Berita

Coppa Sleman 2018: Mengintip Ketiga Calon Lawan PSS Sleman

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Awal tahun 2018 ini, penikmat sepakbola di Sleman dimanjakan oleh turnamen mini yang berkualitas. Pada hari Jumat (5/1/18) kemarin, pihak klub melalui akun resmi di twitter mengumumkan sebuah turnamen yang bertajuk “Coppa Sleman 2018”.

Turnamen yang rencananya digelar pada 16-20 Januari 2018 ini menghadirkan 2 kontestan dari Malaysia, dan 1 kontestan dalam negeri. Ketiga tim tersebut adalah PKNP FC, PDRM FA, dan Pakindo Mojokerto Putra yang akan saling berjibaku dengan tuan rumah PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo.

Lalu, bagaimana profil masing-masing perserta Coppa Sleman 2018  ini?

  1. PKNP FC

Kelab Bolasepak Perbadanan Kemajuan Negeri Perak. Itulah nama resmi yang disandang oleh klub yang berasal dari Perak, salah satu negara bagian Malaysia. Jika dilihat dari sejarah klub, PKNP FC bukanlah klub yang memiliki sejarah panjang di kancah persepakbolaan Malaysia. Pada tahun 2015, PKNP FC baru resmi dibentuk oleh PKNP Group yang merupakan usaha untuk mengembalikan kejayaan PKNP Group di bidang olahraga pada era 80an dan 90an.

PKNP FC menempuh waktu yang sangat singkat untuk naik ke kasta tertinggi Liga Malaysia. Tahun 2016, klub yang bermarkas di Batu Kawan Stadium ini memulai petualangan mereka di Liga FAM, tingkatan kompetisi kasta ketiga di Liga Malaysia.

Liga FAM sendiri berformat dua wilayah, seperti format Liga Indonesia beberapa waktu lalu.
PKNP FC tergabung dalam grup B yang diisi oleh 9 klub. Pada fase grup, mereka berhasil memuncaki grup B dan lolos ke fase knock-out untuk tergabung bersama 7 tim lainnya. Pada akhirnya, PKNP FC berhasil lolos ke babak final dan bertemu MISC-MIFA dan kalah dengan agregrat 3-1. Walau begitu, dua tim ini berhasil lolos ke Liga Premier Malaysia 2017 yang merupakan kasta kedua Liga Malaysia.

Nasib mereka di Liga Premier 2017 tidak kalah mujur. Bermain di 3 kompetisi dalam satu musim, capaian klub ini terbilang sangat luar bisa. Bermain di Piala FA dan Piala Malaysia, mereka berhasil lolos hingga babak perempat-final. Capaian yang tidak buruk tentu saja, mengingat mereka merupakan klub baru dan hanya berkompetisi di kasta kedua.

Sementara di kompetisi reguler, mereka berhasil menuntaskan musim dengan bertengger di posisi 3, dan hanya terpaut 1 poin dari pemuncak grup. Namun begitu, hasil ini sudah cukup membawa mereka naik ke kasta tertinggi, Liga Super Malaysia 2018.

Pelatih: Abu Bakar Fadzim
Pemain Kunci: Juan Martin Lucero, Shahrel Fikri, Ritus Krjauklis, Sardor Rashidov

  1. PDRM FA

Jika di Indonesia baru-baru ini ada aparatur negara melahirkan klub bernama Bhayangkara FC, di Malaysia lebih dulu lahir klub yang kurang lebih sama bernama PDRM FA atau Persatuan Bolasepak Polis Di-Raja Malaysia. Klub ini diinisiasi oleh Royal Malaysia Police atau POLRI-nya Malaysia.

Prestasi klub berjuluk The Cops ini terbilang naik turun. Sejak berkompetisi tahun 2004 hingga 2017, mereka hanya 4 musim menikmati kasta tertinggi Liga Super Malaysia. Sementara sisanya harus dihabiskan di kasta kedua, termasuk musim terakhir tahun 2017, di mana mereka harus puas berapa di posisi ke-8 Liga Premier Malaysia.

Ada mantan pemain PSS Sleman yang pernah bermain untuk PDRM FA, yakni Si Ular Piton, Budi Sudarsono. Pemain asal Jawa Timur ini pernah memperkuat tim tersebut pada tahun 2007, di masa-masa emasnya. Kala itu, ia menyebrang ke Malaysia bersama Bambang Pamungkas dan Elie Eboy yang berlabuh ke Selangor FA.

Walau begitu, nasib Budi berbeda dengan kedua rekannya. Bambang dan Elie sukses besar di Selangor FA. Sementara Budi Sudarsono harus pulang lebih cepat musim berikutnya dengan catatan minor.

Pelatih: Mohd Fauzi Pilus
Pemain Kunci: Dao Bakary, Khairul Izuan Abdullah, Amir Saiful Badeli, Shahurain Abu Samah

  1. Pakindo Mojokerto Putra

Laskar Mojopahit musim lalu nasibnya lebih baik dibandingkan PSS Sleman di Liga 2. Jika PSS Sleman terbentur dan mentok hanya sampai babak 16 besar Liga 2, Mojokerto Putra bernasib lebih mujur. Mereka bisa mencapai babak 8 besar. Sebuah prestasi yang cukup membanggakan karena sejak awal musim nama mereka hampir tidak dijagokan lolos sejauh ini.

PSS Sleman sebenarnya tidak asing dengan Mojokerto Putra. Dalam beberapa tahun terakhir, Laskar Elang Jawa lebih sering bermain di  Grup Jawatimuran. Sejak tahun 2009, keduanya sudah 6 kali bertemu. Dari 6 kali pertemuan, PSS berhasil menang 4 kali, dan kalah 2 kali. Dalam 2 laga terakhir yang terjadi di ISC-B, PSS Sleman bahkan menang 2 kali dengan skor masing-masing 3-0 di laga kandang dan 0-4 di laga tandang.

Pada musim 2017 lalu, tim ini berhasil melaju jauh dengan skuat muda mereka. Dalam susunan sebelas pemain utama mereka, praktis tidak ada nama yang tergolong moncer. Permainan kolektif, cepat, dan taktis khas Jawa Timur mereka pertontonkan.

Musim lalu, mereka melahirkan bintang baru. Sosok pemain sayap mereka, Indra Setiawan menorehkan raihan gemilang dengan mencetak 11 gol hingga babak 8 besar. Bersaing dengan rising star lain macam Rivaldy Bauwo (Kalteng Putra), dan Irfan Jaya (Persebaya Surabaya)

Pelatih: Redi Supriyanto
Pemain Kunci: Indra Setiawan, Harris Tuharea

Melihat ketiga profil calon lawan PSS Sleman di atas, dipastikan Coppa Sleman 2018 akan berlangsung sangat seru. Kualitas ketiga calon lawan bisa dibilang sedikit di atas PSS Sleman. Namun, bermain di Maguwoharjo tentu tidak akan pernah mudah.

Can’t wait for the battle!

Sumber gambar: Google.com

 

Komentar
Ardita Nuzulkarnaen Azmi

Sleman Fans sejak dalam kandungan, bisa dikontak via akun Twitter @ardhi___ tapi ojo dibully ya…