Cerita

Doa Kami Menyertaimu; Jodi & Waluyo

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Kuartet lini belakang Super Elja memang bisa dikatakan superior untuk saat ini. Bagaimana tidak? dari enam laga yang sudah dihadapi, PSS Sleman menjadi tim yang paling sedikit kebobolan di grup 3 Liga 2. Hanya satu gol bersarang di gawang PSS Sleman yang dijaga oleh Try Hamdani pada partai pembuka. Selepasnya menjadi milik Syahrul Trisna. Dia sukses menjaga “keperawanan” gawang PSS sampai dengan match terakhir kemarin.

Namun cerita belum berakhir disana; kuartet Tedi B – Jodi K – Waluyo – Bagus Nirwanto memang superior ketika mereka bermain bersama. Chemistry yang sudah terbentuk, ditambah lagi Arie Sandy bisa dikatakan sukses menjalankan perannya sebagai pemain jangkar. Pelega dahaga selepas peninggalan Agus “Awank” Setiawan.

Tapi, bagaimana dengan match terakhir kemarin?

Ya, PSS harus kehilangan Waluyo dipertengahan babak pertama. Zamzani yang masuk menggantikan Waluyo, berduet dengan Jodi. dan cukup sukses menjalankan perannya. Lalu tanpa di duga, Jodi pun harus “mandi lebih awal” pula mengikuti jejak Waluyo yang tidak bisa melanjutkan pertandingan karena cedera juga. Di bench hanya tersisa Revi Agung untuk stok pemain belakang kita. Posisinya pun bek kiri, tak mungkin dipaksakan mengisi posisi Jodi sebagai bek tengah.

Lalu skema yang terjadi adalah mengembalikan Arie Sandy ke posisi bek tengah dan memasukan Wahyu Sukarta untuk mengisi posisi Arie Sandy.

Yak, selepas itu kita beberapa kali dibuat deg-deg an oleh penampilan kuartet lini belakang PSS. Wahyu Sukarta yang tidak terlalu sukses di tengah, belum terbentuknya chemistry antara Arie dengan Zamzani, lalu di sisi kanan pertahanan PSS sering kali di gempur oleh para pemain PSGC. Tercatat dua peluang emas dihasilkan oleh para pemain PSGC. Beruntung keduanya gagal dikonversikan menjadi gol.

Sebuah pekerjaan rumah bagi tim pelatih PSS dengan timpangnya kualitas pemain lapis kedua. Setidaknya PSS masih punya 8 pertandingan lagi untuk menyelesaikan fase Group Stage ini.

Lalu kita mulai berandai andai. Duet bek tengah siapa yang paling pantas mengisi starting eleven untuk pertandingan terakhir putaran pertama esok Kamis ini?

Jodi dan Waluyo belum diketahui harus menepi berapa lama. Bagaimana dengan Arie dan Zamzani?
Doa kami semua menyertaimu; Jodi & Waluyo. Get Well Soon.

Pemain baru untuk posisi bek dan gelandang memang sangat dibutuhkan untuk saat ini. Tapi biarlah itu menjadi “dapur” manajemen dan tim pelatih. Mereka sadar dan paham betul akan kebutuhan tim untuk mengarungi sisa kompetisi.

Akhir kata, tim ini dibentuk bukan hanya sebagai pelengkap atau penggembira liga. Tahun ini pasti milik kita. Ale!

Komentar

Comments are closed.