Analisis

Analisis PSS Sleman 3-0 Persibat Batang: Meyakinkan!

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Di minggu ke 11 Liga 2, PSS mendapatkan kesempatan untuk menjajal kekuatan Persibat Batang. Laskar Alas Roban, dengan pelatih barunya, Daniel Roekito, datang ke Sleman dengan motivasi tinggi. Tiga pertandingan tanpa kekalahan menjadi salah satu alasannya. Namun PSS juga dalam kondisi top form, catatan 9 pertandingan tanpa kekalahan di Liga 2 adalah hal yang membuat lawan-lawannya pantas minder.

Pertandingan ini sekaligus menjadi reuni bagi Daniel Roekito dengan PSS Sleman. Pelatih ini pernah menukangi PSS di tahun 2004-2005, dan membawa PSS ke babak 8 Besar Copa Indonesia. Hasil akhir pertandingan adalah 3-0, keunggulan bagi PSS Sleman. Gol Bagus Nirwanto di babak pertama, dan 2 gol dari Kito dan Nono di babak kedua memberikan tiket ke babak 16 Besar bagi PSS Sleman.

Formasi

Berbeda dengan pertandingan-pertandingan sebelumnya, PSS kembali bermain dengan formasi 4 bek. Formasi yang diusung Freddy Muli adalah 4-1-4-1, yang sering dia gunakan pada putaran pertama lalu. Syahrul Tisna masih dipercaya di bawah mistar gawang, bek tengah dipercayakan kepada Waluyo dan Hisyam Tolle. Bagus Nirwanto dan Ardi Idrus sedikit ditarik ke belakang menjadi bek kanan kiri, bukan menjadi wingback seperti pertandingan sebelumnya. Di lini tengah, trio Arie Sandy, Dirga Lasut dan Busari tetap tidak tergantikan. Rossi dan Imam dipercayakan di posisi sayap, membantu Riski Novriansyah.

Gambar 1. Formasi Kedua Tim

Imam Bagus akhirnya kembali menjadi starting line up, setelah menjadi “korban” skema 3 bek coach Freddy Mulli di putaran kedua ini. Memang dengan skema 3 bek, Imam Bagus tidak mendapatkan tempat yang tepat. Berbeda dengan formasi 4-1-4-1 ini, dimana Imam bisa memanfaatkan kecepatannya untuk mengeksploitasi flank area.

Persibat juga menurunkan formasi yang sama, 4-1-4-1. Persibat melakukan beberapa perubahan di dalam starting elevennya. Salah satunya adalah dengan memasang pemain barunya, M Sabilah dan mencadangkan Eki Nurhakim. Sabillah, Arif Budiyono, Mukmin Ali dan Supriyono di 4 belakang. Bagas, Franky dan Honi di lini tengah. Issac Djober dan Hapidin di sayap dan Arif Allana sebagai ujung tombak.

Jalannya Pertandingan

Di awal babak pertama, PSS langsung mengambil inisiatif menyerang. Trio gelandang PSS begitu superior dibandingkan lini tengah Persibat. Pertarungan di lini tengah selalu dapat dimenangkan PSS Sleman. Ketika PSS menyerang, bola akan selalu diarahkan ke kedua sayapnya: Rossi atau Imam. DI babak pertama, sisi kiri PSS yang diisi Rossi mendominasi serangan.

Pressing yang baik ditunjukkan oleh pemain PSS saat tidak menguasai bola. Hal ini juga diakui oleh Kristian Adelmund yang ikut menyaksikan pertandingan ini. Ketika Persibat berusaha melakukan build up, pemain PSS langsung melakukan pressing ketat di area pertahanan lawan. Ini membuat lini tengah Persibat mati langkah dan memaksimalkan bola-bola lambung.

Pada pertandingan ini, cara PSS melakukan build up sangat menarik. Sering kali build up berawal dari Syahrul. Ketika Syahrul berhasil menguasai bola, dia akan langsung memberikan bola jauh ke depan. Riski adalah pemain yang dituju, Riski menjadi pilihan karena mempunyai kontrol dan keeping bola yang baik.

Ketika Riski berhasil menguasai bola, kedua sayap PSS akan langsung memberikan support. Rossi dan Imam Bagus di babak pertama,  Kito dan Nono di pertengahan babak kedua. Dari skema cepat ini, Persibat terpaksa melanggar Ardi Idrus di dekat kotak pinalti yang akhirnya berbuah menjadi gol pertama PSS.

Dengan Formasi 4-1-4-1, tentu saja PSS berusaha mengeksploitasi sayapnya. Hal ini terlihat dari susunan pemain yang diturunkan sore itu. Imam dan Rossi adalah 2 pemain yang berposisi sebagai sayap murni. Berbeda ketika PSS memainkan skema 3-4-3, dimana kedua pemain di belakang striker diberikan tugas untuk mengeksplorasi daerah half space. Dalam beberapa pertandingan terakhir, dua pemain ini diisi oleh Dirga Lasut dan Dave Mustaine.

Dibantu kedua bek (Ardi Idrus dan Bagus Nirwanto) Diharapkan keduanya bisa mengobrak-abrik pertahanan Persibat Batang. Kredit kusus pantas diberikan kepada Imam Bagus yang bermain impresif di sisi kiri pertahanan Persibat. Imam Bagus bermain bagus, ngotot walau tidak efektif. Banyak peluang yang dia dapatkan namun tidak satupun berbuah gol karena kesalahan dalam membuat keputusan. Sedikit berbeda dengan Nono dan Kito yang dimainkan di babak kedua, keduanya bermain dengan efektif dan memanfaatkan peluang yang ada. Hasilnya, keduanya bisa mencatatkan namanya di papan skor.

Salah satu kunci keberhasilan PSS selama ini adalah masalah stamina. Saya bisa bilang bahwa para pemain PSS memiliki stamina di atas rata-rata untuk kelas Liga 2. Lebih baik dibanding kontestan lain di grup 3. Kebanyakan lawan PSS hanya bisa bermain baik selama 60 menit. Setelah itu mereka akan keteteran meladeni permainan PSS. Mungkin ini salah satu alasan kenapa PSS lebih banyak mencetak gol di babak kedua.

Sekali lagi saya angkat topi dengan kejelian coach Freddy Muli. Pergantian pemainnya kali ini membawa dampak positif untuk PSS Sleman. Masuknya Nono dan Kito menyuntikkan tenaga baru di sisi sayap. Para pemain Persibat yang sepanjang babak pertama di eksploitasi oleh Rossi dan Imam tampak sekali kesulitan mengimbangi kecepatan keduanya (Nono dan Kito). Coach Daniel Roekito sempat merespon perubahan strategi tersebut dengan memasukkan tenaga baru di lini belakang.

Lini belakang menyisakan Pekerjaan Rumah besar untuk Freddy Mulli. PR tersebutadalah kosongnya area yang ditinggalkan bek ketika PSS sedang mendapatkan set piece (corner kick, free kick). Pada keadaan itu, Tolle diberikan instruksi untuk maju ke depan untuk menyambut bola set piece. Majunya Tolle membuat lini belakang hanya menyisakan Cak Wal dan Ardi Idrus. Beberapa kali Persibat mampu memanfaatkan celah ini melalui skema serangan balik. Yang paling terlihat adalah ketika pemain Persibat tinggal berhadapan langsung dengan Syahrul, walaupun sayangnya finishingnya tidak maksimal.

Pada akhirnya, PSS berhasil keluar sebagai pemenang di pertandingan ini dengan meyakinkan. Ketiga pemain mencetak gol pertamanya di musim ini: Bagus Nirwanto, Kito, dan Nono mencatatkan namanya di papan skor. Tiket babak 16 Besar sudah di tangan, namun mengutip pernyataan Freddy Muli, PSS akan tetap mengepakkan sayapnya. Gunakan 3 pertandingan sisa untuk mematangkan permainan, jangan terlalu banyak melakukan rotasi pemain.

 

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad