Cerita

Float: Nikmatilah Lara

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Belakangan ini lini masa sedang hangat oleh cuitan dari teman-teman pandemen PSS Sleman. Perasaan marah, sedih, kecewa, bingung campur aduk jadi satu. Semua pasti merasakannya. Rentetan “kesialan” yang dialami PSS menjadi jawabannya.

Catatan hitam yang dikeluarkan Polda Jateng kepada suporter PSS lalu pertemuan lanjutan seluruh suporter di Jateng DIY oleh Polda Jateng dengan Asprov PSSI Jateng yang diteruskan ke komdis PSSI menjadi awalan “sial“-nya PSS. Dan akhirnya, kita (suporter PSS; BCS & Slemania) dihukum tidak boleh mendampingi PSS untuk empat laga ke depan.

Sebuah kerugian besar tentunya bagi kita dan PSS Sleman sendiri. Bagaimana tidak; kita merugi, PSS yang selama ini menjadi “lebih” dari sekedar hiburan buat kita tidak bisa kita nikmati lagi untuk sementara. Tak ada lagi suara lantang di tribun, tak ada lagi gemuruh yang biasa kita buat tiap pertandingan, tawa dan tangis di setiap laga, dan masih banyak lagi.

Sementara PSS; mereka jelas kehilangan suara kita secara langsung di stadion. Selain itu, dua laga home ke depan praktis tidak ada pemasukan buat tim, sebuah kerugian besar tentunya.

Tak perlu ada pembenaran sampai disini. Yang perlu kita lakukan untuk sekarang ini adalah dengan menahan diri, menahan ego dan hasrat kita. Menjalani hukuman yang ada bukan berarti kita mengikuti alur yang sudah mereka buat. Kita perlu mundur satu langkah ke depan untuk selanjutnya maju dua langkah. Atau mungkin lebih. Menata kembali apa yang seharusnya ditata, menguatkan kembali pondasi yang sudah dibangun, demi PSS yang sedang berjuang dan memperjuangkan mimpi kita.

Akhir kata, ingat lagi mimpi, juga janji-janji, jangan sampai ego atau hasrat kita malah tambah merugikan PSS dari sisi mana pun. Mari kita pertanggung jawabkan rasa cinta kepada PSS. Karena pada dasarnya, tanpa PSS kita bukan apa-apa.

Mengutip sebait lirik lagu dari Float;

percayalah, hati

lebih dari ini pernah kita lalui

tak kan lagi kita mesti jauh langkah

nikmatilah lara…

Komentar