Berita

Coach Seto: Kita Harus Waspada

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Super Elja tengah melakukan ancang-ancang untuk merengkuh tiga poin dalam pertandingan melawan PSBS Biak, pada hari Senin (10/9). Bermain di kandang sendiri, Bagus Nirwanto dan kolega tak ingin kecolongan dari tim asuhan coach Slamet Riyadi yang sedang dalam performa meningkat kala berhasil mencuri satu poin pada pertandingan sebelumnya.

Pelatih Seto Nurdiantoro mengatakan, kekuatan tim di putaran kedua berubah. Semua tim melakukan perbaikan di tubuhnya masing-masing, sehingga tidak mudah bagi PSS untuk melenggang mulus begitu saja.Namun demikian pelatih yang juga menggeluti bisnis ini tetap optimis untuk meraih tiga poin. Ia berharap anak asuhnya dapat tampil lepas dan mengeluarkan seluruh kemampuannya.

“Pertandingan terakhir Biak bisa menahan PSIM, dan kami kalah dari PSIM. Jadi di putaran kedua ini semua tim ingin menjadi lebih baik. Saya rasa biak juga ingin memperbaiki melakukan pergantian pelatih tentunya punya sesuatu yang baru, mungkin juga pemain baru. Artinya kami harus waspada, kami sebagai tuan rumah harus memenangkan pertandingan, itu sebagai target kami. Harapannya pemain lebih tampil lebih lepas, lebih agresif, dan lebih kreatif,” terangnya.

Coach Seto menambahkan beberapa pemain masih belum dapat diturunkan pada laga kali ini. Terutama tiga pemain yang cedera seperti Budy, Adi Nugroho dan Dave Mustaine. Zamzani yang sebelumnya sempat mengisi bangku cadangan justru terserang demam. Sementata Jodi masih dipantau perkembangannya hingga hari terakhir.

“Masih ada beberapa pemain yang cedera. Yang pasti ada 3 yang cedera, Zamzam juga belum fit. Zamzani kemarin sempat demam, tadi pagi tidak ikut latihan. Jodi cukup berkembang dengan baik, masih kita pantau setelah sembuh. Jadi tidak banyak pilihan. Pemain yang ada sekarang lebih bugar, lebih enjoy daripada yang kemarin semoga bisa tampil lebih tanpa beban,” tambahnya.

PSBS Biak disinyalir akan memainkan sepakbola bertahan. Untuk itu, coach Seto sudah menyiapkan kontra strategi agar PSS mampu menjebol pertahanan tim berjuluk Cendrawasih  Kuning tersebut. Ia menginstruksikan penggawa Super Elja untuk bermain lebih simpel dan mengalirkan bola dari kaki ke kaki secara cepat.

“Mereka mungkin akan compact defend,  bermain dengan ciri khas yang lugas. Tim PSS sendiri akan bermain lebih simpel, dan aliran bola cepat,” tambahnya.

Ilham Irhaz yang mewakili pemain saat sesi konferensi mengatakan para pemain siap bekerja keras untuk meraih poin tiga. Hal ini demi menjaga asa PSS bersaing di papan atas klasemen Wilayah Timur.

“untuk pertandingan besok yang penting kita dapat 3 poin, soalnya kalau kita menang terus kan semakin berpeluang lolos ke 8 besar. Karena jarak dengan pemimpin klasemen hanya kalah head to head,” ucapnya.

Sementara itu Pelatih PSBS, Slamet Riyadi, mengatakan timnya sudah siap 100% untuk menghadapi PSS. Satu-satunya kendala yang dimiliki adalah minimnya stok pemain cadangan tim ditambah dengan absennya kiper yang menerima kartu merah di laga sebelumnya.

Tim PSBS siap seratus persen, namun tetap realistis karena hanya ada dua belas pemain saja. Tapi kami tetap berjuang, sebelumnya kita bisa menahan PSIM  di SSA. Kami akan berusaha mengatur tempo dan maksimalkan pemain yang ada,” terang pelatih yang kental dengan sepakbola Sumatera Utara itu.

Komentar
Awaludin

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14