Berita

Delapan Fakta Menarik Derbi DIY Jilid II

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Derbi DIY yang berlangsung pada 10 Oktober 2018 di Stadion Maguwoharjo telah berakhir. Pertandingan pekan ke-21 Liga 2 ini mempertemukan PSS dengan saudara tuanya, PSIM.

PSS mampu memenangkan pertandingan tersebut dengan skor meyakinkan empat gol tanpa balas. Keempat masing-masing gol dicetak oleh Rangga Muslim, Cristian Gonzales (2), dan Ichsan Pratama.

Ada beberapa fakta menarik yang lahir dari pertandingan tersebut. Mari kita simak.

  1. Derbi kedua yang dilangsungkan tanpa penonton

Berbeda dengan derbi jilid pertama yang berlangsung di SSA akhir Juli lalu, derbi kali ini dilangsungkan tanpa disaksikan oleh suporter kedua tim. Hal ini diputuskan oleh Polda DIY, yang memberikan ijin pertandingan derbi namun tanpa dihadiri penonton.

Ternyata, derbi tanpa penonton juga pernah terjadi beberapa tahun yang lalu. Tepatnya pada 19 Agustus 2014, saat itu PSIM dan PSS bertemu di Mandala Krida. Keputusan tanpa penonton dikeluarkan dikarenakan pada saat itu Mandala Krida sedang dalam renovasi. Walau begitu, pertandingan ini tidak murni dilaksanakan tanpa penonton dikarenakan suporter masih bisa mengintip pertandingan dari pinggir jalan. Saat itu, PSIM dan PSS saling berbagi angka 2-2.

  1. PSS memperbaiki head to head laga derbi

Sepanjang 10 tahun terakhir, PSS dan PSIM telah bertemu sebanyak 8 kali di pertandingan resmi. Dengan kemenangan 4-0 tersebut, PSS memperbaiki rekor pertemuan dengan 3 kali menang, 2 kali imbang dan 3 kali kalah. Ini adalah rinciannya:

  • 11 Oktober 2008 PSS 1-0 PSIM
  • 12 April 2009 PSIM 2-0 PSS
  • 15 Januari 2010 PSS 1-0 PSIM
  • 26 Februari 2010 PSIM 2-1 PSS
  • 29 April 2014 PSS 0-0 PSIM
  • 19 Agustus 2014 PSIM 2-2 PSS
  • 26 Juli 2018 PSIM 1-0 PSS
  • 10 Oktober 2018 PSS 4-0 PSIM

Dengan catatan tersebut, kemenangan ini juga menjadi kemenangan terbesar PSS sepanjang derbi DIY.

  1. PSS menjadi tim paling sedikit kebobolan

Sepanjang Liga 2 musim ini, baik di Grup Barat maupun Grup Timur, ada beberapa tim yang memiliki catatan statistik yang mengesankan. Salah satunya tentu saja PSS. Jika dilihat dari statistik sampai pekan ke-21, PSS hanya kebobolan 13 kali. Dengan jumlah ini, PSS menjadi tim yang paling sedikit kebobolan dibandingkan tim yang lainnya.

Selain PSS, tim yang punya catatan sedikit kebobolan adalah Persis Solo (15 kali kebobolan), dan Kalteng Putra (16 kali kebobolan).

Perbandingan indeks antara GF (Goals For) dan GA (Goals Against) PSS pun menjadi yang paling bagus di antara tim lainnya. PSS memiliki surplus +23 di sepanjang musim. Dengan rincian 36 mencetak gol (Goal For) dan 13 kali kebobolan (Goal Against).

  1. Menjadi salah satu kekalahan terbesar PSIM musim ini

Seperti yang kita tahu, PSIM adalah klub yang memiliki rekor tandang terbaik di Liga 2. PSIM mengumpulkan 16 poin hanya dari laga kandang. Rekor ini jadi yang terbaik dari klub manapun di Liga 2.

Namun, pada derbi DIY ini, PSIM  harus mengakui kedigdayaan PSS sekaligus mencatatkan salah satu kekalahan terbesar mereka di Liga 2. Sebelumnya, mereka harus menyerah 4-1 dari tuan rumah Mojokerto Putra. Pada pekan ke-20, mereka juga mengalami kekalahan 3-0 dari tuan rumah Kalteng Putra.

  1. Dave comeback

Ada satu pemain yang menjadi perhatian pada pertandingan sore itu. Dia adalah Dave Mustaine. Pemain kelahiran Gresik ini sudah lama harus menepi dikarenakan cedera pada kakinya.

Masuk di pertengahan babak kedua, Dave masuk menggantikan Rangga Muslim. Comeback Dave pun sangat berkesan, wasit Ahmad Tuhaera langsung menghadiahinya dengan kartu kuning karena dianggap memprovokasi lawan. Dengan pulihnya Dave, diharapkan kejenuhan di lini tengah PSS dapat terobati dan membuat permainan PSS menjadi lebih hidup.

  1. Capolista

Dengan kemenangan melawan PSIM, PSS memantapkan diri menjadi pemuncak klasemen di Grup Timur. Dengan meraih poin 43, PSS dipastikan tidak terkejar oleh para pesaingnya (Kalteng Putra dan Madura FC). Dengan begitu, di babak 8 besar PSS akan bertemu dengan peringkat 3 Grup Timur, serta peringkat 2 dan 4 Grup Barat. Keempatnya akan tergabung di Grup B.

  1. Rangga, kamu jahat!

Salah satu dialog yang dipopulerkan oleh Dian Sastro di film AADC ini mungkin yang diucapkan oleh para Rangga Lovers. Rangga mencetak gol pertama PSS pada pertandingan ini. Gol tersebut menjadi emosional adalah karena PSIM adalah klub yang membesarkan nama Rangga Muslim. Musim lalu Rangga pindah ke Persebaya, sebelum akhirnya melipir ke Sleman. Mantan emang nyakitin!

  1. Nostalgia bersama Crah Angger

Bagi para suporter yang datang ke Jepara untuk menyaksikan Final ISC B pada akhir Desember 2016, mungkin tidak asing dengan situasi yang terjadi pada derbi kali ini.

Pada laga tersebut, PSS digempur oleh para penyerang PSCS dari sisi kiri pertahanannya. Saat itu, bek kiri dipercayakan kepada Crah Angger. Yang paling menyakitkan tentu saja ketika pada menit terakhir babak perpanjangan, Crah meninggalkan posnya dan berhasil dimanfaatkan PSCS untuk mencetak gol kemenangan.

Pada derbi kemarin, 3 dari 4 gol PSS diawali dari sisi kiri pertahanan PSIM, tempat yang menjadi pos penjagaan Crah Angger. Beberapa kali Lastori dapat memanfaatkan ruang kosong di sisi tersebut dan mengirimkan umpan ke dalam kotak penalti. Terima kasih, Crah.

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad