Cerita

Mengintip Penggawa Baru PSS Musim 2018

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Memasuki kompetisi Liga 2 tahun 2018, PSS Sleman melakukan perombakan besar-besaran. Setelah kegagalan yang menyakitkan musim lalu, tampaknya PSS serius berbenah. Perombakan terjadi dari segala lini: manajemen, tim pelatih, dan tidak terkecuali pemain.

Setelah mundurnya manajer tim, dr. Arif Juli Wibowo dan pelatih Freddy Muli, PT PSS bergerak cepat mencari pengganti yang lebih baik. Sempat muncul nama Baryadi yang digadang-gadang menjadi Manajer PSS musim ini, namun karena alasan tertentu beliau mengurungkan niatnya untuk menukangi PSS. Sebagai gantinya, PT PSS menunjuk Sismantoro sebagai manajer tim dan Dewa sebagai asisten manajer.

Di posisi pelatih, PSS terlibat “CLBK” dengan Heri Kiswanto. Tahun ini adalah kali ketiga Coach Herkis menahkodai PSS Sleman: tahun 2006, 2014, dan 2018. Coach Herkis tidak sendirian, beliau dibantu oleh asisten pelatih Seto Nurdiantoro, pelatih kiper Listianto Raharjo. Untuk Fisioterapis Sigit Pramudya tetap dipertahankan. Sedangkan di posisi pelatih fisik ada nama baru, yaitu Komarudin, M.A yang juga merangkap sebagai dosen di UNY. Nama terakhir ini punya portofolio yang mentereng, pernah menjabat sebagai pelatih fisik di Tim Nasional senior (2012), dan Tim Nasional U-19 (2014).

Untuk pemain, PSS mengalami perombakan besar. Sampai tulisan ini dibuat, hanya sekitar 25% skuat musim lalu yang dipertahankan oleh manajemen. Pemain-pemain senior musim lalu pun tidak aman dari perombakan. Waluyo, Busari, Dirga Lasut, Rossi Noprihanis, Riski Novriansyah, semua tidak menjadi proyeksi tim PSS musim ini (kecuali Dirga Lasut yang memilih menjadi pesut).

Manajemen mulai mendatangkan pemain-pemain baru untuk mengikuti seleksi, atau langsung menjalani tes medis. Pada tanggal 11 Januari 2018, manajemen telah menyelesaikan proses tanda tangan kontrak dengan 11 orang pemain, 7 diantaranya adalah pemain baru.

Dari daftar pemain-pemain baru yang di kontrak oleh PSS  memang tidak ada nama-nama besar seperti skuat musim lalu. Tidak ada nama mentereng macam Busari, Rossi Noprihanis, Riski Novriansyah, Waluyo, Dirga Lasut.

Pada tulisan ini akan kita bahas satu persatu pemain baru yang telah menjalin kontrak dengan PSS Sleman.

Ega Risky

Mungkin Sleman Fans sudah tidak asing dengan penjaga gawang ini. Selama 2 tahun ke belakang, Ega menjadi mimpi buruk bagi PSS Sleman. Tepatnya saat Ega membela PSCS Cilacap di ajang ISC B dan Liga 2 2017. Penampilan apiknya di bawah gawang PSCS membuat PSS dipermalukan dihadapan ribuan pendukungnya sendiri. Pertama saat di final ISC B 2016 di Jepara. Saat itu PSS menelan kekalahan 3-4 di Gelora Bumi Kartini. Kedua adalah pada pembukaan Liga 2 2017 di Stadion Maguwoharjo, penampilan cemerlangnya di bawah mistar membuat PSS kesulitan mencetak gol dan harus mengakui keunggulan PSCS 0-1.

Kelebihan seorang Ega Risky adalah ketenangan dan mentalnya. Kiper kelahiran Banyumas 23 Agustus 1992 ini tidak minder bermain di bawah tekanan suporter lawan. Posisinya yang tak tergantikan di bawah mistar PSCS musim lalu menjadi bukti bahwa pemain ini memiliki kemampuan yang sangat baik.

Di skuat PSS, Ega Risky akan menjadi pengganti dari Syahrul Fadil yang tidak direkomendasikan oleh tim pelatih.

Setya Beny Yoewanto

Setya Beny adalah pemain kelahiran Malang, 3 April 1993. Beni adalah pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang. Masa mudanya, Beni bermain untuk Timnas U-16, U-17, dan U-19. Beni juga mengikuti program SAD Indonesia di Uruguay.

Karir seniornya dimulai ketika membela Arema Indonesia sejak tahun 2010-2013. Terakhir Beny memperkuat Persiba Balikpapan, dia adalah satu dari tiga pemain Persiba yang dikontrak PSS musim ini.

Yudi Khoirudin

Sudah 4 musim Yudi Khoirudin membela Persiba Balikpapan di Liga 1. Pemain berusia 30 tahun ini adalah pemain belakang andalan dari tim Beruang Madu. Dari data statistik, selama Liga 1 2017 Yudi Khoirudin mencatat 1750 minutes of play, dari 20 kali menjadi starting eleven, 5 kali berada di bangku cadangan. Yudi lebih sering dimainkan di posisi Centre Back, dan beberapa kali mengemban ban kapten Persiba.

Lima kartu kuning dia dapatkan musim lalu, dan belum pernah mendapatkan kartu merah. Dari 21 pertandingan yang dia jalani, Persiba mencatatkan 13 kali kekalahan, 5 kali kemenangan dan 3 kali hasil seri.

Pengalamannya bermain di Liga teratas diharapkan bisa membantu PSS Sleman musim ini, sekaligus memimpin rekan-rekannya di atas lapangan. Yudi Khoirudin diproyeksikan untuk menggantikan Waluyo, pemain senior digantikan oleh pemain senior.

Rangga Muslim

“Si Penyebrang” ini tentu tidak asing di telinga penikmat sepak bola DIY. Musim lalu Rangga Muslim jadi pemain yang diperebutkan oleh PSIM dan Persebaya. Saga transfer Rangga Muslim mungkin menjadi drama transfer paling besar di Liga 2 musim lalu. Kemampuannya mengolah bola dari sisi lapangan membuat Alfredo Vera kepincut untuk merekrutnya.

Rangga memiliki penguasaan bola yang sangat baik, bola akan sangat lengket ketika berada di kakinya, pergerakannya yang eksplosif akan membuat pemain belakang lawan kewalahan menjaganya. Di Celebration Game, Rangga dimasukkan di babak kedua dan membuat pemain belakang PSS keteteran.

Di Liga 2 musim lalu, bersama PSIM Rangga hampir selalu berada di starting line up. Mengisi posisi sayap kiri, Rangga berhasil mengoleksi 3 gol. Selama berbaju Persebaya, Rangga bermain sebanyak 4 kali, mencatat 202 minutes of play, tanpa mencatatkan asis dan gol.

Musim ini, “Si Krecek” akan menggantikan posisi dari Selat Solo ataupun Rossi Noprihanis.

Slamet Budiono

Slamet Budiono adalah pemain muda yang musim kemarin bermain di Sriwijaya FC. Pemain ini mencuri perhatian saat mencetak hattrick ke gawang Persegres Gresik di lanjutan Liga 1 2017.  Saat itu Sriwijaya FC menang dengan skor telak 10-2.

Slamet adalah pemain asli Sumatra Selatan, jebolan PON Sumsel dan Sriwijaya U-21. Musim lalu, Slamet terlibat dalam 17 pertandingan Sriwijaya FC, dengan rincian 6 kali masuk starting line up, 3 kali masuk sebagai pemain pengganti, dan 8 kali berada di bangku cadangan. Selama semusim, Slamet mendapatkan 422 menit kesempatan bermain.

Slamet Budiyono bisa bermain di posisi sayap kanan atau penyerang, mengandalkan dribble dan kecepatan lari. Slamet Budiyono merapat ke PSS Sleman demi mendapatkan menit bermain yang lebih, dan posisinya akan menggantikan Imam Bagus Kurnia yang hijrah ke Madura United.

Di Piala Presiden tahun lalu, Slamet Budiono berhasil mencetak gol Indah ke gawang Barito Putera yang dinominasikan menjadi gol terbaik sepanjang turnamen.

Link Youtube

Thaufan Hidayat

Pemain kelahiran Gresik 23 November 1993 ini adalah jebolan kompetisi internal Persebaya. Thaufan Hidayat pindah ke PSS Sleman dengan status pinjaman. Musim lalu, Thaufan banyak berkutat dengan cidera sehingga sempat tersingkir dari skuat utama Persebaya. Setelah sembuh dari cidera, Thaufan mulai membuktikan kemampuannya. Thaufan bermain sebanyak 8 kali sepanjang musim lalu, mencatatkan 2 asis dan 462 minutes of play.

Pemain dengan tinggi 163 cm ini berposisi asli sebagai pemain sayap. Tim pelatih Persebaya menyebut Thaufan memiliki crossing dan teknik shooting yang baik. Thaufan dikenal sebagai “team player”, jarang melakukan dribble melewati pemain lawan, dia akan lebih sering bekerja sama dengan pemain lain atau mengirimkan umpan ke kotak pinalti lawan.

Musim ini, Thaufan akan bersaing dengan Slamet Budiyono di posisi sayap.

Ilhamul Irhaz

Nama Ilhamul Irhaz sebenarnya sudah tidak asing di telinga Sleman Fans. Musim lalu, Ilham beserta Jodi Kustiawan merapat ke PSS Sleman setelah pada ISC B memperkuat Perssu Sumenep. Ilham Irhaz bersama Jodi Kustiawan sering berduet menyanyikan Sampai Kau Bisa di Instagram, namun karena terbentur regulasi akhirnya dia pindah ke Persiba Balikpapan.

Di awal kedatangannya, Irhaz sempat kesulitan menembus skuat inti Persiba, perlahan tapi pasti dia mulai menunjukkan performa apiknya dan berhasil mencetak 1 gol musim lalu. Ilham Irhaz terlibat dalam 19 pertandingan Pesiba, mengoleksi 1 gol dan 3 kartu kuning. Berposisi di gelandang tengah, pemain ini memiliki kemampuan untuk mengatur serangan.

Musim ini kemungkinan Ilham Irhaz akan menjadi pemain penting di dalam skuat PSS Sleman. Perannya mirip dengan peran Il Capitano Busari musim lalu. Dengan usia yang masih muda dan lebih enerjik, Ilham diharapkan bisa menjadi penghubung antara lini belakang dan lini depan.

Wirabuana Vandy Prayoga

Vandy Prayoga musim lalu bermain di klub asal Kalimantan, Martapura FC. Berposisi sebagai bek kanan, pemain kelahiran 1995 ini melengkapi skuat eks Barito di PSS Sleman. Bersama Tedi Berlian, dan Arie Sandy, Vandy Prayogo pernah membela Barito Putera. Pada kompetisi Liga 2 2017, dia memutuskan untuk bergabung dengan Martapura FC.

Selama semusim membela Martapura, Vandy selalu dipercaya untuk mengisi barisan belakang Laskar Sultan Adam. Vandy Prayogo bahkan berhasil membawa Martapura menempati posisi 4 di Liga 2 2017. Penampilan impresifnya membuat Goal.com memasukkannya ke dalam tim terbaik Liga 2 2017.

Selama gelaran Coppa Sleman 2018 kemarin, Vandy belum bisa menunjukkan permainan gemilangnya. Saat itu Vandy diberikan kesempatan untuk bermain penuh dalam match melawan Pakindo PSMP. Kita berharap Vandy Prayogo bisa kembali ke performa terbaiknya dan mengawal area kanan pertahanan PSS Sleman.

Irkham Zahrul Mila

PSS dan Persis saling bertukar pemain imut. Setelah Persis berhasil membawa pulang si anak hilang, Persis memutuskan untuk tidak mempertahankan Mila. Pemain berusia 19 tahun asli Batang ini pernah bermain di Persekat Tegal U 18, sebelum memperkuat Persip Pekalongan di ISC B 2016.

Setelah memperkuat Persip Pekalongan, Mila kemudian menyebrang ke Banyumas untuk memperkuat Persibas di Fase Grup Liga 2. Tidak lolosnya Persibas membuat Mila bergabung dengan Persis Solo untuk menghadapi babak 16 Besar Liga 2. Di Persis Solo, Zahrul Mila berhasil menorehkan 1 gol dan 1 assist.

Ciri khas permainan pemain berwajah lugu ini adalah gocekan dan kecepatannya di sisi sayap. DI skuat PSS, Mila masih harus bersaing dengan Slamet Budiono, Slamet Hidayat, dan Rangga Muslim. Semoga Mila semakin berkembang dan menunjukkan kedewasaan bermainnya, sehingga bisa membantu penyerangan PSS Sleman.

Akbar Zakaria

Pemain kelahiran Garut, 8 Juni 1993 ini adalah lulusan Sriwijaya U 21. Musim lalu bermain di Persela Lamongan, berposisi sebagai bek kanan. Musim lalu dia bekerja sama dengan coach Herkis, saat masih berseragam Persela. Akbar Zakaria kesulitan untuk bersaing menembus skuat inti Persela. Akbar kalah dengan nama-nama beken seperti Samsul Arifin dan Zainal Haq.

Performanya saat memperkuat Coppa Sleman 2018 cukup menjanjikan. Akbar dimainkan saat menghadapi PDRM FA dan KL FA. Diposisikan di sisi kanan, Akbar bermain lugas membantu pertahanan dan serangan. Musim ini Akbar Zakaria akan bersaing dengan Vandy Prayogo untuk mendapatkan posisi utama di posisi bek kanan.

Rizky Arya (GK)

Rizky Arya melengkapi 3 slot penjaga gawang PSS Sleman. Setelah sebelumnya Ega Rizky, dan Stya Beni sudah terlebih dahulu menandatangani kontrak. Rizky Arya adalah produk asli dari Sriwijaya FC Junior. Penjaga Gawang berusia 18 tahun ini musim lalu berseragam Sriwijaya FC U 19 dan memperkuat Sriwijaya di Liga 1 U19.

 

Selain nama-nama di atas, ada pemain – pemain lama yang sudah terlebih dahulu memperpanjang masa baktinya untuk PSS Sleman. Pemain-pemain ini adalah: M Zamzani, Tedi Berlian, Hisyam Tolle, Arie Sandy, Dave Mustaine. Total PSS memiliki 18 pemain yang sudah resmi berseragam Super Elang Jawa untuk Liga 2 musim kompetisi 2018.

Dari beberapa pemain baru yang dibahas, memang tidak ada nama-nama besar seperti musim lalu. Tapi mereka menjadi bagian penting di klub sebelumnya. Sebagian lain adalah pemain-pemain muda potensial yang siap menunjukkan performa terbaiknya di PSS Sleman. Mari kita berpikiran positif dan optimis dengan skuat PSS musim ini. Kita dukung sepenuhnya langkah manajemen dan tim pelatih untuk membangun skuat.

Sebelumnya, siapa yang mengenal nama-nama seperti Tedi Berlian, Arie Sandy, Imam Bagus, Bagus Nirwanto? Yang kemudian menjadi pemain kunci di PSS musim lalu. Setidaknya kita lihat dahulu bagaimana performa pemain-pemain ini di Copa Sleman 2018. Karena Bintang tidak akan langsung benderang.

——

Coach Herkis mengisyaratkan akan menambah pemain – pemain “jadi” untuk mengisi beberapa pos yang dianggap masih perlu penambahan. Penulis akan meng-update artikel ini ketika ada pemain baru yang resmi bergabung dengan PSS Sleman.

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad