Opini

Membedah Pergerakan Terakhir Super Elja di Bursa Transfer

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Cristian Gonzales muncul di Tribun VIP Stadion Maguwoharjo bersama anaknya kala PSS Sleman berjumpa Persiwa Wamena. Sehari sebelumnya, El Loco sempat tertangkap sedang menata rambut di salah satu barber shop di Sleman. Beberapa jam kemudian, manajemen Super Elja telah meresmikan penyerang kelahiran Uruguay tersebut menjadi bagian dari tim di putaran kedua Liga 2.

Gonzales sebenarnya sudah bergabung sejak awal musim, tetapi tersandung masalah dengan klub yang ia bela sebelumnya, Madura United. Terkait hal itu, manajemen PSS Sleman telah menunjukkan keseriusannya. Terbukti kini El Loco dapat bergabung kembali dengan PSS Sleman.

Dalam beberapa kesempatan di putaran pertama, memang Seto tampak pasrah dengan masalah itu. Kepada media, berkali-kali ia mengungkapkan kalimat yang intinya sama: tidak usah berharap kepada Gonzales. Namun, kedatangan mantan striker timnas Indonesia tersebut tentu akan membuatnya sumringah kali ini.

Pasalnya, paska ketiadaan Gonzales saat bertandang ke Gresik, Seto berusaha mengembalikan Adi Nugroho ke pos penyerang. Adi memang pernah bermain sebagai penyerang di Semen Padang, tetapi kala itu ia sudah nyaman bermain sebagai gelandang tengah. Dan mengembalikan seorang pemain ke posisi lamanya bukanlah perkara mudah.

Usaha keras Seto terhadap Adi menunjukkan bahwa timnya memang membutuhkan penyerang lain selain Made Wirahadi dan Tambun Naibaho. Bergabungnya kembali Gonzales ke tim akan menutup lubang di lini depan tersebut. Selain itu, ia juga memberikan pilihan yang lebih banyak kepada Seto untuk memilih skema menyerang.

El Loco memang bukan lagi pemain yang bisa berlari lincah di antara bek-bek lawan seperti Samsul Arif. Namun, yang perlu dipahami adalah dalam sepak bola saat ini seorang penyerang tak harus beratribut seperti itu. Tengok saja striker yang dipakai Prancis kala memenangi Piala Dunia tahun ini.

Gonzales bisa bergerak menarik salah satu bek maupun keseluruhan garis pertahanan awan, kontrol bolanya juga ciamik untuk menahan bola maupun memantulkannya, positioning dan sundulannya juga mematikan untuk skala Liga 2. Tinggal kini bagaimana Seto memutar otak untuk mengakomodasi segala kelebihannya.

Sementara itu, beberapa jam sebelum transfer ditutup, manajemen PSS Sleman mengumumkan kedatangan bek tengah dari Martapura FC yang baru saja mencetak gol ke gawang Persegres Gresik di pertandingan sebelumnya. Dia adalah Rian Miziar.

Memakai nomor 4 saat latihan di Stadion Maguwoharjo sehari setelah diumumkan, Rian merupakan kepingan terakhir bagi puzzle Seto di posisi bek tengah. Setelah ditinggal Yudi Khoirudin, Hisyam Tolle, Sahrul Kurniawan, dan Syamsul Chaeruddin, skuad Super Elja memang krisis lini belakang. Bahkan, belum teraratasi setelah datangnya Jodi Kustiawan.

Hal itu terlihat saat laga kandang melawan Persiwa Wamena. Arie Sandy harus ditarik mundur lagi ke belakang ketika Hamdan Zamzani diistirahatkan. Walaupun pemain berdarah Makassar tersebut lihai mengisi pos bek tengah, namun juga meninggalkan lubang di posisi gelandang bertahan. Dalam laga tersebut, Amarzukih praktis tak memiliki pelapis.

Kedatangan Rian menjadi salah satu solusi atas ketimpangan itu. Kini, lini belakang Laskar Sembada lebih ideal. Dengan adanya tiga bek tengah dan hanya memainkan dua diantaranya dalam skema empat bek berarti kini PSS Sleman sudah mempunyai bek tengah murni yang menjadi back up dua bek lain yang bermain.

Selain sebagai penambal lini belakang, Rian juga memiliki kelebihan yang tak dipunyai dua bek tengah lainnya, yakni versatilitas. Saat dia bertemu PSS Sleman ketika masih berkostum Persita Tangerang di kompetisi ISC B pada tahun 2016, Rian ditugaskan menjadi bek kiri kala itu. Hal itu membuat kedatangannya ke Sleman menjadi nilai tambah tersendiri bagi tim asuhan Seto Nurdiantoro.

Selain Rian, solusi permasalahan di lini belakang dituntaskan oleh transfer gelandang bertahan asal Persiwa Wamena, yakni Taufiq Febrianto. Pemain berambut gondrong tersebut diproyeksikan untuk melapisi Amarzukih sebagai pemutus serangan. Sedangkan Arie Sandy dapat ditarik mundur menjadi bek tengah, posisi yang ia mainkan di awal karirnya sebagai pesepakbola profesional.

Faktor usia jelas menjadi kelebihan Taufiq. Mengingat Amarzukih sudah menginjak pertengahan kepala tiga, memainkannya selama 90 menit dalam setiap pertandingan bukanlah sesuatu yang bijak. Masalah tersebut dapat diatasi dengan bergabungnya Taufiq yang menjadi tambahan darah segar di kubu Super Elja.

Selain itu, saat melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, dalam beberapa kesempatan Taufiq terlihat tak hanya bisa merebut bola tetapi juga bisa melakukan dribble ke depan. Hal itu jarang diperlihatkan oleh Amarzukih maupun Arie Sandy yang lebih sering memberikan umpan pendek kepada gelandang lain setelah menghentikan serangan.

Kini, Seto sudah bisa lega karena beberapa lubang yang terdapat dalam skuadnya sudah mulai tertutupi. Satu-satunya yang masih menganga adalah gelandang serang. Problem ini sudah ada sejak Heri Kiswanto memegang tim dan pada bursa transfer kali ini belum juga terselesaikan.

Saat ini PSS Sleman mempunyai tiga gelandang tengah. Dengan Dave dan Irhaz beratribut sebagai pengalir bola dari lini belakang yang posisinya selalu lebih turun, praktis hanya Ichsan Pratama yang berperan sebagai gelandang serang. Hingga kini, ia belum punya pelapis yang benar-benar setara.

Kebutuhan akan back up gelandang serang tersebut bukan hanya untuk berjaga-jaga jika Ichsan cedera saja. Bahkan, dalam kondisi seperti biasanya, Ichsan selalu terlihat kelelahan di menit-menit akhir pertandingan.

Pernah dicoba Irhaz masuk menggantikannya dan berdampingan dengan Dave. Sayang sekali duet Irhaz dan Dave tidak lebih baik dari duet Dave dan Ichsan maupun Irhaz dan Ichsan. Saat ini bursa transfer sudah ditutup. Satu-satunya yang bisa dilakukan hanyalah berharap Ichsan dapat meningkatkan kondisi fisiknya dan tidak diterpa cedera selama putaran kedua.

Komentar
Andhika Gilang

Perintis @tapakbola. Dapat dihubungi secara personal melalui akun @AndhikaGila_ng