Berita

Sahrul Kurniawan dan Ramadan di Sleman

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Awal musim ini, M. Sahrul Kurniawan didatangkan manajemen PSS dari Bhayangkara FC untuk memperkuat lini pertahanan Super Elja yang sebelumnya telah diisi oleh Ahmad Hisyam Tolle, Zamzani dan Yudi Khoerudin.

Kehadirannya sempat membawa angin segar bagi publik Sleman karena sepak terjangnya sebagai pemain berlabel alumni Garuda Jaya di era Indra Sjafri.

Kehadiran pemain kelahiran 5 Juni 1995 itu dianggap menguntungkan PSS, karena Sahrul mampu bermain di beberapa posisi yang membutuhkan pemain dengan karakter bertahan. Musim lalu, ia lebih banyak menghangatkan bangku cadangan Bhayangkara FC lantaran sering dibekap cedera.

Pada akhirnya, nasib menuntunnya ke PSS, sebuah klub yang mencoba memberikan kesempatan dirinya untuk kembali menemukan performa terbaiknya.

Sekilas karir junior

Sahrul merupakan pemain yang berhasil diorbitkan dari blusukan Indra Sjafri. Tahun 2012 ia mengikuti pertandingan antara Persinga Ngawi melawan timnas U-17. Dari sinilah bakatnya tercium oleh coach Indra, dan dari serangkaian tahap, ia lolos menjadi calon skuat Garuda Jaya.

Setahun kemudian bersama timnas U-18, Sahrul dan kompatriotnya  menjuarai turnamen sepakbola junior di Hongkong. Lalu yang paling dikenal publik adalah menjuarai Piala AFF U-19 tahun 2013 dan menjadi juara Grup G Pra-Piala Asia U-19 2014.

Sahrul harus bersaing dengan Febly Gushendra dan Ryuji Utomo untuk mengisi skuat inti dan berduet dengan Hansamu Yama yang nyaris tampil prima dan tak tergantikan sepanjang kompetisi.

Ia mengenal teknik sepakbola sejak SD bersama SSB Jogorogo. Lalu saat SMA,  ia menjabat sebagai ban kapten klub lokal Margolangu FC yang mengikuti Britama Cup U-16. Setelah itu Sahrul berhasil memperkuat Ngawi FC, salah satu klub terkenal di Ngawi selain Persinga yang berlaga di Divisi 3 (sekarang Liga 3).

Karir junior Sahrul bukan tanpa kendala. Tak seperti anak-anak jaman sekarang yang mampu berlatih dengan sepatu merk terkenal, Sahrul hanya  bermodalkan sepatu  bola seadanya lantaran orang tuanya  tak memiliki cukup biaya untuk membelikan Sahrul kecil sepasang sepatu bola baru.

Ketika sepatunya rusak, ia hanya disuruh sang ibu membawa ke tukang reparasi sepatu. Namun kini semua berubah. Melalui sepakbola, Sahrul mampu membantu ekonomi  dan membanggakan keluarganya.

Tetap profesional meski jauh dari orang tua

Salah satu tembok di pertahanan PSS Sleman tersebut mengaku senang bisa berpuasa di Sleman. Baginya PSS Sleman sudah layaknya keluarga baru bagi seorang pemuda yang harus merantau demi pekerjaan. Meski jauh dari orang tua, ia berusaha untuk menjaga profesionalisme sebagai seorang pesepakbola.

“Pasti rasanya berbeda, Ramadan sekarang saya di PSS Sleman, senenglah punya keluarga baru. Ya harus professional kan, karena kita haus kerja. Profesional aja, walaupun puasa Ramadan ya latihan tetap latihan,” jelasnya.

Pemain yang pada tanggal 5 Juni menggenapkan usianya menjadi 22 tahun itu juga rindu akan masakan-masakan kampungnya di Desa Jogorogo, Ngawi, Jawa Timur. Namun untuk urusan lauk pauk, ia menjatuhkan pilihan favoritnya pada ayam goreng.

Saat berpuasa, Sahrul menjelaskan bahwa menjalani kehidupan sebagai seorang atlet merupakan salah satu tantangan saat berpuasa. Untuk itu ia harus cermat untuk menjaga kondisi tubuh dan mengurangi resiko dehidrasi.

“Saya masakan-masakan desa lah mas, lauknya ayam goreng. Pecel juga bisa. Yang pasti banyak-banyak minum air putih sama makan buah untuk menjaga kondisi tubuh,” tambahnya.

Seperti anak muda lainnya, puasa sangat identik dengan istilah ngabuburit atau mengisi waktu jelang berbuka tiba. Bila sedang tak ada latihan, Sahrul menghabiskan waktu ngabuburit dengan sepeda motor.

Hobi favoritnya ini bisa diintip dari akun instagramnya @sahrulkurniawan13. Di dalam foto tersebut ia tampak menggunakan jaket jeans bak raja jalanan menggunakan sepeda motor kustom bergaya chopper.

Sumber referensi: Kompas.com, Seputartimnas.com

Komentar
Awaludin

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14