Berita

Hisyam Tolle : “Ke depannya Kita Harus Lebih Baik Lagi”

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSS Sleman telah mengirim sinyal bahaya kepada pesaing-pesaingnya sebelum jeda bulan Ramadan. Sempat terseok-seok di awal kompetisi, kini PSS mulai bangkit dengan sukses mencatatkan dua kemenangan berturut-turut dan memantapkan posisi kedua di klasemen Wilayah Timur Liga 2. Terakhir, Laskar Sembada sukses mengandaskan Martapura FC dengan skor tipis 1-0.

Kemenangan berharga tersebut mendapat tanggapan positif dari kapten PSS Sleman, Ahmad Hisyam Tolle. Ia bersyukur atas kemenangan di laga tersebut, dan berharap agar permainan lebih baik lagi di laga selanjutnya.

“Alhamdulillah ya kita menang, kedepannya ya harus jauh lebih baik. Mudah-mudahan lebih baik lagi,” jelasnya.

Super Elja memang sudah tampil baik dalam laga itu. Dalam catatat statistik PSS tampil dominan dengan menguasai pertandingan. Penguasaan bola hingga 63% dicatatkan oleh tim racikan Seto Nurdiantoro. Jumlah penguasaan bola terbesar yang dicatat PSS sepanjang Liga 2 musim 2018 bergulir. Catatan tembakan yang mereka lepaskan juga mengesankan. Total ada 17 tembakan dengan 8 diantaranya sukses mengarah ke gawang.

Lini pertahanan yang digalang oleh Hisyam Tolle dan kolega juga tampil apik. Berkali-kali lini pertahanan PSS Sleman berhasil mengagalkan upaya serangan balik Martapura FC yang dimotori oleh Aidil Bogel di sayap kiri dan Uko Wahyu di sayap kanan. Namun upaya bola-bola mati mesti pendapat perhatian khusus, karena lawan cukup mampu memanfaatkan melalui situasi tersebut. Beruntung tim tamu gagal menceploskan bola ke gawang Setya Beni Yoewanto.

PSS juga sempat mendapatkan dua hadiah penalti. Namun peluang emas itu urung menjadi gol lantaran eksekusi Tambun Naibaho dan Dave Mustaine harus mentah oleh mistar gawang. Bila melihat laga-laga sebelumnya, Hisyam Tolle lah yang sering dipercaya sebagai eksekutor tendangan penalti.

Saat ditanya tentang gagalnya dua penalti tersebut, Tolle cukup menanggapi dengan bijak situasi yang terjadi pada laga tersebut. Menurutnya Tambun dan Dave cukup siap untuk tampil sebagai algojo penalti, sehingga Tolle memberikan penalti kepada dua pemain tersebut.

“Dia (Seto) suruh yang lebih siap kalau ada yang lebih siap yaudah ambil. Tambun bilang saya siap, ya sudahlah ambil,” jelas Tolle.

Para rekan-rekan media juga sempat menanyakan kepada Tolle  ketika coach Seto dipojokkan dengan pertanyaan peluangnya menangani PSS Sleman ke depan. Saat itu ruang konferensi pers menjadi riuh. Tolle mengatakan ada sedikit perbedaan saat coach Seto memberikan materi latihan.

“Ada perbedaan ya, pasti ada. Dilihat dari cara permainan juga sudah berbeda,” tambahnya.

Sementara itu coach Seto Nurdiantoro mengapresiasi pemainnya. Karena dalam laga tersebut ia hanya memberikan motivasi dan ternyata membuahkan progres permainan. Termasuk dua penalti yang didapat merupakan murni didapat dari perjuangan para pemain.

“Saya apresiasi pemain. Dari dua pertandingan mereka tampil all-out, dari Biak kesini ada progres cara bermain. Mudah-mudahan ini bisa kita tingkatkan ke depannya. Sebenarnya kita juga banyak peluang, ada dua penalti tapi saya tidak ingin ke sana. Tapi itu murni penalti kok menurut saya,tapi ya ketenangan pemain, mungkin karena kemauan pemain yang luar biasa jadi tembakannya naik terus. Saya ambil sisi positif, artinya kita berjuang bukan untuk mencari penalti,kita mencari menang untuk mencetak gol. Dan akhirnya kita cetak gol melalui permainan.” Jelas coach Seto usai pertandingan.

 

Komentar
Awaludin

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14