Analisis

Catatan Statistik Akhir Kompetisi: Menyerang

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSS Sleman menyudahi perjalanan Liga 2 2018 sesuai dengan target. Tim kebanggan warga Sleman ini menasbihkan diri menjadi juara. Perjalanan dan perjuangan yang tidak mudah untuk akhirnya mampu mencapai target, tampil di Liga 1 musim depan. Pergantian pelatih hingga keluar masuk pemain dilakukan untuk mentas dari Liga 2. Dalam perjalanan ini, banyak catatan-catatan yang terekam, salah satunya dalam bentuk data statistik.

Dalam tulisan ini, mari kita lihat capaian statistik menyerang Super Elang Jawa selama menjalani 31 pertandingan. Statistik menyerang akan dibagi menjadi tiga bagian besar, entri kotak penalti, kreasi peluang, dan tembakan.

Entri kotak penalti adalah catatan mengenai usaha PSS dalam memasukkan bola ke kotak penalti lawan,  baik melalui umpan atau dribble. Mengapa ini penting? Logika sederhana, peluang untuk mencetak gol lebih besar saat tendangan lebih dekat ke gawang lawan, yaitu di dalam kotak penalti dibandingkan tendangan dari luar kotak penalti. Kreasi Peluang sendiri merupakan catatan umpan yang berhasil diakhiri menjadi tembakan, data terakhir yang akan dibahas.

Secara umum, Seto Nurdiyantoro mencoba menerapkan permainan possession progressive dengan berusaha mengalirkan bola, secara efektif dan efisien, dari lini belakang ke lini depan guna menciptakan peluang untuk mencetak gol. Jika dilihat sekilas, serangan PSS lebih banyak melalui area flank mengandalkan kemampuan pemain sayapnya. Namun, serangan yang dibangun PSS tidak selalu langsung menyasar area yang sering ditempati Rifal Lastori ini. Super Elja biasanya mengalirkan bola ke lini tengah terlebih dahulu sebelum mengirim bola ke area flank.

Lalu, bagaimana strategi dan taktik yang digunakan Seto ini membantu PSS untuk menyerang, menciptakan peluang untuk mencetak gol. Mari kita lihat data statistik menyerang PSS selama perjalanan di Liga 2.

Entri Kotak Penalti

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, entri kotak penalti merupakan catatan mengenai usaha PSS dalam memasukkan bola ke kotak penalti lawan, baik melalui umpan atau dribble.

Gambar 1. Entri kotak penalti oleh PSS berdasarkan lokasi (flank, halfspace, dan center), dan tipe delivery-nya (open play dan set piece)

Dari Gambar 1, kita bisa melihat bagaimana usaha PSS dalam memasukkan bola ke kotak penalti lawan berdasarkan lokasi (flank, halfspace, dan center) dan tipe delivery-nya (open play dan set piece). Ichsan Pratama dkk paling banyak melakukan entri kotak penalti melalui area flank, yaitu sebanyak 722 kali.

Gambar 2. Entri Kotak Penalti oleh PSS berdasarkan lokasi (flank, halfspace, dan center), dan metode delivery (late cross, early cross, dll) yang paling sering dilakukan.

Dari 722 kali percobaan ini, 498 kali dilakukan melalui situasi open play dan 224 kali dari situasi set piece. Catatan ini berbanding jauh dengan lokasi yang lain, halfspace dan center. Dari halfspace, PSS hanya memasukkan bola ke kotak penalti lawan sebanyak 196 kali. Area tengah menjadi yang tersedikit dimanfaatkan oleh PSS untuk memasukkan bola ke kotak penalti lawan, hanya 79 kali.

Lalu, bagaimana metode delivery yang paling sering dilakukan oleh Rangga Muslim dkk di tiap lokasi untuk memasukkan bola ke kotak penalti lawan. Dari Gambar 2, kita bisa melihat metode delivery yang paling banyak dilakukan oleh para pemain PSS di tiap lokasi. Dari lokasi flank, late cross menjadi pilihan paling banyak, sebanyak 197 kali. Metode delivery berikutnya yang paling sering digunakan adalah early cross (115 kali) dan through ball (64 kali). Dari halfspace dan centerthrough ball dan short pass menjadi metode delivery yang paling sering digunakan.

Gambar 1 dan Gambar 2 menunjukkan bagaimana PSS sangat dominan memanfaatkan area sisi lapangan untuk menciptakan peluang. Usaha entri kotak penalti oleh PSS banyak melalui situasi open play dengan late cross, early cross, dan through ball menjadi metode delivery yang sering dilakukan.

Kreasi Peluang

Pembahasan selanjutnya adalah mengenai kreasi peluang yang dilakukan oleh PSS. Kreasi peluang di sini adalah umpan yang kemudian berhasil dikonversi menjadi tembakan.

Gambar 3. Kreasi Peluang PSS berdasarkan lokasi (flank, halfspace, center, dan penalty box) dan hasil tembakan yang dilakukan.

Dari Gambar 3, terlihat bagaimana kreasi peluang yang dilakukan oleh PSS berdasarkan lokasi beserta hasil tembakan dari kreasi peluang yang dilakukan. Selama Liga 2, Super Elja mengkreasikan 250 peluang, dengan 32 kali menjadi assists, 100 kali berbuah tembakan tepat sasaran, menghasilkan 107 shots off target dan 43 tembakan berhasil di blok oleh lawan.  Dari 32 assists yang berhasil dicatatkan oleh Ichsan dkk, 12 assists dilakukan melalui area flank, 10 kali dari kotak penalti, 6 kali melalui halfspace, dan 4 kali dari area tengah.

Sama halnya dengan data entri kotak penalti, PSS banyak melakukan kreasi peluang dari area flank, yaitu sebanyak 106 kali dengan menghasilkan 12 assists dan 38 kali tembakan tepat sasaran. Kreasi peluang pada area lain tersebar secara merata, melalui area halfspace berhasil mengkreasikan 54 peluang, melalui area tengah sebanyak 44 kali, dan dari kotak penalti berhasil menciptakan 46 peluang.

Untuk metode delivery yang sering digunakan untuk menciptakan peluang di tiap lokasi bisa dilihat dari Gambar 4.

Gambar 4. Kreasi peluang oleh PSS berdasarkan lokasi (flank, halfspace, dan center), dan metode delivery (late cross, early cross, dll) yang paling sering digunakan.

Dari Gambar 4, dapat dilihat bahwa dari lokasi flank, peluang banyak dihasilkan dari umpan pendek sebanyak 23 kali, dari late cross 23 kali, through ball dan sepak pojok masing-masing sebanyak 15 kali. Sementara itu, di area halfspace dan center, umpan pendek dan through ball menjadi metode kreasi peluang yang paling banyak dilakukan oleh para pemain PSS. Sedangkan dari kotak penalti, PSS berhasil menciptakan peluang dari umpan pendek sebanyak 31 kali, dari late cross 8 kali dan cutback sebanyak 6 kali.

Tembakan

Sepakbola adalah olahraga tim dengan tujuan untuk memenangkan pertandingan. Untuk memenangkan pertandingan, sebuah tim harus mampu mencetak gol lebih banyak dari tim lawan. Usaha mencetak gol dilakukan dengan melepaskan tembakan ke gawang lawan. Dari dua pembahasan di atas, sudah diketahui bagaimana PSS berusaha untuk memasukkan bola ke kotak penalti dan mengkreasikan peluang. Dua usaha tersebut dilakukan untuk satu tujuan, menciptakan tembakan ke gawang lawan demi mencetak gol dan memenangkan pertandingan. Lalu, bagaimana data tembakan yang dilepaskan oleh PSS selama liga 2 musim ini?

Gambar 5. Tembakan yang dilepaskan oleh PSS dan hasilnya berdasarkan lokasi (inside/di dalam kotak penalti dan outside/di luar kotak penalti)

 

Dari 31 pertandingan, PSS mampu melepaskan 408 tembakan ke gawang lawan. Dari dalam kotak penalti sebanyak 213 kali dan sisanya, 195 kali, dari luar kotak penalti. Dari total 408 tembakan tersebut, Gonzales dan rekan-rekan berhasil menciptakan 53 gol (1 gol bunuh diri), 50 gol berasal dari tendangan di dalam kotak penalti dan 2 gol dari usaha tembakan di luar kotak penalti. Sebaran hasil tembakan dari dalam dan luar kotak penalti dapat dilihat lebih lanjut di Gambar 5.

Gambar 6. Tembakan yang dilepaskan oleh PSS dan metode delivery yang paling sering dilakukan

Lebih detail (Gambar 6), tembakan dari dalam kotak penalti paling banyak berasal dari umpan through ball (42 kali), no delivery /tidak berasal dari umpan (42 kali), umpan pendek (41 kali), dan late cross (30 kali). Sedangkan tembakan dari luar kotak penalti sering dilakukan setelah mendapat umpan pendek (69 kali), no delivery/tidak berasal dari umpan (65 kali), dan tembakan tendangan bebas (42 kali).

Lebih banyaknya tembakan yang dilepaskan di dalam kotak penalti dibandingkan dari luar kotak penalti merupakan indikasi yang baik dari proses serangan yang dibangun oleh PSS. Sebab, semakin dekat jarak para punggawa Super Elja mampu melepaskan tembakan dari gawang lawan, peluang terciptanya gol akan semakin besar. Hal ini juga bisa menjadi indikasi bahwa alur serangan yang coba dibangun Ega Rizky dari lini pertama mampu menembus pertahanan lawan. Walaupun dalam satu sisi, PSS juga harus mampu meningkatkan kualitas tembakan yang dilepaskan dari luar kotak penalti.

Gambar 7. Peta tembakan yang dilepaskan oleh PSS

Jadi, secara umum, serangan PSS selama kompetisi Liga 2 cukup baik. 53 gol berhasil diciptakan dari 31 pertandingan. Gol-gol yang tercipta berkat usaha membangun serangan yang baik pula. Berhasil memasukkan bola ke kotak penalti lawan sebanyak 722 kali (23.3 kali per pertandingan), dan mampu mengkreasikan peluang sebanyak 250 kali (8 peluang per pertandingan).

Catatan impresif dari sang juara Liga 2!

Komentar
Dani Rayoga

Football Addict | Physics Lovers | @DaniBRayoga

Comments are closed.