Cerita

Kristian Adelmund dan Totalitas Seorang Suporter

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Ada satu hal menarik di Semifinal Leg 2 Liga 2 2018 di Stadion Maguwoharjo, Rabu (28/11) lalu. Bukan tentang penuh sesaknya Stadion Maguwoharjo, bukan juga koreo yang ditampilkan. Hal menarik itu adalah datangnya Kristian Adelmund ke Stadion Maguwoharjo untuk mendukung PSS.

Apa yang membuatnya begitu menarik?

Berada di kursi VIP tribun biru, Adelmund mengenakan celana pendek, dan Jersey home PSS musim ini dengan tulisan “I Can’t Stop Falling In Love With You” di bagian belakang. Di depan Adelmund, ada CEO PSS, Bapak Soekeno. Sedangkan di samping kanan ada Qischil Gandrum yang menemaninya. Di sekelilingnya, ada banyak mata yang tertuju kepadanya.

Tampak ada satu dua orang yang meminta berfoto bersama. Dia pun dengan senang hati menerima ajakan para penggemarnya.

Sepanjang sore itu dia fokus pada pertandingan, sambil sesekali memegang handphone-nya untuk sekedar update instastory suasana di dalam stadion.

Ketika PSS mencetak gol, dia ikut merayakannya bersama dengan penonton yang lainnya. Ikut melompat kegirangan dan bertepuk tangan.

Di akhir pertandingan, dia ikut turun ke lapangan bersama dengan pemain-pemain lainnya. Dia berkumpul bersama pemain lainnya di tengah lapangan dan menyanyikan anthem “Sampai Kau Bisa” bersama seisi stadion.

Mungkin beberapa pemain PSS heran dan bertanya-tanya. “Siapa bule ini kok tiba-tiba ikut turun ke lapangan dan ikut selebrasi.”

Hal yang wajar karena terakhir Adelmund membela PSS adalah pada tahun 2014. Mungkin hanya pemain-pemain lawas seperti Busari, Zamzani, dan Wahyu Sukarta yang mengenal sosoknya. Juga Gonzales yang sempat satu tim ketika di Arema Chronous.

Puncaknya, adalah ketika seluruh tribun selatan meneriakkan namanya. Adelmund langsung tanggap dan mendatangi tribun selatan untuk memimpin mereka menyanyikan chant.

“I Can’t Stop Falling In Love With You”

—-

Kristian Adelmund adalah contoh Suporter yang gila!

Mungkin itulah yang tepat untuk menggambarkan apa yang dilakukan oleh Kristian Adelmund.

Dari beberapa waktu lalu, Adelmund memang sempat mengatakan bahwa jika PSS berhasil masuk ke semifinal, dia akan datang ke Sleman untuk mendukung langsung PSS. Sebuah janji yang dia katakan, di kalangan Sleman Fans mungkin  dikenal sebagai sebuah nadzar. Dan pada akhirnya, Adelmund memenuhi janjinya dengan benar-benar datang ke Sleman.

Perlu digarisbawahi, Adelmund datang ke Sleman sebagai seorang suporter PSS. Dia tidak datang ke Sleman sebagai pemain bola, seperti yang dia lakukan terakhir kali (saat dia membela Persela Lamongan).

Saya sebut dia sebagai suporter yang gila, adalah fakta bahwa dia datang dari Belanda menuju sebuah kabupaten kecil di Indonesia: Sleman.

Jarak antara Rotterdam dengan Sleman jika dilihat dari Google Maps adalah 14.742 km. Kumpulan angka yang langsung membuat semua orang bergeleng-geleng kepala. Belum ketika kita menghitung harga tiket yang harus dikeluarkan. Melihat flight dari Amsterdam menuju Jakarta, harga tiket berkisar antara 15-20 Juta, dengan perjalanan selama 15-20 jam. Itu baru sekali jalan, belum dihitung biaya pulang-pergi.

Siapa yang segila itu menempuh 14 ribu kilometer dan mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk menonton sebuah klub kasta kedua, di negara dunia ketiga? Jawabannya adalah: Kristian Adelmund.

Adelmund adalah gambaran dari totalitas seorang suporter dalam mendukung klub kesayangannya. Walaupun tidak setiap pertandingan dia mendukung PSS secara langsung, namun dia selalu mengikuti perkembangan PSS walaupun dari Belanda. Dia selalu memberikan dukungan untuk PSS baik saat menang ataupun kalah.

Dia tidak pernah mencium bendera PSS, tidak pernah bersumpah setia kepada Super Elja, namun kecintaannya kepada PSS tidak perlu diragukan lagi.  Ini adalah bukti bahwa cinta bukanlah sesuatu yang dipaksakan, bahwa cinta akan datang dengan sendirinya. Ketika cinta datang dari hati, maka itu adalah cinta suci.

Terkadang cinta memang mengalahkan Logika, dan Adelmund adalah salah satu contohnya.

—-

Mungkin banyak Sleman Fans yang berharap dia kembali menginjakkan kaki di rumput Stadion Maguwoharjo bukan sebagai suporter PSS, namun sebagai pemain Super Elja.

Apakah itu mungkin?

Kita tunggu saja.

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad