Berita

Lima Fakta Menarik Pertandingan PSD Demak vs PSS Sleman

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSS Sleman berhasil mengawali pertandingan pertama di Piala Indonesia 2018  dengan kemenangan tipis 0-1 atas tuan rumah PSD Demak. Laga yang digelar di Stadion Citarum tersebut menjadi saksi atas gol semata wayang Adi Nugroho melalui titik putih.

Dengan hasil positif ini, PSS berhak untuk melanjutkan langkahnya ke babak 64 besar Piala Indonesia 2018. Laga yang berlangsung di tengah-tengah kepadatan jadwal Liga 2 ini tentu diwarnai sejumlah kejadian menarik untuk kita simak. Berikut lima fakta menarik PSD Demak melawan PSS Sleman:

  1. Lesakan gol pertama Adi Nugroho bagi Super Elja di kompetisi resmi sebagai starter.

Adi Nugroho yang didatangkan PSS musim ini dari Semen Padang akhirnya mampu menunjukkan kapasitasnya. Setelah sebelumnya tampil apik dalam ajang Coppa Sleman 2018, Adi harus berusaha keras untuk mendapatkan tempat utama. Tak jarang ia mesti mengembara ke berbagai posisi. Pada akhirnya usaha yang ia lakukan tidak sia-sia, satu gol berhasil ia cetak melalui eksekusi penalti ke gawang PSD Demak. Ojo dumeh.

  1. Penampilan perdana Wahyu Sukarta dan Akbar Zakaria di pertandingan resmi.

kedua pemain ini mendatkan kesempatan bermain di laga resmi. Wahyu Sukarta yang  telah tiga musim terakhir ini berseragam PSS harus bersaing keras untuk mendapatkan hati tim pelatih. Sebagai putra daerah, anggota Karang Taruna Dusun Denggung ini juga layak untuk mendapat kesempatan seperti Hamdan  Zamzani. Sementara itu, Akbar Zakaria mesti bersabar menanti kesempatan bila performanya tak kunjung tune-in dengan gaya permainan coach Seto musim ini. Come on, boys!

  1. Clean sheet Setya Beni di bawah mistar gawang PSS Sleman.

Penampilan Yoewanto Setya Beni di bawah mistar gawang PSS Sleman sebenarnya cukup menjanjikan. Bila melihat catatan statistik, mantan kiper tim Beruang Madu musim lalu ini mampu mempertahankan gawang PSS tanpa kebobolan di dua pertandingan yang telah dilakoni sebelumnya. Bila ditambah dengan hasil melawan PSD Demak, total ia telah mengumpulkan tiga kali clean sheet. Ojo nganti kelebon yo, Mas.

  1. Dominasi pemain lapis kedua.

Menghadapi jadwal padat di bulan Juli, tim pelatih mesti memutar otak agar anak asuhnya tidak kelelahan yang bisa berdampak pada kebugaran di atas lapangan. Bukan bermaksud merendahkan kualitas pemain yang diturunkan sejak awal laga, namun kesempatan ini bisa menjadi momentum untuk mengembalikan kepercayaan diri dan mental bertanding menghadapi laga resmi.

Bila mampu menunjukkan penampilan yang bagus, bukan tak mungkin pemain-pemain tersebut akan menggantikan posisi pemain yang biasa mengisi starting line-up PSS Sleman. Jika tidak, siap-siap saja untuk angkat koper.

  1. Kembalinya I Made Wirahadi setelah absen lama.

Satu-satunya pemain PSS asal Pulau Dewata ini masih berkutat dengan pemulihan cedera. Hari-harinya sebagai seorang pemain masih ia habiskan dengan mesra bersama  fisioterapis Sigit Pramudya. Di Liga 2 musim ini, penyerang berusia 35 tahun ini telah membukukan 2 penampilan tanpa  pernah mencetak gol. Semoga dengan diturunkannya kembali sebagai ujung tombak saat meladeni PSD Demak, dapat mengembalikan instingnya sebagai striker mematikan. Now or never, Made.

Komentar
Awaludin

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14