Cerita

Falcao, Pencair Suasana Panasnya Laga

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Berbicara mengenai sepakbola, memang tiada habisnya. Banyak sejuta cerita dan kisah-kisah d idalamnya. Memiliki catatan ciamik dengan segudang prestasi mentereng di liga domestik atau sejarah panjang ikut membangun pesepakbolaan di negaranya adalah salah satunya. Suatu ciri khas, mempunyai julukan yang disematkan juga menjadi suatu keunikan yang dimiliki sebuah tim sepakbola.

Mulai dari julukan karena warna dan lambang klub, semisal Persebaya dengan Bajul Ijo nya, atau Persipura yang sering disebut Mutiara Hitam dan masih banyak lagi klub baik di dalam maupun di luar negeri yang memiliki khas nama julukan tersebut.

Beberapa tim-tim di Indonesia juga memiliki julukan beraneka ragam, mulai warna atau lambang tim tersebut sampai tokoh setempat atau bahkan tokoh-tokoh yang mewakilkan sifat-sifat kepahlawanan daerah seperti yang dimiliki Persiba Bantul, tim tetangga PSS Sleman yang memiliki julukan Laskar Sultan Agung. Pun demikian juga tim kebanggaan PSS Sleman yang mempunyai julukan Super Elang Jawa (Super Elja).

Julukan itu sendiri mengandung arti agar tim perkasa atau garang, baik tokoh asli maupun fiktif ataupun hewan yang disematkan. Sedangkan seperti yang kita tahu, Elang Jawa adalah burung langka dan dilindungi yang ada di Indonesia bahkan Dunia. Sebagai ikon tim,

Pemerintah daerah Sleman sampai membuatkan patung Elja di jalan masuk dari sisi timur Stadion Maguwoharjo. Dan berbicara mengenai maskot, pada sebuah tim olahraga sudah menjadi hal umum. Jika kita sering mengamati pertandingan yang ada di liga-liga Eropa misalnya, sosok maskot tim kebanggan biasa terlihat di pinggir lapangan.

Tentu sang maskot akan sesuai dengan logo, identitas, dan ciri khusus sebuah tim. Di benak banyak orang dan mungkin juga anda, maskot tim identik dengan orang yang menggunakan kostum hewan, bahkan mirip tokoh kartun atau yang lainnya. Walaupun ada juga yang menggunakan maskot dari hewan aslinya seperti yang ada di ibukota Italia Roma. Anda pasti tahu satu kesebelasan biru muda, rival abadi AS Roma. Yak betul sekali, SS Lazio. Sesuai dengan logo kesebelasannya adalah burung Elang, btw sama dengan PSS Sleman juga ya hehe.

Lazio ini juga menggunakan Burung Elang sebagai maskot. Namun ada yang sedikit berbeda dengan yang ada di Sleman dimana ada seseorang yang berada di dalam kostum Elang , tetapi apa yang ada di Lazio ini adalah Elang sungguhan yang diberi nama Olimpia.

Elang jinak tersebut punya tradisi dengan terbang mengelilingi stadion menjelang pertandingan dimulai, sebuah pertunjukkan unik tentunya dibalik pertandingan sepakbola yang menyajikan tontonan seru dan menarik banyak orang. Tak jarang tepukan tangan sering kali menyemarakkan suasana pertandingan kala si Olimpia ini terbang mengudara dengan gagahnya bak siap menerkam lawannya.

Sementara di belahan dunia lain, ada cerita yang sangat menarik namun ekstrim dengan hadirnya maskot unik dengan jenis berbeda lagi datang dari benua Amerika. Adalah klub yang bermain di Major League Soccer (MLS), Portland Timbers. Maskot tim asal kota Oregon ini adalah seorang pria yang jika anda lihat sepintas tidak ada kostum aneh atau embel-embel lainnya. Pria tersebut bernama Joey Webber namun lebih dikenal sebagai Timber Joey.

Timber Joey ini  konon digambarkan sebagai lelaki perkasa dengan gergaji mesin di tangannya. Ia juga terampil dengan memotong rapi gelonggong kayu besar di depannya dengan cukup cepat. Situs resmi Portland Timbers menjulukinya sebagai “True Outdoorsman”. Meski hal ini sangat unik karena diluar kebiasaan tapi hal ini sering menjadi perdebatan karena sangat riskan dan berbahaya terhadap apa yang dilakukannya tersebut.

Tak ketinggalan pada beberapa musim belakangan, saat laga PSS selalu ada seseorang mengenakan kostum ikon tersebut yang diberi julukan The Falcao (Elang). Burung Elang, sengaja dijadikan sumber pemilihan desain boneka. Mungkin pada awalnya banyak orang yang teringat pada salah satu nama pemain sepakbola asal Kolombia, Radamel Falcao. Tidak, nama Falcao sebenarnya adalah sebuah kata dari bahasa Inggris yang berarti burung Elang.

Ada dua maskot yang sering menampakkan dirinya di kala pertandingan kandang PSS Sleman, satu Falcao yang mengenakan jersey PSS dan satu lagi tampil tidak memakai jersey. Kalau tidak salah, Falcao untuk pertama kali muncul di tengah lapangan kala digelar laga antara PSS Sleman kontra PPSM Magelang di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (28/4/2013).

Kehadirannya ditengah-tengah pertandingan tak jarang selalu menjadi hiburan tawa para penonton atas tingkah laku nya diatas rumput hijau. Dikutip dari media cetak Tribun Jogja, adalah Badru Sujali seorang suporter yang menciptakan ikon The Falcao, yang menambah suasana Stadion Maguwoharjo semakin menjadi sarana hiburan saat laga PSS pada Kompetisi Divisi Utama.

Awalnya, cerita pria kelahiran Sleman, 21 Juni 1991, penciptaan tokoh tersebut muncul dari obrolan dengan rekan-rekannya sesama suporter. Ia sering melihat di belahan Eropa atau Amerika, sebuah tim sepak bola jika akan menjalani laga ada ikon yang selalu masuk ke lapangan sebelum laga digelar. Berangkat dari fenomena tersebut, ia ingin meniru dengan caranya. “Saya lihat teman mencoba-coba menggambar sosok The Falcao”.

Gambar tersebut kemudian saya minta untuk membuat dan memesan kostumnya. Kemunculan Falcao tersebut sempat mengundang perhatian beberapa penonton dan juga anak-anak yang hadir di Stadion. Bahkan Falcao tidak luput diajak foto bersama oleh beberapa anggota perangkat pertandingan setelah laga usai.

Kini, Falcao tak hanya sekedar maskot bagi tim yang bermarkas di Stadion Maguwoharjo ini. Beberapa waktu yang lalu telah datang dari salah satu program Sleman Football dimana telah resmi meluncurkan aplikasi game Falcao yang bisa anda download di smartphone anda. Dan terakhir, mengenai maskot memang tidak ada kaitannya baik secara langsung seberapa bagus maskot akan berpengaruh pada prestasi tim, namun kehadiran maskot adalah figur kunci untuk menunjukan klub mensupport para punggawanya. So, we must believe the Falcao will flies so high and be champions!

 

Komentar

Comments are closed.