Opini

Menanti Racikan Seto di Maguwoharjo

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Menjelang pertandingan melawan Martapura FC, kita tentu berharap banyak pada angin segar yang dibawa oleh Seto Nurdiantoro. Meski hanya didapuk sebagai caretaker sementara, namun ekspektasi fans boleh dibilang cukup tinggi terhadapnya. Terlebih pelatih berusia 44 tahun ini sempat membesut PSS pada musim 2016 dan membawa PSS masuk final kompetisi ISC-B.

Sebenarnya kelangsungan sepak terjang coach Seto sebagai pelatih sementara masih harus menunggu keputusan manajemen untuk mendatangkan pelatih baru atau tidak. Mengingat  perjalanannya menimba ilmu lisensi AFC-Pro yang menguras tenaga, pikiran, dan waktu.

Seto sendiri merupakan pelatih yang karier kepelatihannya cukup stabil dan konsisten. Ia tidak buru-buru mengambil job sebagai pelatih utama walau kesempatan itu ada. Salama ini ia berproses dengan baik; meniti karier kepelatihan sembari terus belajar megambil kursus kepelatihan.

Selama menjadi pelatih PSS, terlihat Seto memberikan sentuhan yang berbeda dari pelatih-pelatih senior yang juga pernah menangani PSS, yakni kepercayaan kepada pemain muda, permainan yang lebih modern dan pendekatan antarpribadi kepada pemain.

Di laga debut yang dilakoni Seto musim ini sebagai pelatih, ia berhasil membawa poin maksimal dari laga tandang melawan PSBS Biak. Sebuah hasil yang patut disyukuri tentunya untuk kembali menaikkan kepercayaan diri pemain. Seto mengaku tak ingin banyak mengubah pakem permainan tim kerena kompetisi sudah berjalan, sehingga akan sangat riskan jika perubahan strategi dilakukan secara drastis.

Mengusung formasi 4-3-3, Seto memang tak banyak mengubah komposisi pemain saat laga sebelumnya melawan Persegres. Ia hanya mengganti pemain yang sedang mengalami cedera atau yang sedang tidak fit.

Di sisi lain Seto menunjukkan kepercayaannya pada sosok pemain muda yang dimiliki skuat PSS. Seto memberi kepercayaan penuh kepada Zamzani lantaran belum pernah tampil dalam laga resmi musim ini. Keputusan berani lainnya yang diambil Seto dalam laga melawan PSBS adalah mendapuk M. Sahrul bermain sebagai holding midfilder.

Berkaca kembali ke belakang, kondisi yang dialami PSS saat ini tidak berbeda jauh saat kompetisi ISC-B 2016 lalu di mana kala itu PSS memiliki kedalaman skuat yang bagus yang juga didominasi oleh pemain-pemain muda yang dikombinasikan dengan pemain-pemain senior.

Dari segi permainan, sentuhan strategi yang lebih modern juga diberian Seto pada anak asuhnya. Hal tersebut terlihat dari pola-pola latihan yang selama ini ia berikan. Pemain diajak untuk melakukan dominasi permainan. Membangun build-up dari back four dan mengandalkan umpan pendek pemain tengah untuk mengalirkan bola ke sisi sayap dan depan.

Tak lupa, Seto juga mengajak pemain untuk duduk bersama menyatukan visi dalam tim.  Ia mengajak pemain untuk duduk bersila formasi melingkar dan memberikan evaluasi seperti apa yang ditampilkan dari laman pss-sleman.co.id.

Pendekatan-pendekatan seperti ini tentu bisa membawa dampak psikologis kearah yang lebih positif. Salah satu manfaat dari komunikasi yang bersifat antarpribadi ini adalah dapat mengenal apa yang diinginkan satu sama lain dan membuat hubungan antarpemain menjadi lebih baik.

Tantangan terbesar sekarang adalah bagaimana menjaga konsistensi performa anak asuhnya. Menghadapi Martapura FC di Maguwoharjo Seto harus hati-hati dan jeli memilih starting line-up. Mari kita tunggu bagaimana Seto membawa tim ini melangkah lebih jauh musim ini.

 

Komentar
Awaludin

Masih menimba ilmu di UIN Sunan Kalijaga dan masih akan terus mencintai PSS. Bisa dihubungi via akun Twitter @al_arif14