Berita

Libur lebaran, PSS Sleman Masih Sisakan Sejumlah Pekerjaan Rumah

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSS Sleman resmi meliburkan para pemainnya guna melakukan mudik ke kampung halaman terhitung mulai dari tanggal 9 Juni hingga 20 Juni. Terkait hal tersebut, praktis pemain mendapatkan jatah libur lebaran selama 10 hari  sebelum berkumpul kembali untuk melaksanakan latihan perdana pada sore hari di tanggal 20 Juni.

Namun hingga menjelang waktu mudik Idulfitri, PSS Sleman tetap memantapkan taktik di bawah asuhan Seto Nurdiantoro. Dalam sesi latihan terakhir tersebut PSS meladeni perlawanan dua tim tamu sekaligus di Stadion Maguwoharjo yakni KKK Klajuran dan PS Wedomartani.

Hasilnya PSS Sleman mampu meraih kemenangan 4-0 atas KKK Klajuran yang diperkuat mantan pemain PSS, Vicky dan Angga Setyawan. Serta menang 2-0 lewat brace Dave Mustaine atas PS Wedomartani.

Menyikapi atas hasil tersebut, coach Seto mengatakan bahwa timnya berusaha mematangkan taktik sebelum libur tiba. Pada laga uji tanding tersebut, pemainnya dirasa masih cukup ngoyo untuk mengalirkan bola dari area pertahanan sendiri menuju lini serang.

Lain halnya pada babak kedua, menurut pelatih berusia 44 tahun itu, justru PSS mampu tampil lebih tenang dan enjoy dalam melakukan progresi ke depan atau transisi serangan.

“Pemain lebih enjoy di babak kedua, kalo kita lihat babak pertama bisa dibilang ngoyo. Yang kedua anak-anak sudah fokusnya pengen pulang, ya saya maklumi, tapi karakter bermain tidak boleh hilang,” jelasnya.

Mengenai pemahaman filosofi permainan yang coach Seto ingin terapkan, ia melihat masih belum maksimal. Menurutnya ada beberapa pekerjaan rumah yang harus segera dirampungkan ketika pemain pulang dari libur lebaran nanti. Hal ini disebabkan karena kondisi para pemain masih belum stabil.

“Ya masih sedikit ada beberapa di sana. Misal seperti babak kedua tadi minimalkan seperti itu. Kondisi mereka masih dalam kondisi belum stabil, ada beberapa mengalami penurunan, dan ada yang mengalami peningkatan,” tambahnya.

Lebih lanjut, secara keseluruhan Seto menyimpulkan bahwa momen Safari Ramadan dan latihan laihan di bulan puasa ini dimaksimalkan lebih kepada pemahaman cara bermain saja. Karena sebagian besar pemain  dalam kondisi berpuasa, maka latihan fisik tidak dapat digenjot secara berat.

Di sisi lain, tim pelatih tetap menekankan secara intensif program latihan yang menunjang dari sisi chemistry antarpemain dan  perbaikan-perbaikan terhadap filosofi permainan yang ia ingin terapkan setelah kompetisi kembali dimulai

“Saya bilang sebelumnya, di puasa tidak bisa terlalu untuk fisik sih, cuma dari sisi maintenance saja. Dari sisi teknik dan chemistry sudah mulai nampak lagi. Kita sudah kenalkan 4-4-2 flat sama 4-4-2 diamond, sebagai perkenalan aja. Yang penting pemain tahu cara bermainnya, walaupun tidak diterapkan secara terus menerus tapi mereka sudah paham. Jadi suatu saat mau mengubah dalam satu pertandingan, jadi mereka sudah nggak kaget. Tapi nanti kita akan coba rangsang lagi untuk kesana,” tutup mantan pemain tim nasional itu sambil bermaaf-maafan dengan wartawan setelah sesi wawancara.

Komentar
Awaludin

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14