Opini

Apa yang Dilakukan PSS Bila Dave Mustaine Absen?

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Situasi agak pelik tengah dialami PSS Sleman jelang lanjutan pertandingan putaran kedua Liga 2 musim 2018. Anak asuh coach Seto Nurdiantoro ini tengah didera badai cedera. Setidaknya nama-nama seperti Adi Nugroho, Zamzani, Jodi Kustiawan, Slamet Budiono dan Dave Mustaine tercatat dalam daftar ini. Cederanya dua nama terakhir cukup merisaukan karena si pemain memiliki peranan penting bagi sektor penyerangan PSS Sleman.

Ambilah contoh Dave Mustaine yang musim ini menjadi sosok tak tergantikan di lini tengah PSS Sleman. Ia menopang langsung Ichsan Pratama yang bergerak lincah meberikan support umpan-umpan matang bagi striker. Jasanya sudah digunakan sejak coach Herkis menangani PSS di awal musim. Apalagi kala coach Seto mengambil alih tim sebagai nahkoda. Aroma CLBK antara Seto dan Dave kala Super Elja mengarungi ISC-B kental terasa.

Dave Mustaine Lalui Sejumlah Program Pemulihan Cedera

Sepanjang musim 2018 berjalan, pemilik nomor 92 ini telah mengoleksi 10 penampilan inti plus dua lesakan gol. Sebuah catatan impresif bagi seorang pemain gelandang tengah. Perannya menjadi penghubung antara lini belakang ke lini depan. Tak hanya itu, Dave juga bisa membuatnya layak disebut sebagai dirijen di lini tengah PSS Sleman selama ini. Selain itu ia masih memiliki kemampuan lebih dibanding yang lain. Seperti ketenangan saat menguasai bola, serta sepakan jarak jauh dari luar kotak penalti.

Seto Nurdiantoro dan tim pelatih yang biasa mengusung formasi 4-3-3, tentu melihat opsi pertama ada pada diri Ilham irhaz.  Irhaz memang tampil luar biasa musim lalu bersama Persiba Balikpapan. Namun ia memang bersaing ketat dengan Dave memperebutkan posisi utama. Apalagi setelah kecelakaan yang dialaminya saat lebaran lalu, membutuhkan banyak waktu arek malang ini melakukan recovery.

Belum lagi saat ini ia masih belum menemukan performa terbaiknya. Namun Irhaz sudah sewajarnya bisa melapisi posisi yang ditinggalkan Dave. Posisi naturalnya sebagai central midfielder membuat dirinya memiliki kelebihan sebagai pembagi bola yang ulung.

Alternatif lain ada pada diri Taufiq Febrianto. Menjadi pilihan utama di Persiwa Wamena di putaran lalu, tentu pemain muda ini sudah terbiasa menghirup atmosfer pertandingan di Liga 2. Sempat diturunkan kala PSS menumbangkan PSIS Semarang, ciri khasnya keluar sebagai gelandang yang eksplosif. Bila tim pelatih membutuhkan pemain enerjik di lini tengah, Taufiq-lah jawabannya.

Ada beberapa poin minus yang masih menjadi pertimbangan bila pelatih hendak menurunkan Taufiq. Terkadang keteledoran dan pengambilan keputusan yang kurang tepat masih menjadi kekurangan si pemain. Tinggal tugas psikolog untuk membantu menumbuhkan kepercayaan diri dan mengurangi nervous kala bermain di depan ribuan pendukung PSS.

Sudah sepatutnya tim pelatih berharap banyak pada andil pemain senior Amarzukih. Pengalaman dan ketenangan di lini tengah diharapkan menjadi garansi kestabilan lini tengah Super Elja. Bang Jukih masih berpotensi besar untuk menempati posisi gelandang bertahan, menyusul Arie Sandy yang tampaknya masih menjadi back up untuk bermain sebagai bek tengah.

Sementara itu Rangga Muslim yang sempat dicoba sebagai pemain gelandang saat latihan justru tampil moncer bermain di sisi sayap kala menggantikan Slamet Budiyono. Membuat peluangnya paling kuat untuk kembali menempati posisi tersebut.

Yang perlu diingat adalah tensi pertandingan antara uji tanding dengan pertandingan di kompetisi tentu berbeda. Meski sebelumnya melakukan uji tanding dengan klub Liga 1, ini belumlah mewakili segalanya, karena tekanan akan lebih berat pada saat pertandingan di kompetisi resmi berlangsung.

Persegres Gresik United akan menjadi tes awal bagi PSS yang tengah dalam kondisi kritis. Enam hari setelahnya PSS menghadapi PSBS Biak juga di Maguwoharjo. Namun, PSS tetap memegang teguh target yang dipasang sejak putaran kedua bergulir, yakni menyapu bersih semua poin di laga kandang.

Terakhir tinggal kita menanti bagaimana respon tim pelatih dalam situasi ini. Memaksimalkan pemain yang ada tentu jawaban yang paling klasik yang pernah kita dengar. Namun belajar dari kesalahan saat latihan dan pertandingan, merupakan suatu keharusan bagi semua elemen tim musim ini.

Komentar
Awaludin

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14