Analisis

Arie Sandy, Roh Lini Tengah Laskar Sembada

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Memasuki musim kedua membela PSS Sleman, Arie Sandy mampu terus menjaga konsistensi permainannya. Harus mengubah posisinya dari pemain belakang menjadi pemain tengah, Arie Sandy selau mampu bermain apik di tiap pertandingan yang dimainkan. Tidak aneh apabila pelatih PSS dari zaman opa Fredy hingga coach Seto sering memercayakan satu slot di lini tengah kepada pemuda kelahiran Makassar ini.

Pada musim ini, Arie Sandy sebagai gelandang bertahan sering ditempatkan bersama Dave Mustaine dan Ichsan Pratama untuk mengawal lini tengah Super Elja. Tidak ada yang meragukan kemampuan bertahan yang dimiliki oleh Arie Sandy. Memutus serangan lawan adalah salah satu atribut terbaiknya.

Namun, masih ada sedikit perdebatan dari Sleman Fans tentang kemampuannya dalam membagi bola saat tim sedang in possession. Tidak sedikit yang menilai bahwa Arie Sandy kurang efektif dalam membagi bola. Benarkah demikian?

Untuk menjawab kasus ini, kami akan mengambil statistik grafik umpan Arie Sandy pada pertandingan PSS melawan Blitar United pada Sabtu (21/7) malam.

Gambar 1. Grafik Umpan Arie Sandy di babak 1 Pada Pertandingan PSS vs Blitar United

Secara statistik, Arie Sandy melepaskan 80 umpan, dengan akurasi 91% (7 umpan gagal). Jika kita hanya melihat angkanya saja, 91% tentu merupakan catatan yang sangat baik. Akan tetapi, bagaimana dengan arah umpan yang dilepaskan Arie Sandy?

Dari Gambar 1 dan Gambar 2, terlihat bahwa umpan yang dilepaskan Arie Sandy lebih dominan ke arah samping dan belakang. Apakah ini hal yang kurang baik? Belum tentu. Dalam sepakbola, beberapa momen krusial justru lebih banyak dilakukan oleh pemain yang sedang tidak menguasai bola.

Meski terlihat seolah tidak banyak melepaskan umpan progresif dan lebih banyak melepaskan umpan-umpan “aman”, terdapat aksi-aksi lain yang dengan baik dilakukan oleh Arie Sandy, terutama berkaitan dengan perannya sebagai gelandang bertahan.

Gambar 2. Grafik Umpan Arie Sandy di babak 2 pada pertandingan PSS vs Blitar United

Aksi Arie Sandy saat tim sedang out of possession sangat krusial bagi PSS. Penempatan posisi saat mengcover pergerakan pemain lain sangat penting untuk menjaga struktur permainan PSS agar tetap balance dan mampu mengontrol transisi dari menyerang ke bertahan. Hal ini dilakukan dengan cukup baik oleh Arie Sandy.

Selain itu, pengambilan keputusan soal kapan dan dimana akan melakukan pressing juga sudah mengalami perkembangan. Berdasarkan statistik yang sudah masuk, Arie Sandy mencatatkan 5.5 tekel per 90* dengan 73% tekel berhasil dan 5.75 intersep per 90*.

Selain itu, jika kita lihat lagi bagaimana grafik umpan Arie Sandy pada Gambar 1 dan Gambar 2, meski terlihat lebih banyak melepaskan umpan ke arah samping dan belakang, mempertahankan penguasaan bola untuk memindahkan fokus serangan ke area yang lain pun merupakan suatu pengambilan keputusan yang baik.

Kemampuan Arie Sandy ini dengan baik mampu melengkapi dua partnernya di lini tengah, Dave Mustaine dan Ichsan Pratama. Arie Sandy dengan atribut bertahan, Dave dengan kemampuan membagi bola dan pergerakan vertikalnya, dan Ichsan yang menempati ruang antar lini dengan kemampuan olah bola dan umpannya yang baik di ruang sempit, merupakan salah satu kombinasi terbaik yang dimiliki PSS saat ini. Dave dan Ichsan bisa mengeluarkan potensinya untuk membantu dan mengalirkan serangan secara maksimal mengetahui Arie Sandy akan mengcover pergerakan mereka.

Jadi, apakah Arie Sandy dapat meningkatkan permainannya dengan lebih banyak melepaskan umpan progresif? Ya. Apakah dia sudah melakukan aksi yang lain dan mempengaruhi permainan PSS menjadi lebih baik? Tentu saja.

Di samping kekurangan yang masih dimillikinya, Arie Sandy tetaplah salah satu potongan puzzle penting dalam skema permainan Coach Seto. Allenatore Super Elja ini tentu paham tentang kelebihan dan kekurangan yang dimiliki Arie Sandy. Sistem yang coba dimainkan oleh Seto tentu mempertimbangkan hal tersebut. Memaksimalkan kemampuan Arie Sandy dengan terus mencoba meningkatkan aspek-aspek yang masih kurang. Dengan permainan possession progressive yang diterapkan, peluang Arie Sandy untuk terus mengembangkan permainan sangat terbuka.

Mampukah Arie Sandy tidak hanya terus mampu bermain konsisten, tetapi juga mampu mengembangkan permainannya menjadi lebih baik lagi? Hanya dirinya sendiri, dengan bantuan tim pelatih PSS, yang mampu menjawabnya. Jangan cepat puas, dan terus gali potensimu, Sandy! Semoga perkembanganmu sejalan dengan perkembangan tim kebanggaan, PSS Sleman.

*Per 90 atau Per 90 Menit adalah metrik yang digunakan untuk menilai performa, secara statistik, dengan mempertimbangkan menit bermain pemain. Hal ini dilakukan untuk memberikan konteks lebih saat menilai performa permainannya. Lebih detail dapat dibaca pada link ini (https://statsbomb.com/2013/08/an-introduction-to-the-per-90-metric/)

Komentar
Dani Rayoga

Football Addict | Physics Lovers | @DaniBRayoga