalui area sayap. Hal ini membuat Persip mengandalkan lini tengah dalam membangun serangan. Dengan strategi ini, Persip menumpuk pemain di lini tenghanya. Setidaknya ada 3-4 orang pemain “menggerombol” di lini tengah saat Persip membangun serangan. Bola-bola lambung daerah dari tengah menuju Nurcoyo adalah alur serangan yang paling sering mereka peragakan. Nurcoyo akan menggunakan kecepatannya dan keunggulan keeping bolanya untuk menembus pertahanan lawan.

Lini tengah Persip tidak bisa terlalu lama menguasai bola, build up yang mereka bangun terkesan terburu-buru. Ketika pemain tengah menguasai bola, akan ada pressing langsung dari pemain tengah Persibat, sehingga bola akan langsung dialirkan ke depan. Tidak ada usaha pemain tengah Persip untuk menahan bola mengatur tempo di area lini tengah.

Tiga bek tengah Persip diisi oleh Aan Priyono, Hidayatullah, dan pemain baru Wahyu Wijiastanto. Ketiga pemain ini yang saling bahu membahu menahan gempuran lawan. Untuk Wahyu Wijiastanto, diberikan tugas khusus untuk maju ke area pertahanan lawan ketika ada free kick atau corner kick. Hal ini didukung dengan keunggulan posturnya yang tinggi besar. Pada beberapa kesempatan, Wahyu berhasil memenangkan duel udara dan mencatat sundulan mengarah ke gawang.

Untuk PSS, tim pelatih harus mulai memutar otak mencari skema alternatif ketika skema utama tidak berjalan maksimal. Jika PSS mengawali pertandingan dengan 3-4-3 dan bermain possesion ball di lini tengah, PSS akan kesulitan untuk membongkar pertahanan Persip (karena Persip menempatkan banyak pemain di tengah). Ditambah kondisi lapangan di Pekalongan yang tidak rata dan berpasir. Dengan kondisi ini, umpan pendek akan sulit diperagakan dan bola-bola panjang langsung ke pemain sayap dan depan bisa dijadikan opsi.

Menumpuknya pemain tengah Persip akan menyulitkan Dirga atau Busari mengkreasikan serangan dari area permainan mereka. Hal yang mereka praktekan saat PSS menjamu Persibangga. Tampak sekali pemain PSS kesulitan menghadapi tim yang menumpuk pemainnya di tengah.

Ketika formasi 3-4-3 tidak berjalan maksimal, harus segera diantisipasi dengan formasi lainnya yang sesuai dengan keadaan di lapangan. Hal ini mungkin dilakukan, mengingat kedalaman skuat PSS saat ini sangat menggembirakan.

Penulis sendiri lebih prefer jika PSS menggunakan 4 bek. Dengan Formasi 4-1-4-1, PSS bisa memanfaatkan kecepatan pemain sayapnya untuk eksploitasi area flank. Build up bisa dimulai dari lini belakang, terutama dari Tolle yang mempunyai akurasi umpan jauh yang bagus. Arie Sandy dipasangkan bersama Busari di lini tengah, menemani Dirga yang sedang on fire sebagai no 10.

Dengan catatan Persip yang menumpuk pemainnya di lini tengah, maka otomatis PSS akan kesulitan ketika ingin membongkar pertahanan mereka lewat lini tengah. PSS bisa memanfaatkan lini sayapnya yang unggul dalam kecepatan untuk menggedor pertahanan Persip. Memasang 2 winger murni didukung 2 bek kanan dan kiri bisa menjadi salah satu opsi. Jika opsi itu dipakai, maka PSS harus menepikan dahulu Dave Mustaine yang di dua laga sebelumnya dipasangkan sebagai penyerang sayap. Rossi dan Imam Bagus atau Kito adalah pemain yang bisa dipasangkan di sayap.

Bermain direct, memanfaatkan kecepatan pemain sayap melalui umpan-umpan lambung adalah upaya paling strategis untuk PSS guna mencuri poin di Pekalongan. Mengingat kondisi lapangan yang tidak rata, akan sangat menyulitkan gelandang untuk bermain bola-bola pendek atau possesion ball.

Hal ini tampaknya senada dengan keterangan dari Fredi Mulli minggu lalu “Posession football kita bagus, tapi kalau tidak berujung gol untuk apa. Mungkin kita harus sedikit mengubah taktik di lapangan”.

Diisyaratkan bahwa PSS tidak akan terlalu lama membawa bola dan langsung mengirimkan umpan ke pemain depan atau sayap.

Persip sering membangun serangan melalui sisi tengah, dari kaki para gelandangnya. Hal ini harus bisa diantisipasi oleh PSS, untuk tidak membiarkan para gelandang berkreasi di lini tengah. PSS harus kembali memasangkan seorang breaker di lini tengah. Menurut penulis, Arie Sandy adalah pilihan yang tepat, dia bisa kembali dipasang di posisi DMF. Arie Sandy bermain lebih dominan ketika bermain sebagai gelandang bertahan, dibandingkan sebagai bek tengah; setidaknya menurut catatan statistik yang dihimpun oleh sleman-football.com

Kesimpulan
Di atas kertas, PSS unggul dari Persip Pekalongan, baik dari segi materi pemain maupun masa recovery. Sekali lagi, hasil dari pertandingan ini bergantung dari kejelian tim pelatih PSS. Harus bisa memanfaatkan celah yang ada di kubu lawan.

Ditambah lagi PSS akan bertanding tanpa dukungan langsung dari Sleman Fans yang dilarang mendukung PSS selama 4 pertandingan. Ujian mental sebenarnya untuk para pemain PSS, yang untuk pertama kalinya dalam beberapa musim terakhir harus bermain tanpa dukungan suporter. Semoga PSS bisa melewati ujian ini, dan semoga kita bertemu lagi di Bumi Sembada dengan oleh-oleh 3 poin.

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad