Berita

Fakta-Fakta Pertandingan Madura FC Melawan PSS Sleman

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSS Sleman harus pulang ke Bumi Sembada tanpa membawa sebiji poin pun setelah Jodi Kustiawan dan kolega dipaksa menyerah dengan skor tipis 1-0. Keunggulan diperoleh tuan rumah Madura FC pada menit ke-67 melalui sang kapten Beny Ashar melalui tendangan yang tak dapat dijangkau oleh Setya Beny. Dengan hasil tersebut Madura FC berhasil mengkudeta PSS dari puncak klasemen Grup Timur dengan keunggulan satu poin saja. Berikut fakta-fakta yang menarik untuk disorot pada laga Madura FC melawan PSS Sleman :

  1. Perubahan komposisi pemain

Coach Seto mencoba melakukan pendekatan strategi berbeda kala bertemu anak asuh Salahudin. Melakukan kontra strategi dari permainan tuan rumah, seto memasang double pivot pada sektor gelandang tengah. Ini pertama kali dilakoni PSS dalam musim ini. Bentuk formasi tersebut bermaksud untuk menetralisir serangan lawan dan memenangkan duel di lini tengah. Dari beberapa pertandingan yang telah dilakoni, Madura FC dikenal memiliki reaksi cepat melakukan pressing ketat kala pemain lawan sedang menguasai bola.

  1. Rekor cleansheet Yoewanto Stya Beny terhenti.

Penampilan gemilang Yoewanto Setya Beni yang nyaris tanpa cela di bawah mistar gawang PSS terhenti. Rekor nirbobolnya runtuh kala di menit ke-67, sepakan Beny Ashar menembus gawang kiper berusia 25 tahun itu. Namun, Beny tetap tampil apik dengan melakukan sejumlah penyelamatan gemilang dan mengagalkan peluang emas tim lawan.

  1. Gonzales kembali bermain

Gonzales akhirnya comeback untuk merumput bersama PSS Sleman setelah sebelumnya harus absen secara tiba-tiba karena permasalahan administrasi. Terakhir Gonzales memperkuat Super Elja kala PSS harus menyerah 1-2 atas Madura FC di Stadion Maguwoharjo. Papito masuk di awal babak kedua menggantikan peran I Made Wirahadi sebagai striker. Sayang, Gonzales belum mampu mencetak gol di laga tersebut. Kini Gonzales kembali menerima kenyataan pahit, lagi-lagi karena ulah Madura FC.

  1. Penyelesaian akhir dan lini depan masih menjadi masalah

Sejumlah peluang berharga masih gagal dikonversi menjadi gol oleh pemain PSS. Alhasil, gawang Madura FC aman-aman saja yang dikawal oleh kiper kawakan Usman Pribadi. Ini merupakan pekerjaan rumah bagi tim pelatih untuk mengasah penyelesaian akhir dan ketajaman pemain depannya. Di sektor sayap, Rangga muslim maupun Rifal lastori pun juga gagal menyelesaikan dengan apik peluang yang didapat. Sama halnya dengan I Made Wirahadi atau Gonzales yang dipasang sebagai penyerang. Pemain depan yang terakhir mencetak gol adalah Tambun Naibaho saat PSS menang 5-0 atas Semeru FC Lumajang, pertengahan Juli lalu. Dari empat laga terakhir, PSS terus menerus menggantungkan nasib pada seorang Slamet Budiono saja.

  1. Kembali menempati posisi dua klasemen sementara

PSS Sleman harus rela turun peringkat menduduki kedua. Poin nihil yang dibawa pulang dari Stadion Ahmad Yani membuat Super Elja untuk sementara tertahan dengan raihan poin. Selanjutnya kompetisi akan memasuki jeda yang cukup lama saat pesta terbesar olahraga se-Asia berlangsung. Kesempatan ini harus dimanfaatkan betul oleh tim pelatih untuk melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh di semua lini.

Komentar
Awaludin

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14