Opini

Menelaah Perbedaan Penonton dan Suporter

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Beberapa waktu belakangan, Sleman Fans dibuat kebingungan dengan sanksi yang diberikan oleh Komisi Disiplin PSSI. Dalam salinan yang diberikan, dijelaskan bahwa hukuman yang diberikan kepada PSS adalah larangan bagi suporter PSS memasuki stadion dalam 2 pertandingan (melawan Madura FC dan Persita Tangerang).

Ada dua hal yang membuat kita semua bingung, pertama adalah kata suporter. Yang kedua adalah tidak adanya kalimat pertandingan tanpa penonton.

Dua hal tersebut kemudia menjadi pertanyaan besar: Apakah ini berarti pertandingan PSS tidak boleh ditonton? Atau apakah hanya suporter yang tidak diperbolehkan masuk, namun untuk penonton umum diperbolehkan?

Pada akhirnya kedua pertanyaan itu terjawab oleh rilis resmi PSS melalui akun twitter mereka.

Itu adalah pengumuman resmi yang menjawab semua pertanyaan Sleman Fans. Penonton yang hadir ke stadion dilarang memakai atribut yang berbau PSS dan tidak boleh ada nyanyain sepanjang pertandingan. Untuk memastikan kelancaran hal tersebut, akan dilakukan semacam penyisiran atribut PSS di pintu masuk stadion.

Lalu, sebenarnya apa sih perbedaan antara penonton dan suporter? Mengingat tidak adanya acuan yang jelas tentang perbedaan keduanya. Di dalam regulasi yang dikeluarkan oleh PT LIB, tidak dijelaskan sama sekali tentang perbedaaan keduanya.

Pada tulisan kali ini, kita akan mencoba membedah perbedaan antara penonton dan suporter, baik secara harfiah maupun dalam sudut pandang olahraga.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, penonton berasal dari kata dasar tonton. Penonton sendiri berarti: /pe·non·ton/ n 1 orang yang menonton pertunjukan; 2 orang yang hanya melihat (tidak campur, bekerja, dan sebagainya).

Kita bisa melihat pada arti kedua, bahwa penonton adalah orang yang hanya melihat. Digarisbawahi di sini adalah hanya melihat. Tidak ada tindakan lain selain hanya menggunakan indera penglihatan mereka untuk menikmati sebuah pertunjukan, salah satunya tentu adalah pertandingan sepakbola.

Sedangkan suporter, berasal dari kata serapan: support. Yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti mendukung.

Dalam KBBI, dijelaskan seperti ini: su·por·ter/ n orang yang memberikan dukungan, sokongan, dan sebagainya (dalam pertandingan dan sebagainya).

Pada artian ini, ada perbedaan mendasar antara penonton dengan suporter, setidaknya dari hal yang mereka lakukan atau kerjakan terhadap sebuah tontonan atau pertunjukan. Penonton lebih bersifat pasif dibandingkan suporter yang lebih menonjolkan aksi.

Namun penjelasan di atas kan menjadi rancu jika kita kembangkan lagi arti suporter dari sudut pandang olahraga, suporter adalah subyek dengan segala aksi dan atributnya. Suporter adalah seseorang atau sekumpulan orang, yang memberikan dukungan nyata kepada sebuah pertunjukan (atau klub). Selain itu, kata suporter juga bisa dilihat dari apa yang mereka bawa dan pakai. Memasuki stadion dengan mengenakan kaos yang berafiliasi dengan kelompok suporter, memakai jersey, mengenakan syal, dan membawa bendera bisa diartikan sebagai suporter sebuah klub, bukan penonton sebuah klub.

Dengan arti di atas, seseorang yang mengenakan seragam sebuah klub, dan membawa bendera dengan logo klub datang ke dalam stadion, walaupun dia hanya duduk melihat pertandingan bisa diartikan sebagai seorang suporter.

Inilah yang membuat sebuah kerancuan, karena suporter dan penonton dalam seubah pertandingan tidak bisa hanya dilihat secara harfiah, namun dalam arti yang lebih luas.

Hal ini menjadi sebuah pekerjaan besar bagi penyelenggara liga untuk membuat perbedaan yang jelas antara kedua jenis kata tersebut. Sehingga jika ke depannya sanksi sejenis muncul, tidak lagi menimbulkan perdebatan atau kebingungan di kalangan penikmat sepakbola.

Kasus seperti ini sebenarnya sudah pernah dialami oleh Persib Bandung pada tahun 2017. Saat itu mereka diberikan hukuman oleh Komdis: suporter Persib dihukum larangan memasuki stadion sebanyak lima pertandingan. Keputusan tersebut diketok oleh Asep Edwin Firdaus, nama yang sama dengan pemberi sanksi untuk PSS. Pada perjalanannya, di 5 pertandingan tersebut, pertandingan Persib tetap bisa disaksikan oleh para penonton umum.

Dengan adanya pengumuman resmi dari akun resmi PSS, maka mari bersama-sama menaati sanksi yang diberikan oleh Komisi Disiplin ini. Jika kita tidak ingin ada hukuman lebih berat yang bakal diterima PSS.

Datanglah ke stadion dengan pakaian umum (tanpa ada embel-embel PSS atau kelompok suporter), tidak membawa atribut (giant flag, scraf, banner). Datang dan nikmati pertandingan dengan khusyuk.

Satu hal yang terpenting dari pembahasan ini adalah, semoga ini menjadi yang terakhir untuk PSS dan juga Sleman Fans. Semoga ini menjadi sanksi yang terakhir bagi PSS. Tidak ada lagi pelanggaran-pelanggaran yang tidak perlu yang justru merugikan PSS sendiri.

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad