Opini

Kegagalan Herkis Sebagai Juru Racik PSS Sleman

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Tak ada yang tahu apa yang akan dimasak Chef Herkis. Selama berkali-kali kesempatan saat pramusim, tak pernah satupun ia memasukkan bumbu yang sama ke dalam lapangan. Hingga kompetisi sebenarnya dimulai, tak pernah ada yang tahu apa yang diinginkan Chef Herkis.

Sembilan puluh menit pertama, semua mengira Chef Herkis akan memasak masakan pedas dengan memainkan I Made Wirahadi di depan. Benar saja, umpan-umpan silang diberikan kepada penyerang asal Bali tersebut, namun tak satupun yang memanjakannya.

Memang rasa pedas mulai terasa ketika Dave Mustaine mencetak gol pertama ke gawang PS Mojokerto Putra. Namun, hingga pertengahan babak kedua rasanya masih kurang menggigit. Sadar akan hal itu, Chef Herkis mengganti cabai yang sebelumnya ia pakai dengan jenis cabai yang lebih mantap. Wirahadi ditarik digantikan Cristian Gonzales.

Masuknya El Loco membuat merica di sayap kanan menjadi makin garang. Thaufan Hidayat yang selalu macet di babak pertama tiba-tiba menjadi mimpi buruk bagi tim tamu. Satu gol dan satu assist-nya membuat kubu tamu tak kuasa menahan pedas.

Namun di akhir pertandingan, masakan Chef Herkis menjadi tak terkendali. Terlampau pedas hingga meracuni lini pertahanannya sendiri. Ega Rizky menjadi satu-satunya pemain yang tak lepas kontrol. Dia pula yang akhirnya berkali-kali menyelamatkan kegilaan lini di depannya. Walaupun pada akhirnya jebol juga.

Sebelum laga kedua dimulai, sudah ada bayangan tentang masakan Chef Herkis. Tinggal bagaimana mengatasi kepedasan masakan yang membuat anak asuhnya menggila di menit-menit akhir, maka rampung sudah resep yang dapat dinikmati publik Maguwoharjo.

Namun, Chef Herkis mementahkan prediksi tersebut. Merasa masakannya di pertandingan pertama masih terlalu buruk, ia mencoba resep yang berbeda. Alih-alih memainkan Gonzales yang menjadi bumbu kunci masakannya, ia memilih Tambun yang jelas-jelas memiliki cita rasa berbeda. Jika Gonzales merupakan cabai pedas, maka Tambun adalah gula yang manis.

Begitu starting line-up menyeruak ke media, Sleman Fans menduga Chef Herkis akan memasak hidangan manis dengan memberikan Tambun banyak umpan terobosan. Lagi-lagi dugaan mereka salah besar. Chef Herkis tetap ingin membuat masakan pedas, meskipun bumbunya secara alami memiliki rasa manis.

Hal tersebut jelas terlihat saat umpan-umpan silang kerap dilakukan, padahal Tambun bukanlah sosok yang tepat untuk meyelesaikan umpan tersebut. Masih ditambah lagi penampilan Yudi Khoerudin dan Adi Nugroho yang hambar. Bagaimana bisa ia menginginkan suatu masakan tetapi memasukkan bumbu yang salah ke dalam penggorengan?

Di pertengahan babak kedua, Chef Herkis mencoba memperbaiki keadaan. Ia mengganti Tambun dengan bumbu yang tepat. Gonzales sempat membuat pedasnya hidangan Chef Herkis menjadi terasa saat ia mencetak gol melalui titik putih. Namun, apa daya masakannya terlampau tidak karuan. PSS Sleman tumbang di kandang dan Sleman Fans muntah-muntah.

Pertandingan ketiga, Yudi, Adi, dan Tambun ditinggal. Chef Herkis membawa Gonzales dan Wirahadi dalam keranjangnya, lalu berangkat ke Gresik. Jelas ia akan membuat masakan pedas lagi. Malangnya, sesaat sebelum pertandingan dimulai, ia kehilangan cabai terpedasnya. Gonzales tidak dapat tampil.

Tak apa, Chef Herkis masih membawa cabai lainnya. Wirahadi turun sebagai starter di depan. Lagi-lagi Chef Herkis membuat masakan tak terduga. Ia memainkan Wirahadi, tetapi melayaninya dengan umpan terobosan yang biasanya diberikan kepada Tambun. Ia mencoba memasak hidangan manis dengan memasukkan cabai!

Walaupun Wirahadi sempat memberikan hadiah penalti, tetapi PSS Sleman lagi-lagi gagal menang. Sehari berselang, Heri Kiswanto mundur dari posisinya sebagai juru masak. Pria asal Aceh tersebut pergi dengan meninggalkan sebuah pertanyaan besar, sebenarnya selama ini hidangan apa yang ingin ia sajikan kepada Sleman Fans?

Komentar
Andhika Gilang

Perintis @tapakbola. Dapat dihubungi secara personal melalui akun @AndhikaGila_ng