Opini

 Gerbong Terakhir Laskar Sembada

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Bola hasil tendangan bebas Aditya Putra Dewa menghujam gawang Laskar Sembada sekaligus membuka keunggulan bagi tuan rumah Martapura FC. Kurang lebih seperti itulah yang terjadi sebulan lalu. Kini Aditya resmi berlabuh ke tim yang pernah dijebolnya.

Ia adalah pemain baru pertama yang diboyong PSS Sleman ke Stadion Maguwoharjo pada bursa transfer kali ini. Aditya yang berposisi sebagai bek kiri akan bersaing dengan Wirabuana Prayogo. Kedatangannya akan menutup lubang yang ditinggal pergi Yericho Christiantoko.

Kaki kiri Aditya adalah salah satu alasan ia didaratkan ke Sleman. Betapa mematikannya pemain kidal tersebut saat menghadapi bola mati, baik tendangan bebas maupun penalti. Dalam laga-laga selanjutnya, Sleman Fans akan sering melihatnya bergantian dengan Dave Mustaine untuk mengusahakan bola menembus pagar hidup.

Bicara soal penendang bola mati, satu nama lain yang tak asing kembali lagi ke Sleman. Busari akhirnya mendarat di Sleman setelah rumor kepulangannya tak terealisasi pada jendela transfer tengah musim. Kehadiran Busari diharapkan dapat menambal lini tengah Super Elja.

Sebenarnya PSS Sleman telah memiliki Ilham Irhaz dan Dave Mustaine di posisi nomor 8 sebagai gelandang pembagi bola. Akan tetapi, Irhaz tak kunjung berada pada puncak performa setelah mengalami kecelakaan pada saat libur lebaran, sedangkan Dave akhir-akhir ini lebih sering berada di ruang perawatan.

Coach Seto sepertinya mengharapkan Busari dapat menunjukkan kegemilangannya seperti pada beberapa musim silam. Mengingat performanya musim lalu yang tak terlalu apik, mungkin mimpi itu terdengar agak berlebihan. Namun, apa salahnya juga berharap.

Bersama dengan kapten Super Elja musim lalu itu, diperkenalkan juga Ichwan Ciptady. Pemain berposisi bek sentral tersebut diboyong dari Persis Solo setelah Laskar Samber Nyawa gagal lolos ke babak 8 besar. Ia akan menambal lini yang selama ini mempunyai kedalaman skuat terburuk dalam tubuh Super Elja.

Kondisi Jodi yang baru saja dibekap cedera kambuhan, praktis hanya menyisakan Rian Miziar dan Hamdan Zamzani yang cukup bugar. Tambahan pemain diharapkan akan dapat menambah kedalaman skuat di lini pertahanan, sehingga tak perlu lagi meminjam Arie Sandy dari pos gelandang bertahan.

Ichwan tak sendiri dari Solo. Ia datang ke Sleman ditemani kompatriotnya di lini belakang, Asyraq Gufron. Walaupun tak selalu diturunkan bersama-sama di klub lama mereka, kedua pemain tersebut merupakan kepingan gembok pertahanan kokoh Persis Solo yang baru jebol 16 kali selama di fase grup.

Saat Gufron pertama kali muncul dalam sesi latihan PSS Sleman, ada satu sosok anyar lagi bersamanya. Ia merupakan penyerang yang pernah mengeluh kesusahan ketika dimainkan sebagai striker tunggal saat masih berseragam kuning a la Persegres Gresik.

Keluhan yang dia ungkapkan nyatanya tak terbukti pada dua musim terakhir. Bermain bersama Martapura FC, Qischil Gandrum Minny tetap terlihat nyaman sebagai penyerang sembari memberi ruang rekannya untuk melebar.

Di Sleman, Qischil menggantikan I Made Wirahadi yang mengundurkan diri dari tim. Mantan pemain Persik Kediri tersebut kembali bersua dengan Cristian Gonzales dan akan saling bersaing untuk mencuri perhatian tim pelatih. Qischil sendiri lihai dalam duel bola udara. Selain itu, ia juga mempunyai sentuhan pertama yang ciamik ketika menerima umpan-umpan panjang dari lini belakang.

Selain menambal kepergian Wirahadi, PSS Sleman juga mendapatkan pengganti untuk Tambun Naibaho. Sosoknya tak begitu asing, ia adalah pemilik jersey nomor 7 musim lalu. Yang agak berbeda, kali ini Rosi Noprihanis diberi peran untuk lebih ke tengah, alih-alih beroperasi di flank.

Bersama Persiba Balikpapan musim ini, ia memang sering bermain sebagai penyerang. Di atas lapangan, Rosi bergantian dengan Beni Oktavianto untuk mengisi pos nomor 10 dan nomor 9. Kran golnya juga mengucur deras bersama Beruang Madu. Ia tercatat sebagai top skor tim asal Balikpapan tersebut dengan sepuluh gol.

Sebagai penutup transfer, Laskar Sembada mendatangkan pemain yang telah membuat ramai linimasa sosial media. Proses kepindahannya yang melibatkan dua tim dengan status rival memberikan suasana tersendiri. Datang dengan status pinjaman, Hendika Arga Permana resmi berseragam hijau saat mengikuti sesi latihan di Stadion Maguwoharjo.

Hendika adalah jawaban atas pertanyaan yang muncul saat jendela transfer tengah musim berakhir. Kala itu, PSS Sleman gagal mendatangkan pemain bertipe playmaker. Isu kedatangan Syakir Sulaiman yang berembus saat itu tak jua muncul buktinya. Kini, kedatangan kapten PSIM Yogyakarta tersebut membuat Ichsan Pratama mempunyai pesaing yang setara.

Sejatinya, Hendika juga mampu bermain di pos nomor 8 sebagai pembagi bola. Akan tetapi, kegemilangannya lebih terlihat jika bermain sebagai gelandang yang berada di belakang striker. Kemampuan Hendika dalam mencari ruang dan timing yang bagus saat berlari untuk menerima cut-back di kotak penalti serta insting mencetak golnya yang baik merupakan kombinasi sempurna.

Komentar
Andhika Gilang

Perintis @tapakbola. Dapat dihubungi secara personal melalui akun @AndhikaGila_ng