Analisis

Apakah Syamsul Chaeruddin Bisa Bermanfaat untuk PSS Musim Ini?

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSS Sleman hari ini kedatangan salah satu pemain senior yang sudah malang melintang di jagat sepakbola Indonesia. Dia adalah putra Makassar yang sempat merantau ke Persija Jakarta dan Sriwijaya FC. Tapi, namanya harum sebagai salah satu legenda PSM Makassar tempat di mana ia memulai kariernya dari awal.

Bermula dari bukan siapa-siapa hingga menjadi salah satu gelandang terbaik di Indonesia, dia bisa mencapainya dengan lugas bermain di Stadion Mattoanging. Sayangnya, sejak musim lalu, Syamsul bukan lagi pemain inti.

Lini tengah PSM kini dikomandani Wiljan Pluim dan Marc Antony Klok. Juga ada dua pemain muda yang menjanjikan, Rasyid Bakri dan Asnawi Mangkualam. Rasyid sejak awal kemunculannya sudah disebut-sebut sebagai penerusnya, dilihat dari posisi, gaya dia bermain, hingga penampilannya.

Syamsul pun mawas diri dan pergi dari PSM, demi kebaikan keduanya. Dan akhirnya dirinya kini berlabuh di Sleman, bersiap membela Super Elang Jawa.

Dia sudah mulai ikut berlatih skuat PSS di Lapangan UNY. Dia tampak bugar. Dia disangsikan karena sudah menua dan dia jarang tampil belakangan ini. Tapi, dia tetap akan memberi manfaat untuk anak asuh Herkis, mengapa?

Pria kelahiran Gowa, 35 tahun lalu itu, adalah gelandang bertahan yang punya kualitas baik. Dia pandai membaca serangan lawan, mematahkan serangan sebelum masuk area berbahaya, memberi kontrol ruang di tengah, dan juga seorang pembagi bola yang ulung.

Arie Sandy adalah pemain muda, yang bisa pula disebut sebagai salah satu pemain terbaik PSS saat ini, tapi dia butuh sosok yang bisa membantunya berkembang. Tumbuh menjadi gelandang bertahan yang tidak hanya piawai menahan serangan tapi juga mengawali serangan.

Melihatnya bermain bersama Syamsul akan memberi ketenangan dan kenyamanan saat melihat PSS.

Poin kedua yang penting bagi PSS, Syamsul adalah pemain dengan jiwa kepemimpinan tinggi. Dia bisa menjadi pemimpin di dalam dan luar lapangan, peran yang dia mainkan di Juku Eja.

Dia menjawab kebutuhan Herkis akan sosok pemimpin di timnya. Posisinya yang berada di tengah juga sesuai keinginan Herkis di mana dia menginginkan pemimpin yang berada di tengah lapangan, dekat dengan siapa saja.

I Made Wirahadi mungkin bisa, tapi dia terlalu jauh di depan. Kurang lebih begitu pertimbangan Herkis ketika dia mengatakan kepada media bahwa dia masih menginginkan seorang leader di timnya.

Lima Catatan Heri Kiswanto dari Laga Melawan Bhayangkara FC

Hanya saja sekarang semuanya tergantung pada sang pelatih. Apakah dia bersedia menurunkan egonya untuk mengganti formasi paten 4-1-4-1 untuk mengakomodasi kehadiran Syamsul dengan memainkan pola 4-2-3-1 dengan Arie Sandy berduet dengan pemain yang sempat bermain di 34 pertandingan bersama timnas Indonesia itu.

Pilihan pribadi penulis jelas memainkan keduanya. Arie adalah aset klub dan sejauh ini tampik konsisten bagus di atas lapangan. Dan Syamsul tentu akan jauh lebih bermanfaat jika diberi banyak menit bermain. Itu pula yang rasanya membawa Syamsul bersedia terbang jauh dari keluarganya ke Sleman.

Semoga betah di sini daeng, tenang saja, ada pesawat langsung dari Yogyakarta ke Makassar, jadi kamu bisa pulang dengan lekas atau membawa keluargamu ke sini untuk memberi dukungan moral.

 

Komentar
Joko Sembada

Menanti waktu untuk menikmati teh di beranda rumah bersamamu, dik...