Opini

Mencium Aroma Kebangkitan Dave Mustaine

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

PSS sempat mengalami nirposisi pelatih kepala setelah Heri Kiswanto mundur dari jabatannya. Seto Nurdiantoro kemudian didapuk menjadi caretaker pelatih dalam 2 pertandingan mewalan PSBS Biak dan Martapura FC. Tidak beberapa lama kemudian, pelatih asli Sleman ini kemudian sepakat dengan pihak manajemen untuk menjadi pelatih PSS. Kali kedua Seto Nurdiantoro menjabat sebagai pelatih kepala, balikan.

Pertandingan melawan timnas U-19 Sabtu (02/06) malam, menjadi pertandingan ketiga coach Seto pada musim ini. Dari tiga pertandingan yang dia lakoni sebagai pelatih PSS, coach Seto memiliki presentase kemenangan 100%. Menang 0-2 dari PSBS, menang 1-0 dari Martapura FC, dan menang 2-0 dari timnas U-19.

Seto memang bukan pertama kali ini menjadi pelatih kepala PSS. Pada gelaran ISC-B beberapa tahun lalu, Seto dipercaya sejak awal musim meracik komposisi skuat PSS. Targetnya pada awal musim adalah mencapai final ISC-B. Di akhir musim Seto berhasil memenuhi targetnya untuk berlaga di partai final, walau pada akhirnya harus takluk di tangan PSCS Cilacap dengan skor 3-4.

Selain romansa balikan antara Seto dan PSS, ada satu hal lagi yang bernuansa balikan. Satu hal itu adalah Seto dan Dave Mustaine. Di pertandingan final ISC-B, ada nama Dave Mustaine di skuat PSS. Saat ini, 2 tahun kemudian, nama Dave Mustaine masih ada di dalam skuat PSS. Seperti kita tahu, Dave menjadi salah satu pemain yang tersisa di skuat PSS di ISC-B bersama Wahyu Sukarta dan Zamzani.

Saat itu Dave Mustaine menjadi andalan Seto yang bahu membahu bersama Busari dan Dirga Lasut di lini tengah. Penampilan apik Dave selama membela PSS membuat Persegres tertarik untuk merekrutnya. Dave kemudian berlabuh di Persegres, namun hanya bertahan selama setengah musim, karena pada paruh musim kedua Dave memutuskan untuk kembali membela PSS Sleman.

Kembalinya Dave ke Sleman tentu saja dengan kondisi tim yang berbeda seperti musim sebelumnya. Saat itu Seto menjabat sebagai asisten pelatih, dan Fredy Muli menjadi pelatih kepala. Dave kesulitan menembus skuat utama, dia gagal memperlihatkan puncak permainannya seperti yang dia tampilkan di ISC-B. Fredy Muli lebih sering memercayakan lini tengah kepada Arie Sandy, Busari, dan Dirga Lasut yang memang sedang on fire.

PSS gagal total di Liga 2 2017, target promosi tidak bisa tercapai. Manajemen kemudian melakukan perombakan pemain. Hanya Pemain yang dianggap berkontribusi yang diperpanjang kontraknya. Dave Mustaine masuk ke dalam daftar pemain yang direkomendasikan.

Di awal musim ini, ketika pelatih kepala berpindah ke sosok Heri Kiswanto, Dave kembali mendapatkan posisi utama di lini tengah. Tercatat di 3 pertandingan awal Liga 2 di bawah naungan Herkis, Dave selalu masuk sebelas pertama. Bahkan dari 5 pertandingan Liga 2 yang dilakoni PSS musim ini, Dave selalu masuk skema tim (4x starter, 1x pengganti). Dave pun berhasil mencetak 1 gol saat menghadapi PSMP.

Dave mulai menunjukkan kebangkitannya musim ini. Terlebih saat ini Seto Nurdiantoro kembali menjadi pelatih kepala. Romansa balikan yang kembali semerbak antara Seto dengan Dave. Tentu Seto sangat mengenal karakter permainan dari Dave, dan dimana posisi terbaiknya. Menarik untuk ditunggu bagaimana permainan Dave dalam skema tim PSS di bawah asuhan Seto Nurdiantoro. Kita harapkan Dave kembali menemukan performa terbaiknya seperti saat ISC-B, 2 musim lalu.

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad