Berita

Bang Komar Larang Pemain PSS Begadang Nonton Piala Dunia

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Gelaran pesta sepakbola paling akbar di kolong langit yang saat ini tengah berlangsung di Rusia memang menjadi medan magnet yang sangat kuat bagi umat manusia. Penggemarnya bukan hanya dari kalangan fans atau penggemar olahraga si kulit bundar itu saja. Namun jutaan pasang mata seolah dibuat tertarik dan larut menjadi saksi kemeriahan Piala Dunia edisi ke-21 itu.

Jadwal Piala Dunia yang digelar di Rusia tentu memaksa kita untuk menyesuaikan diri dengan zona waktu ketika laga digelar. Perbedaan waktu selama 4 jam lebih cepat membuat kita yang khususnya berada di Waktu Indonesia Barat (WIB) harus rela begadang untuk mengikuti setiap laga di event empat tahunan tersebut.

Pelatih fisik PSS Sleman, coach Komarudin, mengatakan bahwa pemain harus disiplin pada jadwal yang telah ditetapkan oleh tim pelatih. Hal ini demi kebaikan pemain itu sendiri. Terlebih PSS akan menerima jadwal yang sangat padat di bulan Juli nanti.

“Kita mengimbau kepada pemain secara individu untuk benar-benar disiplin lagi, seperti istirahatnya. Apalagi sekarang ada Piala Dunia, ada yang main malam kan? Nah sehingga kita melarang itu kemarin kita sudah secara eksplisit kita melarang mereka menonton yang di game malam. Sehingga kalo game malam, mereka kita suruh nonton yang siaran ulang. Maksimal kita di yang jam sepuluh itu kan sudah game yang kedua to,” terangnya.

Menurut pria yang akrab bang Komar itu, sementara ini tim pelatih sedang berusaha untuk mengembalikan fisik pemain kembali ke dalam performa terbaiknya. Setelah sebelumnya sempat menurun karena jeda bulan puasa dan libur lebaran.

Namun demikian, turunnya kualitas fisik pemain tidak terlalu signifikan. Apalagi di bulan Juni nanti tim akan menempuh jadwal yang padat. Tentu kebijakan rotasi akan diterapkan pelatih demi menjaga kebugaran pemain agar tetap fit.

“Oleh karena itu salah satu strategi pelatih adalah memaksimalkan kondisi yang ada dengan menyeragamkan atau minimal sama antara kondisi fisik pemain satu dengan yang lain. Terus mencoba rotasi itu secara maksimal. Karena kalo nggak rotasi kita nggak mungkin main tujuh kali satu bulan dengan rotasi yang sama,” jelasnya.

Lebih lanjut pelatih fisik yang pernah menangani timnas senior Pra-Piala Asia 2013 ini telah menyusun program untuk kebugaran pemain. Rencananya para penggawa Super Elja akan diuji serangkaian tes fisik dan melakukan gym.

 “Nanti minggu depan kita akan masuk fitness lagi, untuk pemain yang kurang akan kita maksimalkan. Ya saya sih berharap atau berdoa tim lain juga berada dalam kondisi yang sama. Artinya sepuluh hari mereka libur, mereka nggak pada latihan,” guraunya sambil menutup sesi wawancara.

Komentar
Awaludin

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14