Opini

Dua Wajah Sleman saat Berjumpa dengan Persis Solo

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Dua tahun lalu, tepatnya pada 10 Oktober 2017 di pertandingan terakhir babak 16 Besar Liga 2, PSS dan Persis bertanding di Stadion Maguwoharjo. Kala itu, PSS berhasil meraih kemenangan tipis 2-1 lewat sumbangan gol Imam Bagus dan Dave Mustaine.

Kemenangan atas saudara tua tersebut tidak langsung membuat seluruh stadion bersorak kegirangan. Karena disaat bersamaan, di Pekanbaru, PSPS berhasil membungkam Cilegon United dengan skor 4-0.

Hal ini berarti peluang PSS untuk lolos ke babak 8 besar telah tertutup rapat. Kemenangan sore itu menjadi tidak berarti. Saat itu, untuk ke sekian kalinya, cita-cita para pendukung PSS untuk bisa menyaksikan Super Elja naik kasta kembali harus pupus.

Stadion Maguwoharjo berwajah suram dan sedih, hampir semua orang yang memadati tiap jengkal tribun tertunduk lesu. Ada yang bertatap nanar, ada yang berteriak kecewa, tidak sedikit pula yang kemudian meneteskan air mata.

Stadion mendadak sunyi. Entah siapa yang mengkomando, Lagu Sleman Till I Die dari FNB diputar melalui speaker yang ada di stadion. Menambah air garam ke permukaan luka.

Tak selamanya sayap ini terbang

Suatu saat nanti akan tumbang

Tapi janji kan selalu kupegang

Sleman Till I Die.

Saat itu, tidak sedikit dari pendukung Persis yang datang ke Stadion Maguwoharjo. Tampak dari mereka menenangkan dan memberi semangat untuk Sleman Fans yang sedang kecewa. Sebuah hal yang sungguh sangat berarti buat kami, dan membuat kami ingin berjanji untuk membalasnya suatu saat nanti.

Dua tahun kemudian, tepatnya pada 19 Januari 2019 , kami punya momen yang sangat tepat untuk bisa membalas apa yang kalian lakukan dulu. Celebration Game adalah momen yang tepat untuk bertemu kembali dengan saudara tua kami, Persis Solo.

Sebuah momen yang diartikan sebagai perayaan, kebersamaan, dan tentu saja kebangkitan.

Saat ini, kami akan menerima kalian dengan wajah yang sangat sumringah, tidak seperti saat terakhir kali kalian datang kesini. Air mata yang dulu kalian lihat menetes di pipi, berubah menjadi sebuah senyum bahagia.

Dengan mengundang Laskar Samber Nyawa, besar harapan kami, Persis bisa segera menyusul untuk berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Harapannya semoga tahun depan, giliran kami yang bertandang ke Solo untuk memenuhi undangan Celebration Game dari Persis Solo.

Sugeng rawuh dulur Solo, enjoy Sleman.

#PenakSeduluran.

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad

Comments are closed.