Cerita

Elja Radio Come Back!

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Sejarah Singkat

Ide awalnya lahir dari pertemanan di antara teman-teman Elja Kaskus. Suatu komunitas Sleman Fans yang dikenal dengan pemikiran-pemikiran kekinian dan muthakirnya. Latarbelakang para pendiri yang memang “orang media” seakan menjadi pelicin terealisasinya ide brillian ini. Kenapa Radio? Alasannya simple, ya karena memang belum ada radio milik suporter PSS. Selain itu, ingin menjadi sarana komunikasi antar suporter dan memfasilitasi para perantau yang rindu dengan PSS Sleman.

Ide ini kemudian lanjut dalam ketahap yang lebih serius.  Pada bulan Desember 2012 terpilihlah nama yang hingga hari ini dikenal akrab, Elja Radio. Nama Elja Radio dianggap cukup representatif, singkat serta mudah dihafal.

Dalam perjalanannnya Elja Radio bukanlah sebuah unit usaha manja, radio ini lahir dari keterbatasan dan kesadaran akan totalitas fans PSS Sleman. Ya, “mandiri menghidupi” telah mengakar dalam perjalanan selama masa perjuangannya. Elja Radio mengudara pertama kali hanya didengar oleh kurang lebih 15 orang saja. Radio ini hanya menggunakan server gratisan dengan kuota tidak lebih dari 100 pendengar.

Di lain sisi, ternyata siaran pertama ini justru mendapat respon luar biasa dan dukungan penuh dari berbagai pihak. Gebrakan dibuat pada siaran berikutnya. Dalam on air selanjutnnya mereka menghadirkan narasumber dengan nama terdahulu, yaitu Goal PSSI. Alhasil, respon positif kembali menghujani Elja Radio untuk terus berbenah dan mencoba menghadirkan atmosfir pertandingan melalui layanan radio.

Siaran langsung dari stadion berhasil mereka udarakan, kala pertandingan uji coba pada jeda kompetisi. Mereka kebanjiran berbagai bentuk respon, terutama dari para pendengar perantauan. Ternyata on air di  MIS telah mengobati kerinduan terhadap Laskar Sembada.

“Jadi gini, kami pernah mendapat informasi dari pendengar perantauan yang dulunya suporter PSS Sleman. Menurut pengakuannya, dia sebenarnya hampir lupa dengan PSS Sleman, tapi semenjak mendengarkan Elja Radio dirinya diingatkan kembali dan malah berbalas rindu berat dan klimaks terhadap PSS Sleman. Ini menjadi motivasi kami untuk tetap mengudara”, jelas Bang Arul.

Singkat cerita, server gratisan yang digunakan Elja Radio sudah tidak bisa digunakan lagi. Semua pemangku Elja Radio kembali memutar otak agar tetap bisa mengudara bersama Elang Jawa. Namun, saat Elja Radio on air di MIS untuk kesekian kalinya, ada seorang yang masuk ke ruang siaran. Ia memberikan uang sebesar Rp 300.000. Menurut orang tak dikenal tersebut, uang ini merupakan titipan dari rekannya yang merantau di tanah Borneo. Uang tersebut datang dengan pesan permintaan; jangkauan pendengar diperbanyak dan diperluas lagi.

“Ini merupakan dana pertama yang kami dapatkan dari luar, karena selama ini kami mengelola Elja Radio hanya menggunakan biaya dari saku pribadi. Kami langsung membeli server dengan kuota 200 pendengar dan membeli beberapa alat penunjang lainnnya. Sampai sekarang orang itu tetap misterius, mas”, imbuh Bang Arul lapar.

Tahun 2013, Elja Radio berhasil menjalin kerja sama dengan Jogja Streamer. Salah satu penyedia layanan radio plaftrom online terbesar di DIY.  Menurut catatan yang ada, pada bulan Juni 2013 hampir 11.500 listener mendengarkan Elja Radio. Angka yang luar biasa untuk hitungan sebuah radio streaming. Akhirnya Elja Radio memutuskan untuk 3 kali mengudara dalam seminggu, yaitu hari Senin, Rabu dan Jumat dengan durasi 120 menit siaran.

Elja Radio Collabs

Cerita lain datang setelah kompetisi 2013. Elja Radio ditinggalkan orang-orang pentingnya karena urusan pekerjaan. Hanya tersisa satu orang dan dirasa tidak mampu melanjutkan keberlangsungan radio untuk musim kompetisi selanjutnya. Isu tersebut terdengar hingga Delima Raya, sebuah jalan dimana CS Magazine bernaung.

Majalah tribun selatan ini akhirnya menawari kontrak kerjasama dengan beberapa kesepakatan, salah satunya membawa Elja Radio dalam satu atap. Tak lama gaung bersambut, Elja Radio merapat ke Delima. Ada pro kontra kala itu naik ke permukaan, yang paling jelas tentang ketakutan keberpihakan Elja Radio kepada salah satu komunitas suporter, yaitu BCS.

Isu itu perlahan mulai sirna, seiring Elja Radio terus berkembang dengan sangat baik. Mereka bahkan melakukan open recruitment untuk beberapa job desk dasar radio komunitas. Siaran rutin hingga live music on air justru menjadikan Elja Radio teman setia kala kita akan menutup hari. Likstener, gaestener dan bostener adalah sebutan bagi pendengar setianya dengan segmentasi tertentu. Sapaan akrab ini mugkin bagi anda sekalian cukup melekat hingga hari ini.

Program HAKOK PENAK LIVE menjadi salah satu program yang banyak diminati. Program ini dipandu oleh musisi ternama dan lapar, Jatek SJVNR. Jatek atau yang nama aslinya Jationo merupakan suporter PSS dari Slemania. Hadirnya Jatek ini juga sebagai salah satu bukti bahwa merapatnya Elja Radio bersama CS Magazine bukanlah sekat tebal bagi komunitas lain menyuarakan ide dan kreativitasnya. Program ini juga berkarakter musik dan komedi, seperti representatif dari seorang Jationo.

Masa sulit yang dialami CS Magazine pada akhir 2015 akhirnya juga berimbas pada kejayaan Elja Radio. Tahun 2016 kedua unit usaha media tersebut berhenti berputar. Banyak alasan dan pertimbangan dari keduanya, yang paling jelas ada roda ekonomi yang tidak bisa berjalan dengan semestinya. Masalah klasik bagi media komunitas, meskipun diminati banyak orang tetapi miskin dana.

Elja Radio Come Back

Tepat pada hari senin kemarin, Elja Radio kembali menghangatkan dunia media Sleman Fans. Banyak Sleman Fans yang menyuarkan kerinduannya terutama di lini masa Twitter.  Elja Radio kembali dengan semangat menemani Sleman Fans dalam ragam aktivitasnya.

Untukmu Elja Radio paragraf terakhir ini penulis ambil dari Tere Liye, berikut bunyinya; “Kalau memang terlihat rumit lupakanlah. Itu jelas bukan cinta sejati kita. Cinta sejati selalu sederhana. Pengorbanan yang sederhana kesetiaan yang tak menuntut apapun dan keindahan yang apa adanya.”

Selamat mengudara kembali Elja Radio!

Komentar
Aand Andrean

Bisa bermain bumerang, tapi gagal menjadi atlet hula hoop. Pernah bercita-cita menjadi dokter. Suka rasan-rasan dan berkicau di akun @aancuuk, ojo dibully yo lur...