Cerita

Busari: Manusia Tiga Final

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Pada tulisan sebelumnya kita sudah membicarakan Rangga Muslim yang berhasil masuk final Liga 2 dalam dua tahun berturut-turut.

Rangga dan Lastori adalah Sebuah Jaminan Promosi

Ternyata ada satu pemain yang memiliki rekor tak kalah mentereng dibandingkan Rangga. Dia adalah Busari Johny.

Mari kita bersama-sama kilas balik perjalanan karir dari pemain asli Kendal ini.

Busari adalah pemain bola asli didikan Sleman, dia menjadi pemain jebolan Porprov Sleman 2005 bersama dengan Anang Hadi. Busari pertama kali berseragam PSS dengan status magang pada tahun kompetisi 2004, setelah 2 tahun sebelumnya berseragam Sleman Junior.

Setelah bermain untuk PSS beberapa musim, dia akhirnya berpindah ke Persibo Bojonegoro pada 2008-2010. Di tahun keduanya di Bojonegoro, Busari berhasil mengantarkan Laskar Angling Dharma menjadi juara Divisi Utama 2010 setelah mengalahkan Deltras Sidoarjo melalui adu pinalti.

Sebuah kemenangan yang fenomenal, yang digambarkan oleh Sartono Anwar (pelatih Persibo saat itu) sebagai kemenangan terhadap hal-hal tidak sportif dalam sepak bola.

Setelah membawa Persibo Juara, Busari kembali ke Yogyakarta dan memperkuat Persiba Bantul. Di sana dia bertemu dengan teman-teman lamanya seperti Slamet Nur Cahyo, M. Ansori, dan pemain lain seperti Seto, Ugiex, Wahyu Wijiastanto, dll.

Di tahun pertamanya mempekuat Persiba, dia langsung berhasil membawa Laskar Sultan Agung ke menjuarai Divisi Utama 2011. Di final, Persiba berhasil mengalahkan Persiraja dengan skor tipis 1-0.

Hal ini membuat Busari menjadi pemain yang dalam 2 tahun berturut-turut mengantarkan dua tim berbeda menjadi juara Divisi Utama. Sebuah rekor yang mungkin akan disamai oleh Rangga Muslim pada musim ini.

Kembali lagi kepada Busari, setelah bersinar bersama Persiba dia kemudian meniti karir di Persepam MU selama beberapa tahun. Di Persepam MU dia bergabung bersama dengan Slamet Nurcahyo, Fachrudin dan bintang-bintang lainnya. Saat itu Persepam berstatus sebagai tim promosi dari Divisi Utama 2012.

Setelah beberapa tahun berkelana di Pulau Garam, Busari akhirnya balik karung ke PSS di awal kompetisi ISC B.

Bersama PSS selama 2 musim, Busari berhasil membawa PSS sampai ke final ISC B, walaupun pada akhirnya tidak bisa membawa PSS juara setelah dikalahkan PSCS dengan skor 3-4. Pada tahun berikutnya, dia gagal membawa PSS promosi ke Liga 1 setelah hanya bisa membawa Super Elja sampai babak 16 Besar Liga 2 2017.

Musim berikutnya, Busari tidak masuk daftar pemain yang direkomendasikan oleh tim pelatih PSS dan akhirnya memilih hijrah ke Persibat Batang. Namun, romansa kembali muncul setelah Busari kembali ditarik oleh Seto untuk memperkuat PSS di babak 8 besar Liga 2 2018.

Sampai saat ini, PSS mampu menembus final Liga 2 setelah di semifinal mengalahkan Kalteng Putra. Pada kesempatan ini juga, Busari kembali berkesempatan untuk tampil di partai final ketiganya* di kompetisi level dua Indonesia.

Jika PSS berhasil keluar menjadi Juara, maka Busari akan jadi satu pemain yang bisa mencapai 3 final Divisi Utama / Liga 2, dengan 3 klub yang berbeda dan semuanya berhasil menjadi juara.

This is Busari!!

*Final ICB B tidak termasuk karena tidak ada sistem promosi dalam kompetisi tersebut.

*3 Final yang dimaksud adalah final dari kompetisi resmi PSSI, di mana outputnya adalah adanya promosi ke kompetisi di atasnya.

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad