Berita

Bhayangkara FC Beri Pelajaran Untuk PSS Sleman

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSS menderita kekalahan dalam laga uji tanding melawan Bhayangkara FC dengan skor 0-2. Dua gol tim tamu dicetak di babak kedua oleh dua pemain cadangan yang masuk di babak kedua.

Di babak pertama pertandingan berjalan seimbang. PSS bahkan sempat memperoleh peluang lebih dulu ketika Dave Mustaine memperoleh kesempatan melepaskan tendangan bebas di dekat kotak penalti pada menit ke-7.

Rangga Muslim sempat hampir membawa Super Elang Jawa unggul ketika sepakannya pada menit 46’ babak pertama mengancam gawang Bhayangkara. Tendangan terukurnya berbelok setelah membentur Vladimir Vujovic, sayangnya aksi akrobatik Awan Setho menggagalkan percobaan Rangga.

Di babak kedua, Bhayangkara coba untuk tampil lebih menyerang. Mereka juga memanfaatkan pertandingan ini untuk menguji para pemain, terbukti dengan melakukan lima pergantian pemain.

Sementara PSS hanya memanfaatkan dua kali pergantian pemain yang keduanya terjadi di babak kedua semua. Tak banyak melakukan perubahan, PSS justru mengalami penurunan di babak kedua.

Terbukti dengan bersarangnya dua gol yang dicetak oleh anak-anak asuhan Simon McMenemy.

Gol pertama oleh Herman Dzumafo Epandi. Mantan penyerang PSPS Riau itu meneruskan sepak pojok dari Paulo Sergio pada menit ke-83. Gol itu sontak membuat publik Maguwoharjo terdiam. Para pemain belakang tampak statis dan tidak dapat berbuat banyak untuk menghalau peluang tersebut.

Laga berjalan semakin panas setelahnya. Ahmad Hisyam Tolle terlibat bersitegang dengan Paulo Sergio. Wasit Sukri akhirnya mengeluarkan keduanya setelah keduanya sama-sama menerima kartu kuning kedua pada menit ke-86.

Bermain dengan sepuluh pemain dan pemain belakang berkurang, PSS kembali kebobolah setelah Dendi Sulistyawan berhasil memperoleh ruang tembak bagus di area kotak penalti.

Herman Dzumafo lagi-lagi menjadi aktor, setelah berhasil mengecoh dua pemain PSS sekaligus yang berada di sisi kanan, Wirabuana dan Taufan Hidayat, dia lalu memberi umpan manis yang berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Dendi.

Melawan juara Liga 1 memang harus diakui PSS kalah kelas. Apalagi Bhayangkara juga tidak banyak melakukan perombakan skuat, berbeda dengan PSS yang materinya jauh berbeda dengan musim lalu.

Laga ini menjadi penting bagi PSS karena menunjukkan berbagai titik kelemahan Laskar Sembada dalam persiapan mengarungi Liga 2 musim 2018.

Komentar
Joko Sembada

Menanti waktu untuk menikmati teh di beranda rumah bersamamu, dik...