Cerita

Juara ini Juga Untukmu, Paijo!

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Ada satu hal menarik yang ditampilkan pada laga final Liga 2 2018 antara PSS melawan Semen Padang. Pada pertandingan kali ini, coach Seto mengenakan jersey third PSS kala mendampingi tim dari pinggir lapangan.

Hal ini tidak biasa, karena sebelumnya Seto biasa mengenakan pakaian bergaya casual ketika berada di pinggir lapangan. Tidak cukup sampai disitu, Jersey berwarna hitam tersebut adalah milik dari Hendika Arga Permana, dengan nomor punggung 88.

Seperti kita ketahui, Hendika Arga adalah eks pemain PSIM yang kemudian berlabuh dan menjadi bagian dari PSS sebelum babak 8 besar dimulai. Setelah sempat beberapa kali ikut berlatih bersama skuat Super Elja, Arga secara mengejutkan memutuskan untuk mundur dari tim dan pensiun dini dari sepak bola profesional.

Hal ini tentu menjadi hal yang sangat mengejutkan, karena usianya belum menginjak kepala 3 dan sedang dalam performa yang apik sebagai pemain bola. Bahkan Seto menyebutkan bahwa Arga memiliki kesempatan untuk mencapai level Liga 1.

Ada pesan yang begitu dalam dan tulus dari apa yang dilakukan Seto ketika mengenakan Jersey pemain asli Bantul ini. Seto mengatakan bahwa dia juga ikut bertanggung jawab atas keputusan gantung sepatu tersebut. Ditambah lagi, ada satu cita-cita Arga yang ingin coba Seto penuhi.

Selain itu, ada satu hal menarik, bahwa tim PSS tidak mencoret Hendika Arga dari daftar pemain. Arga menjadi pemain resmi PSS yang didaftarkan ke PT LIB. Hal ini berarti dia masih menjadi bagian dari tim PSS yang menjuarai Liga 2 2018.

“Kami tidak mencoret Arga meski dia telah mundur dari tim. Dia tetap jadi bagian dari tim PSS. Ia punya cita-cita dan janji pada almarhum ayahnya untuk bisa membawa salah satu tim DIY lolos Ke Liga 1,” ungkap Seto.

Patut kita apresiasi langkah dari tim PSS yang tetap mengakomodasi keinginan salah satu pemainnya. Bagaimana mereka berusaha mengakomodir cita-cita dari pemain bola yang ingin bermain bola dengan gembira, yang ingin menikmati bermain sepakbola di manapun dia berada.

Yang kemudian dijelaskan oleh Arga “Sulit bagi saya untuk mendapatkan kebahagiaan serta kebebasan dengan keadaan yang seperti saat ini.”

Pada akhirnya, dengan mengenakan Jersey dari Hendika Arga, Seto ingin mengatakan: Juara ini Juga Untukmu, Paijo!

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad