Analisis

Catatan Statistik Akhir Kompetisi: Bek Sayap

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSS Sleman mendapatkan tendangan bebas pada menit ke-55. Aditya Putra Dewa, bek sayap, sebagai eksekutor telah bersiap di sisi kiri penyerangan PSS untuk melepaskan crossing ke kotak penalti Kalteng Putra. Sebuah bola lengkung yang berhasil menjadi assist dan membuat PSS unggul 2-0 atas tim tamu pada pertandingan semifinal leg kedua. Skor yang bertahan hingga peluit akhir dan memastikan Super Elang Jawa lolos ke Liga 1 musim depan.

A.P. Dewa adalah salah satu eksekutor tendangan bebas terbaik yang dimiliki PSS pada gelaran Liga 2 kali ini. Namun, sebagai bek sayap, bagaimana peran A.P. Dewa dalam permainan tim? Selain A.P. Dewa, masih ada Bagus “Munyeng” Nirwanto, Akbar Zakaria, Vandy Prayoga, dan Yericho Christiantoko.

Nama terakhir tidak melanjutkan kerja samanya dengan Super Elja menjelang babak 8 besar Liga 2. Bagaimana peran bek sayap secara umum di strategi dan taktik juara coach Seto?

Bagus Munyeng dan Akbar Zakaria merupakan pemain yang mengisi pos bek sayap kanan. Posisi bek sayap kiri ditempati oleh A.P. Dewa, Vandy, atau Yericho. Dalam strategi permainan PSS yang cukup banyak melibatkan sisi lapangan, bek sayap dituntut untuk mampu ikut membantu serangan, namun harus tetap bisa menjaga daerahnya apabila bola berhasil direbut oleh lawan.

Peran bek sayap akan sangat krusial dalam momen ini, momen transisi dari menyerang ke bertahan. Mengingat banyak klub liga 2 mengandalkan serangan balik melalui sisi lapangan. Bagus Munyeng dkk harus mampu dengan baik menjaga keseimbangan dalam bertahan dan menyerang.

Gambar 1. Aksi Bertahan x Aksi Menyerang Fullback PSS Sleman selama Liga 2, 2018. Titik di sebelah kiri Aditya P adalah Vandy P.

Secara statistik, banyaknya aksi bertahan dibandingkan aksi menyerang para bek sayap PSS dapat dilihat pada gambar 1. Aksi bertahan di sini merupakan gabungan data statistik tackle, interception, recovery (semua data dalam p90). Sedangkan Aksi menyerang adalah kumpulan data penalty box entry, open play key passes, assists, dan shots.

Dari Gambar 1, terlihat bahwa tidak ada yang dominan antara bek sayap kiri dan bek sayap kanan. Secara umum, kedua sisi mencatatkan aksi bertahan dan aksi menyerang yang hampir sama. Hanya Yericho yang memiliki catatan yang cukup jauh dibandingkan dengan yang lainnya.

Saat tidak menguasai bola, bek sayap kanan dan bek sayap kiri mencatatkan aksi bertahan yang tidak jauh berbeda. Bagus Munyeng mencatatkan 3 tekel, 4.69 intercept, dan 5 kali recovery. Vandy memiliki catatan yang tidak jauh berbeda, 3 tekel, 3.04 intercept, dan recovery sebanyak 6.21 kali.

Sementara A.P. Dewa memiliki catatan tekel (2.4) dan intercept (2.38) yang lebih sedikit, namun unggul dalam aksi recovery (7.13). Yericho yang memiliki aksi bertahan paling banyak mampu mencatatkan 3.9 tekel, 5.47 intercept dan 6.34 recovery.

Catatan aksi menyerang memiliki kemiripan dengan aksi bertahan. Bagus Munyeng, Vandy, dan A.P. Dewa memiliki nilai aksi menyerang yang hampir sama dan Yericho kembali memiliki nilai yang aksi menyerang yang lebih baik dibandingkan dengan yang lain.

Yericho unggul berkat catatan penalty box entry dan open play key passes yang lebih baik dibanding pemain yang lain dengan nilai 3.36 penalty box entry dan 0.87 open play key passes. Soal catatan assists dan tembakan, A.P. Dewa unggul dengan nilai 0.38 dan 1.63.

Namun, A.P. Dewa memiliki angka yang lebih rendah dalam hal penalty box entry dan open play key passes dibandingkan dengan Bagus Munyeng dan Vandy. Keduanya mencatatkan 2.13 dan 2.38 penalty box entry serta 0.37 dan 0.54 open play key passes.

Hal yang perlu digarisbawahi dalam pembahasan ini adalah bahwa makin tinggi nilai aksi bertahan tidak selalu berbanding sejajar dengan kualitas pemain dalam bertahan. Dari Gambar 1, yang penting untuk dicatat adalah bahwa kedua sisi bek sayap PSS memiliki keseimbangan yang sama dalam tugas bertahan dan menyerang. PSS tidak memiliki kecenderungan untuk menyerang dari salah satu sisi saja. Dalam hal bertahan, kedua sisi juga terlibat dengan porsi yang bisa dikatakan tidak berbeda jauh.

Gambar 2. Keterlibatan Bek Sayap PSS saat menguasai bola dan menyerang.

Lebih lanjut, untuk keterlibatan bek sayap saat PSS menguasai bola dan menyerang dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar ini menggambarkan aksi menyerang dibandingkan dengan jumlah umpan yang dilepaskan oleh semua pemain PSS (kecuali kiper). Karena tulisan ini membahas tentang bek sayap, maka penekanan grafik yang dibuat adalah pada pemain-pemain pada posisi tersebut.

Dari Gambar 2, kita dapat mengetahui bahwa para bek sayap PSS cukup terlibat dalam momen membangun serangan. Angka umpan berhasil yang dicatatkan mendekati angka rata-rata umpan berhasil pemain-pemain PSS secara keseluruhan.

Hal yang sama juga terlihat dalam nilai aksi menyerang para bek sayap PSS. A.P. Dewa dkk memang cukup terlibat dalam proses penciptaan peluang, namun nilai yang mereka catatkan tidak terlalu tinggi, hanya berkisar pada nilai rata-rata aksi menyerang seluruh pemain PSS.

Gambar 2 ini juga memberikan kita informasi mengenai apa yang diinginkan oleh Seto terhadap bek sayapnya. Dalam membangun serangan, bek sayap PSS memang tidak akan langsung naik tinggi ke daerah lawan. Mereka lebih sering berada di posisi yang rendah, membantu lini pertama dan gelandang mensirkulasi bola di daerah sendiri, membantu tim menguasai lini tengah.

Saat proses progresi bola sudah sampai ke lini kedua dengan baik, bek sayap PSS pun tidak akan serta merta naik untuk membantu serangan melalui sisi lapangan. Mereka akan sedikit berhati-hati, mencoba melihat posisi rekan-rekannya yang lain sebelum membantu naik dan masuk ke proses penciptaan peluang. Lebih memilih untuk menjaga keseimbangan dan berada di posisi yang tepat untuk mengantisipasi serangan balik lawan apabila progresi bola terhenti.

Hal ini membuat mereka memiliki catatan angka umpan dan angka aksi menyerang yang cukup baik. Aktif terlibat membangun serangan, tetapi tetap berhati-hati saat harus membantu proses penciptaan peluang. Mereka memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan tim, menjaga kepak kedua sayap Super Elang Jawa hingga mampu terbang tinggi menuju Liga 1.

 

Komentar
Dani Rayoga

Football Addict | Physics Lovers | @DaniBRayoga

Comments are closed.