Opini

Lima Hal yang Perlu Diantisipasi PSS Jelang Semifinal Leg 2

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSS Sleman dengan cukup impresif mampu menahan imbang tanpa gol Kalteng Putra FC di kandangnya. Stadion Tuah Pahoe yang sempat diguyur hujan membuat kedua kesebelasan tak mampu mengembangkan permainan terbaiknya.

Hal tersebut sangat menguntungkan PSS Sleman karena leg kedua nanti akan digelar di Stadion Maguwoharjo. Sudah barang tentu Rangga Muslim dan kolega akan didukung penuh oleh ribuan suporternya.

Namun, bermain di laga home pada fase semifinal bukan suatu perkara mudah. Tuntutan untuk memenangkan pertandingan bisa menjadi bumerang bagi kubu tuan rumah. Β Kalteng Putra tentu belum mengubur impiannya untuk lolos otomatis ke Liga 1. Apalagi kalau tim berjuluk Laskar Isen Mulang ini mampu mencuri gol di menit-menit krusial. Hal ini tentu akan membuat pekerjaan PSS menjadi lebih berat.

Kami telah merangkum beberapa faktor teknis yang perlu diantispasi Super Elja jelang menghadapi laga semifinal leg kedua. Faktor-faktor tersebut bukan hanya dari kubu tim tamu, namun juga berasal dari internal PSS Sleman sendiri. Berikut lima hal yang perlu diantisipasi PSS guna melakoni laga semifinal leg kedua :

  1. Kemampuan duel udara Wirahadi

Pemain yang telah malang melintang di persepakbolaan Indonesia ini jelas patut dijaga ketat oleh lini pertahanan PSS Sleman. Meski tak lagi berusia muda, namun Wirahadi tetap menjadi pemain yang berbahaya.

Pada pertandingan leg pertama, Wirahadi sempat beberapa kali menunjukkan kelebihannya dalam memenangkan duel-duel udara di depan gawang PSS Sleman. Beruntung ketangguhan Ega Rizky mampu mementahkan peluang-peluang tersebut. Selain itu, pertemuan dengan mantan biasanya membuat pemain lebih termotivasi untuk menunjukkan kemampuannya.

  1. Serangan dari sayap Kalteng Putra

Keunggulan anak asuh Kas Hartadi yang patut diantisipasi PSS Sleman adalah serangan melalui sisi sayap yang diisi Kushedya H. Yudo. Nama tersebut kini tengah menjadi sorotan media akibat aksi impresifnya saat fase penyisihan grup dan babak delapan besar.

Yudo Β merupakan salah satu motor serangan paling berbahaya yang dimiliki Kalteng Putra. Yudo beroperasi melalui sayap kiri dan sering melakukan manuver-manuver ke dalam kotak penalti.

Pada leg pertama lalu, pemain yang khas dengan rambut pirangnya itu harus absen karena akumulasi kartu. Namun di leg kedua, Yudo kemungkinan besar mengisi satu tempat di starting line-up. Bagus Nirwanto harus bekerja keras bila tak ingin dilangkahi sayap enerjik bernomor punggung 99 ini.

  1. Kebugaran pemain

Menarik apabila kita menantikan kebijakan dari tim pelatih untuk menentukan materi sebelas pertamanya. Kebugaran pemain tengah diuji setelah menjalani jadwal antarlaga yang sangat padat.

Bila mengusung susunan pemain yang sama saat bertandang ke Kalteng, coach Seto perlu mengantisipasi seberapa jauh pemainnya itu mampu bertahan dalam 2×45 menit. Masih ada nama-nama seperti Zamzani, Budi dan ilham Irhaz yang bisa dipilih sebagai pilihan sebagai pemain utama.

  1. Lengah di menit-menit akhir

Problem ini sudah muncul sejak fase penyisihan grup. Coach Seto mengatakan, ia senantiasa mengingatkan para pemainnya untuk tetap waspada dan konsentrasi sepanjang pertandingan. Namun dengan tensi pertandingan yang tinggi dan stamina yang terkuras, pekerjaan tersebut menjadi tidak mudah. Kita berharap penggawa Super Elja mampu fokus dan menjaga konsentrasinya hingga peluit akhir dibunyikan.

  1. Beban Pertandingan

Laga home terakhir musim ini bukanlah pertandingan yang mudah. Kalteng Putra akan mengerahkan seluruh kemampuan dan berbagai cara untuk meraih kemenangan. Sementara itu, beban pertandingan akan langsung bertumpu pada pemain PSS yang notabene bermain di depan ribuan Sleman Fans. Tim pelatih dan tim psikolog harus membuat pemain enjoy untuk menghadapi pertandingan tersebut, dan mengamati siapa-siapa saja yang sudah siap secara mental untuk diturunkan sejak menit pertama.

Terakhir, lewat tulisan ini kami berpesan, perbanyak doa-doa kita agar pemain PSS Sleman diberikan kekuatan dan kemudahan untuk memenangkan pertandingan. Bakar semangat pemain selama bertanding di lapangan. Dan jadilah saksi akan sejarah yang kelak bisa menjadi kebanggaan untuk diceritakan kepada anak cucu kita nanti.

 

Komentar
Awaludin

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14

Comments are closed.