Cerita

Hukuman yang Akan Menguji Cinta Kita

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Hari ini (31/7) PSS Sleman bertolak ke Pekalongan untuk persiapan menghadapi Persip Pekalongan. Keberangkatan yang amat berat setelah sanksi dijatuhkan. Empat laga tanpa penonton, dua di rumah dan dua di kandang lawan.

Hukuman yang menghantam mental seluruh elemen. Sanksi itu hadir ketika kita belum selesai bersuka cita merayakan puncak klasemen. Kesedihan yang datang di tengah serentetan kabar bahagia, mulai dari hasil laga yang bagus, juga kedatangan para pemain baru yang langsung nyetel dengan gaya melatih Freddy Muli.

Tapi, sesedihnya kita dengan hukuman itu, seyogyanya tak membuat kita larut dalam kesedihan. Cinta tetap tak beranjak. Dukungan tetap mengalir meski tak ada lentangan suara di tribun stadion pada empat laga ke depan.

Mengantar hingga perbatasan, sekali lagi telah menunjukkan satu hal yang amat krusial: PSS tak pernah berjalan sendirian. Dukungan tak pernah surut meski sanksi begitu berat.

Ketika kita tidak melakukan protes besar-besaran terhadap sanksi yang mengusik hati kita, sejatinya kita sedang belajar. Belajar untuk mendukung PSS dalam bentuk lain. Tidak ada dukungan di stadion tapi selalu ada cara lain untuk mendukung.

Lagipula dengan tidak memprotes terlalu keras dan mencoba legowo menerima hukuman, bukankah kita sedang mendukung PSS? Mendampingi di saat susah dengan tidak membuat PSS menerima hukuman tambahan.

Anak-anak SD yang membentangkan dukungan di sepanjang jalan Magelang itu mungkin tak tahu menahu mengapa mereka tak boleh menonton Super Elja. Tapi, rasa cinta itu senantiasa bergetar di hati mereka.

Jika tidak boleh mendukung langsung, maka ekspresi cinta dan dukungan bisa dilakukan di luar stadion. Apabila tak bisa menyaksikan laga di rumah sendiri nantinya, maka doa-doa yang kita panjatkan di saat pagi dan petang akan memperkuat kaki-kaki para pahlawan dalam laga.

Selalu ada cara untuk mendukung. Hukuman ini bukan pertama kali kita terima. Sebelumnya, kita berhasil menciptakan kreasi-kreasi baru dalam mendukung tim kebanggaan kita.

Mari kita terima hukuman ini sebagai salah satu bentuk introspeksi untuk bisa mendukung dengan lebih baik di masa mendatang. Hukuman tidak akan membuat kita lemah, tapi akan memperkuat kita, karena di saat-saat seperti inilah kita menyadari dan memahami arti penting hubungan kita dengan PSS.

Komentar
Joko Sembada

Menanti waktu untuk menikmati teh di beranda rumah bersamamu, dik...