Analisis

Mengapa PSS Membutuhkan Pemain Baru?

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Pada pertandingan terakhir lalu melawan Persibangga, ada komposisi yang berbeda pada starting eleven  mereka dibandingkan ketika PSS Sleman menghadapi PSCS Cilacap. Hal tersebut mengindikasikan bahwa sebenarnya tim pelatih masih belum menemukan formula yang tepat dalam meracik timnya. Lalu, apakah sebenarnya PSS masih membutuhkan pemain baru atau cukup dengan komposisi yang sekarang?

Menurut informasi, batas akhir penambahan pemain adalah tanggal 30 April 2017. Ini berarti di waktu yang sangat mepet PSS Sleman sebenarnya bisa mengevaluasi skuatnya setelah 2 pertandingan dilalui. Jika dilihat dari statistik dan permainan secara menyeluruh, sektor gelandang adalah sektor yang banyak mendapat sorotan karena kinerjanya yang masih jauh dari harapan.

Busari, yang harus absen dalam 2 laga awal ternyata berdampak cukup signifikan pada permainan PSS Sleman. Bahkan pakem formasi yang digunakan PSS Sleman terpaksa berubah ketika mantan pemain Persiba Bantul tersebut absen. Kabar baiknya, si pemain sudah mulai fit setelah masa penyembuhan cedera dan siap diturunkan pada laga melawan Persip Pekalongan jika memungkinkan. Namun bagaimana jika pada laga ke depan ia cedera lagi?

PSS Sleman tentu membutuhkan back-up pemain gelandang dengan kemampuan yang mumpuni. Dalam 2 pertandingan awal, tampak Dirga Lasut sangat kewalahan dalam mengkoordinasi lini tengah. Pada laga kedua melawan tuan rumah Persibangga, gelandang tengah diisi oleh Arie Sandi, Andik, serta Dirga.

Peran ketiga pemain ini masih belum mengisi antara satu sama lain. Dirga yang mendapat peran sebagai gelandang serang, terkadang masih harus turun melakukan covering  untuk dua pivot, Arie serta Andik. Andik, yang melakukan debutnya pada match  tersebut tampil di bawah harapan. Sebagai gelandang bertahan, ia tidak satu pun melakukan clearance, block, maupun intercept. Tidak heran jika ketika babak pertama belum purna, ia digantikan oleh Wahyu Sukarta.

Sementara, Dirga yang tampil sebagai pembeda pada pertandingan tersebut mencatatkan 3 tembakan on target  dari 3 percobaan yang berbuah 1 gol pembuka. Walau sebenarnya, ia tampak kepayahan pada pertandingan kemarin. Dari catatan 23 umpan yang dilepaskan sepanjang pertandingan, 12 diantaranya berhasil dan selebihnya 11 umpan lain yang ia lepaskan gagal. Ia juga merupakan pemain yang paling banyak kehilangan bola dalam pertandingan kemarin dengan catatan 7 lose ball.

Catatan tersebut di atas merupakan sebuah warning bagi tim pelatih PSS Sleman. Bahwa sebenarnya sektor gelandang mereka tidak cukup bagus dalam menjalankan perannya dalam sebuah sistem permainan. Memang mungkin akan membaik jika Busari mulai bisa bermain. Namun, bagaimana jika salah satu antara Busari atau Dirga atau bahkan keduanya mengalami cedera?

Sektor gelandang saat ini diisi oleh Andik, Arie Sandi, Busari, Candra Luckmana, Dirga, dan Wahyu Sukarta. Jika boleh memilih, walau sektor ini sudah cukup gemuk, PSS Sleman tetap butuh seorang pemain lagi dengan tipe seperti Dirga yang berperan sebagai gelandang serang dan pengatur tempo. Namun sudah tidak mungkin lagi mencari pemain di atas 25 tahun yang berpengalaman karena slot ini sudah terisi penuh.

Musim lalu, PSS Sleman memiliki sosok Dave Mustaine yang begitu mobile di lini tengah. Hilangnya Dave ternyata cukup signifikan di lini tengah PSS Sleman. Pemain seperti inilah yang bisa menjadi solusi bagi PSS Sleman di lini tengah. Di liga 1 ada beberapa nama di bawah 25 tahun yang cukup baik namun jarang mendapat porsi bermain. Peminjaman pemain akan menjadi alternatif yang masuk akal untuk sekarang ini. Semoga manajemen dan tim pelatih bergerak cepat dengan menambah amunisinya mengingat waktu yang sangat mepet ini.

Komentar
Ardita Nuzulkarnaen Azmi

Sleman Fans sejak dalam kandungan, bisa dikontak via akun Twitter @ardhi___ tapi ojo dibully ya...

Comments are closed.