Berita

Lima Fakta Menarik PSS Sleman Versus Persiwa Wamena

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSS sukses mengandaskan perlawanan tamunya Persiwa Wamena dengan skor tipis 1-0. Adalah Slamet Budiono yang tampil sebagai pahlawan melalui gol tunggalnya. Dalam laga yang dipimpin oleh wasit Ridwan Pahala asal Jawa Barat tersebut, anak asuh Seto Nurdiantoro mencatatkan beberpa pencapaian. Berikut lima fakta menarik pertandingan PSS Sleman melawan Persiwa Wamena.

  1. PSS pertama kalinya menjadi capolista

Setelah menutup laga dengan kemenangan 1-0, PSS Sleman dipastikan menempati posisi pertama klasemen sementara Liga 2 Wilayah Timur. PSS sukses menggeser Madura FC yang hanya bermain imbang 1-1 kontra tuan rumah Persiba Balikpapan. Dengan tambahan tiga poin ini PSS berhak mengumpulkan 25 poin dari 12 pertandingan, unggul tipis satu poin saja dari Madura FC. Ini pertama kalinya PSS berada di puncak klasemen sejak Liga 2 bergulir. Adem lur.

  1. Slamet Budiono lanjutkan trend mencetak gol.

Pemain kelahiran Boyolali 22 tahun yang lalu ini ternyata merupakan sosok pemain haus gol. Ia mampu mencetak 6 gol dari 8 penampilan terakhirnya. Meski bukan berposisi sebagai striker, namun Budigol memiliki naluri untuk melakukan finshing yang baik sehingga gol demi gol pun berdatangan. Pergerakannya yang liar, membuat lini pertahanan lawan kalang kabut untuk menjaganya. Bila penampilannya terus konsisten, bisa saja Budigol dicoba untuk digeser lebih ke depan menampati posisi sebagai striker. Umpamane.

  1. Stya Beny kembali tampil cleansheet.

Kerja keras Beny selama latihan terbayar tuntas. Dibawah arahan coach Listiyanto Raharjo, Beny selalu memberikan effort lebih saat menerima materi yang diberikan. Meski demikian posisinya belumlah aman, mengingat ada Ega Rizky dan Try Hamdani yang hadir sebagai kompetitor yang cukup berat. Hingga pekan ke-12 ini, penampilan impresifnya di bawah mistar gawang PSS ditunjukkan dengan belum adanya satu gol pun yang bersarang dalam 5 kali penampilan. Anti Bobol Bobol Club.

  1. Kran gol dari Tambun dan Wirahadi masih seret.

Tambun Naibaho yang tampil sejak awal laga harus rela menambah panjang puasa golnya. Memang Tambun juga mampu mengacak-acak pertahanan lawan. Namun beberapa kali ia gagal memanfaatkan peluang emas yang diterimanya. Setali tiga uang dengan Wirahadi. Sejak sembuh dari cedera, pemain yang telah malang melintang bermain di klub-klub besar ini masih belum menemui ketajamannya. Bila  keduanya tak kunjung memberi kontribusi positif, siap-siap saja posisinya digantikan oleh Cristian “El-Loco” Gonzales. Bujel.

  1. Dua rekrutan anyar tampil sebagai starter.

Guna menambah kekuatan di putaran kedua, PSS Sleman mendatangkan Jodi Kustiawan, Amarzukih, dan Try Hamdani. Ketiganya diharapkan mampu menggantikan posisi sejumlah pemain yan keluar. Jodi dan Amarzukih langsung tampil sebagai starter dan bermain selama 90 menit penuh. Bahkan Jodi mengambil alih peran sebagai kapten tim. Sementara itu Try Hamdani masih harus berjuang untuk mendapatkan tempat di tim utama. Bedo nasib.

Komentar
Awaludin

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14