Cerita

Awaydays di Titik Nadir

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Awaydays selalu membawa cerita, cerita tentang para pemberani merelakan waktu, tenaga dan biaya untuk mendukung tim kebanggaan. Awayday memang tidak menjanjikan kemenangan, tidak menjanjikan kebahagiaan. Tapi awayday memberikan bukti cinta suci, cinta yang siap untuk disakiti.

Manifesto BCS, awaydays adalah tradisi. Tradisi yang harus kita jaga, tentu saja juga kita lestarikan.

Awaydays merupakan gambaran sesungguhnya dari kekompakan segerombolan orang yang mendukung tim yang sama. Semua pelaku menjunjung “Satu Rasa, Sama Rata”.

Bar iki mangan opo, meh mangan sangune entek, piye carane mulih, meh mulih lewat ngendi, kok PSS maine koyo ngene, PSS seprono-seprene. Pertanyaan-pernyataan yang selalu dilontarkan para pelaku awaydays, namun itu  juga menjadi candu. Candu untuk lagi dan lagi.

Sepak bola adalah drama, dan PSS berhasil menghadirkannya dengan sukses musim ini. Plot yang membuat emosi kita teraduk-aduk,  lebih sukses dibandingkan semua film arahan Christoper Nolan.  Tidak terhitung berapa kali kekecewaan menghinggapi, berapa kali kita merasa dikhianati.

Itu bukan alasan untuk menjadi membenci dan berhak untuk menghakimi. Tak pantas juga kita pamrih dan berkata “kami kurang apa?” Karena untuk PSS memang tidak ada kata cukup.

Disaat seperti ini kesetiaan kita benar-benar teruji. Disaat seperti ini, cinta kita benar-benar diuji. Disaat ini PSS benar-benar membutuhkan barisan kavaleri penyemangatnya. Kavaleri bermental baja.

Mimpi kita masih sama, bisa melihat PSS bermain di Liga 1. Namun apa yang terjadi saat ini, PSS berada di titik nadir. PSS butuh 2 kemenangan untuk bisa lolos ke babak 8 besar, memperpanjang napas untuk bisa promosi ke Liga 1.

Jumat esok bukan sekedar awayday, bukan juga semata ajang piknik. Jumat esok, nasib PSS ditentukan. Melawan Cilegon menjadi pertandingan hidup mati. Menang atau tersingkir.

Mengajak semua yang masih memiliki semangat yang sama, semangat untuk menemani perjalanan terjal PSS Sleman. PSS Unite Us.

Mari bersama-sama saling rangkul, rapatkan barisan. Siapkan kendaraan kalian, siapkan panji-panji kalian, siapkan suara kalian, kita bertemu di Cilegon. Bedol Kabupaten!!

Cilegon menjadi tempat yang tepat untuk meluapkan rasa kecewa, membuktikan rasa cinta. Cilegon akan kita jadikan tempat bagi ledakan suara-suara penyambung asa PSS Sleman. Let’s Go Fucking Mental!!

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad