Berita

Kontra Persegres, PSS Sleman Siap Turunkan Pemain Terbaiknya

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Jelang menjamu Persegres GU di Stadion Maguwoharjo pada Selasa (4/9), PSS Sleman pantang kendur mematok target poin tiga. Meski tengah dilanda badai cedera, tim pelatih sudah mempersiapkan sejumlah alternatif lain guna mengamankan persaingan posisi papan atas di klasemen sementara Grup Timur.

Coach Komar yang mewakili tim pelatih pada sesi konferensi pers mengatakan, skuat PSS sudah siap untuk mengandaskan perlawanan tim tamu. Tim pelatih telah mengintruksikan pemain untuk tampil fight demi mendapatkan poin tiga. Menurutnya tim PSS tetap solid meski ditinggal beberapa pemain yang masuk meja perawatan.

“Jadi PSS untuk pertandingan besok sudah siap tampil fight untuk memenangkan pertandingan. Untuk kondisi pemain memang mengalahkan Persegres besok sore ada beberapa yang masih cedera tapi tidak mengurangi kekuatan PSS untuk bisa,” jelasnya

Sejumlah pemain belum bisa diturunkan antara lain, Adi Nugroho yang menjalani masa pemulihan pasca operasi, Dave Mustaine dan Slamet Budiono yang masih cedera engkel,  Jodi Kustiawan yangmasih belum fit pada latihan terakhir. Sementara Vandy Prayoga harus absen lantaran akumulasi kartu kuning.

Pelatih yang akrab disapa Bang Komar itu juga menambahkan, beberapa pemain pengganti juga telah siap diturunkan. Ia berharap para pemain tersebut bisa menampilkan permainan yang maksimal sekaligus menambah jam terbang mereka di kompetisi resmi.

“Selama ini kita mencoba pemain-pemain pengganti itu agar bisa memiliki kekuatan dan kemampuannya seimbang. Ini tantangan juga bagi pemain yang jarang diturunkan untuk menunjukkan performanya. Harapan saya tidak ada pengurangan performa, karena yang saya lihat mereka memiliki motivasi yang tinggi untuk bisa menunjukkan kemampuannya dan masuk tim inti. Jadi kita mencoba membuat kompetisi didalam tim secara konstruktif yakni bersaing secara sehat. Siapa yang siap itu yang kita mainkan supaya kemenangan selalu ada di tim kita,” jelasnya secara konkret.

Sementara itu Persegres GU juga tengah memasuki masa transisi. Tim berjuluk Laskar Joko Samudro mengalami perombakan besar kala memasuki putaran kedua, tercatat lima pemain baru didatangkan oleh manajemen, termasuk mantan penggawa Super Elja, Thaufan Hidayat. Tak hanya pemain, pelatih juga turut di evaluasi dengan mencopot coach Puji Handoko dan menggantinya dengan pelatih kawakan coach Sanusi Anwar.

Pelatih berusia 64 tahun itu mengatakan pihaknya siap tampil full team dan memberikan permainan terbaik. Menurutnya para pemain dalam kondisi yang bagus untuk mencuri poin di Sleman. Ia juga sempat menyanjung tim tuan rumah yang menurutnya merupakan tim yang bagus serta kemampuan coach Seto yang kini tengah mengambil lisensi AFC-Pro.

“Tentu kami datang untuk dapat poin, walaupun kita tahu bahwa tim tahun rumah itu tim yang bagus. Tapi saya tahu  bertul sudah dari beberpa tahun lalu sleman itu tim yang bagus, baik saat waktu masih ditangani Freddy Muli waktu saya lihat, kemudian coach Seto kan lagi ngambil Pro  tentu timnya lebih bagus lagi. Saya hanya berharap pertandingan besok bisa aman, lancar dan tidak ada masalah, kami akan semaksimal mungkin mencuri poin,” pungkasnya.

Saat ini PSS Sleman masih menduduki peringkat kedua klasemen dengan 25 poin, selisih dua poin saja dari pemuncak klasemen Madura FC. Sementara Persegres GU tertahan di posisi 11 dan masuk ke zona degradasi dengan koleksi 10 poin.

Komentar
Awaludin

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14