Cerita

Agus Budi Setyono, Sang Supersub Dari Grobogan.

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Sosok kelahiran Grobogan pada 2 Juni 1977 tersebut termasuk dalam gerbong pemain hasil seleksi di wilayah Sleman. Kala itu, ia tergabung dalam PS. Panji Putra, Turi.

Berdasarkan pemberitaan media-media di masa tersebut, Agus merupakan pemain spesialis “10 menit akhir”. Rata-rata ia hanya diturunkan pelatih pada interval menit ke 80-90. Duet pelatih PSS Sleman kala itu, Drs. Bambang Nurjoko dan Drs. Herwin Syahrudin memiliki alasan tersendiri ihwal menit bermain Agus yang sangat minim. Walaupun ditopang dengan skill dan kemampuan menembak dan mengeksusi bola yang cukup mumpuni, namun Agus dirasa oleh tim pelatih tidak memiliki endurance yang cukup prima untuk bertarung di atas lapangan dalam waktu yang lama. Sebuah alasan yang cukup logis dan diterima dengan besar hati oleh Agus kala itu.

Adalah sebuah gol di menit ke-89 ketika PSS Sleman hampir saja dikalahkan oleh Perseden Denpasar hingga akhirnya gol dari Agus memaksa pertandingan berakhir imbang 1-1. Sebuah gol yang lebih fenomenal ia torehkan ketika fase empat besar menghadapi Persikabo Bogor. Torehan di menit ke-2 babak perpanjangan waktu menyudahi perlawanan Persikabo Bogor dan secara otomatis mengirimkan PSS Sleman berlaga di babak final Divisi I musim kompetisi 2000.

 

Komentar
Ardita Nuzulkarnaen Azmi

Sleman Fans sejak dalam kandungan, bisa dikontak via akun Twitter @ardhi___ tapi ojo dibully ya...

Comments are closed.