Cerita

Ini Sleman: Arti Sebuah Kemenangan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Bagi sebagian orang, bermain sepak bola adalah untuk menang. Menang dalam hal ini adalah mencetak gol lebih banyak daripada lawan, dengan kata lain merujuk pada hasil akhir pertandingan. Karena memang sejatinya, bermain bola adalah berlomba untuk mencetak gol.

Bagi saya, menang tidak melulu soal skor akhir, menang mempunyai arti yang lebih luas. Menampilkan permainan yang apik, suasana stadion kondusif, dan suporter yang mengagumkan merupakan arti kemenangan dalam arti yang lebih luas. Semua hal itu selalu bisa kita nikmati saat PSS bertanding di Stadion Maguwoharjo.

Suasana stadion yang kondusif memberikan jaminan kepada semua orang yang ingin datang ke stadion. Jaminan bahwa stadion adalah tempat yang aman bagi semuanya: pria, wanita, tua, muda, bahkan balita. Stadion Maguwoharjo bisa memberikan jaminan tersebut kepada semua Sleman Fans.

Terbukti dari banyaknya wanita yang datang ke stadion tanpa khawatir akan terjadi sesuatu terhadap mereka. Bahkan banyak juga yg turut serta membawa keluarga mereka untuk merasakan langsung atmosfer pertandingan di stadion.

Sering kita lihat di berita bahwa akhir-akhir ini banyak terjadi kekerasan terhadap suporter di Indonesia. Suporter PSS Sleman seolah ingin menampik semua tuduhan itu. Mereka membuktikan bahwa tak selamanya kefanatikan itu identik dengan kekerasan, kerusuhan dan kericuhan. Mereka tetap kondusif selama di dalam maupun di luar stadion. Fokus mereka hanya kepada PSS Sleman, tidak untuk yang lainnya.

Kesan seram yang selama ini melekat pada suporter, tampaknya tidak berlaku untuk orang-orang yang bernaung di bawah nama BCS. Saat mereka (BCS) berada di satu tribun dengan suporter lawan tidak ada sedikitpun gesekan yg terjadi. Yang ada malah mereka saling sapa dan berjabat tangan dengan ramahnya.

Sungguh pemandangan yang sangat luar biasa. Di mana sepakbola tidak memandang kaya atau miskin, kulit hitam atau putih, tubuh tinggi atau pendek, semua melebur jadi satu. Mengingatkan bahwa sepak bola adalah alat pemersatu.

Vlog Presiden Jokowi saat pembukaan Piala Presiden 2017 menjadi bukti berikutnya bahwa suporter fanatik yang ada di Sleman bisa menjadi daya tarik tersendiri. Yang lebih spesial lagi adalah, Vlog tersebut adalah yang pertama kali diunggah Presiden Jokowi di akun YouTube miliknya.

Dalam vlog nya, Jokowi menyebutkan sedang berada di pertandingan sepak bola yang meriah (merujuk kepada suporter). Saat itu, Presiden Jokowi berbicara dengan latar belakang koreo 4D yang sedang ditampilkan oleh BCS.

Dukungan penuh suporter kepada tim kebanggaan memang akan berpengaruh langsung kepada penampilan pemain di lapangan. Semakin keras chants yang dinyanyikan, semakin bersemangat pemain di lapangan. Memberikan lecutan semangat para pemain untuk bermain lebih baik lagi.

Kembali ke pertandingan Piala Presiden 2017 antara PSS vs Persipura. Di atas kertas memang Persipura jauh lebih unggul dari PSS, sehingga banyak yang memastikan Persipura akan memenangkan laga pembuka tersebut. Namun, di sinilah peran suporter berpengaruh.

Mereka (BCS) selalu mempunyai cara sendiri untuk menurunkan mental lawan. Dengan terus menerus memberikan semangat lewat chant-chant yg jauh dari kata rasis dan provokatif, sehingga PSS mampu menahan imbang Persipura. Pemain PSS sendiri mengakui bahwa suporter yg antusias dari mulai antri tiket sampai berada di stadion membuat mereka mempunyai gairah lebih dalam bermain.

Saya yakin akan banyak kenangan dan pelajaran yang dapat dirasakan oleh mereka yg hadir langsung di stadion. Pelajaran tentang arti kemenangan, seperti yang telah dijabarkan di tulisan ini. Terimakasih kepada PSS dan semua elemen penyokongnya, telah memberikan berbagai pelajaran positif kepada kami, Sleman Fans. Tetap kuat selayaknya pohon jati yg semakin lama semakin kuat. Dan tetap rendah hati layaknya padi yg semakin tua semakin merunduk. Ale!!

#PekanMenulisSlemanFans

Komentar

Comments are closed.