Berita

Lima Catatan Heri Kiswanto dari Laga Melawan Bhayangkara FC

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSS mengalami kekalahan 0-2 dalam laga uji tanding melawan Bhayangkara FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman (28/2). Namun, ditemui seusai pertandingan Herkis –sapaan akrab Heri Kiswanto—tak begitu risau, karena ini selayaknya dimaknai sebagai bagian dari proses pembentukan tim jelang Liga 2 musim 2018.

Walaupun demikian, Herkis akan terus melakukan evaluasi. Setidaknya ada lima catatan yang disampaikan oleh pelatih yang musim lalu menukangi Persela Lamongan di Liga 1 tersebut.

PSS buruk dalam antisipasi bola silang

“Lini belakang masih buruk dalam mengantisipasi bola silang, salah satu gol lawan tercipta melalui sepak pojok,” ujar Herkis mengenai gol pertama Bhayangkara yang dicetak oleh Herman Dzumafo Epandi.

Mantan penyerang PSPS Riau yang sudah berkewarganegaraan Indonesia itu memanfaatkan sepak pojok yang dilakukan oleh Paulo Sergio. Gol dari sepak pojok atau bola silang ini juga terjadi ketika takluk dari Persebaya Surabaya beberapa waktu lalu.

Herkis mengaku ini sudah diketahui dan sebenarnya sudah mulai ada program latihan untuk mengantisipasi bola silang, baik yang berasal dari umpan silang maupun sepak pojok. Karena bisa jadi riskan jika kita lemah dalam menghadapi bola-bola silang di liga mendatang.

Antisipasi pemain asing dan membaca pergerakan lawan

Masih terkait lini belakang, Herkis menyebutkan jika pemain belakangnya sudah diwejangi untuk berhati-hati ketika menjaga pemain asing Bhayangkara.

“Pemain asing itu kan punya keunggulan dibanding pemain kita, salah satunya bisa dilihat bagaimana langkah kakinya lebar dan cepat,” tutur Herkis. Ketika menyebutkan kalimat tersebut, pelatih yang semasa bermain berposisi sebagai libero ini sedang merujuk pada proses gol kedua Bhayangkara.

Dzumafo bisa dengan lihai merebut bola dan mengelabui dua pemain sekaligus. Jika kita kita bisa membaca pergerakan dan mengatisipasi aksi lawan, maka kita akan keteteran untuk bereaksi. Lambat bereaksi akhirnya menjadi kalah langkah dan dalam sepakbola itu fatal akibatnya.

PSS masih butuh pemain yang bisa menjadi leader

“Saya sudah katakan sebelumnya ke teman-teman (jurnalis), PSS ini masih membutuhkan seorang pemain yang bisa menjadi leader (pemimpin),” kata Herkis menjawab pertanyaan dari salah satu rekan media.

Menurutnya, PSS membutuhkan pemimpin yang bisa menjadi jenderal di lapangan. Memotivasi dari dalam dan meredakan emosi pemain saat laga berjalan. Dia mencotohkan kejadian Tolle dengan Paulo Sergio.

Tolle sudah terlihat emosional sebelumnya, jika ada seorang pemimpin yang meredakan emosinya, Herkis yakin tidak sampai ada kejadian seperti itu yang berakibat diusirnya Tolle dari lapangan.

Ichsan Pratama tampil lumayan

“Ichsan Pratama ya tampil lumayan tadi, cukup bisa memberi pengaruh di tengah,” jawab Herkis mengenai rekrutan baru PSS. Ichsan dalam laga melawan Bhayangkara bermain sejak menit pertama.

Dia tampil lumayan walaupun diyakini belum mengeluarkan seluruh kemampuannya. Ichsan bisa jadi salah satu andalan PSS di musim 2018.

Bagian proses pembentukan tim yang solid

“Ini masih proses pembentukan tim. Saya mulai membangun tim ini dari 0 (nol), jadi semuanya membutuhkan proses. Saya bukan tukang sulap yang bisa langsung bikin tim jadi bagus,” jelas Herkis mengenai performa timnya.

Di empat laga uji tanding terakhir, PSS memang menang dua kali atas FC UNY dan Persak Kentungan, serta mengalami kekalahan dari Persebaya dan Bhayangkara. Dua kekalahan terjadi di Maguwoharjo.

Tapi, Herkis tak terlalu khawatir karena ini bagian dari pembentukan tim. Apalagi kedua tim yang mengalahkannya berada di satu level di atas PSS. Kekalahan hal yang lumrah dalam sepakbola, yang terpenting bagaimana PSS mengevaluasi diri dan berkembang setelahnya.

“Pertandingan tadi akan jadi bahan evaluasi. Kami akan menyaksikan rekaman pertandingannya lagi nanti bersama-sama,” tambah Herkis, untuk memperjelas bahwa tim pelatih sudah menyiapkan rencana evaluasi timnya.

 

Komentar
Joko Sembada

Menanti waktu untuk menikmati teh di beranda rumah bersamamu, dik...