Analisis

Menilai Progres Permainan PSS Sleman

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Rangkaian pramusim telah dilewati oleh PSS Sleman. Jika tidak memasukkan pertandingan pada Copa Sleman, PSS telah melakukan tujuh kali uji tanding. Pasukan Super Elang Jawa sempat mendapatkan pelajaran berharga dari tiga kontestan Liga 1; Persebaya (1-4), Bhayangkara FC (0-2), dan PSMS (1-2) di rumah sendiri, Stadion Maguwoharjo.

PSS mampu mematahkan tren buruk ini dengan memenangkan semua pertandingan uji tanding selanjutnya. Anak asuh Heri Kiswanto mampu mengalahkan Semeru FC (2-3) dan Persiba Balikpapan (2-3) di laga away dan menyudahi perlawanan Persibat (3-1) dan PSIR Rembang (2-1) di kandang. Kemenangan demi kemenangan ini menyiratkan adanya progres permainan Hisyam Tolle dkk. Benarkah? Mari kita lihat datanya.

Pada tulisan ini, data statistik yang akan digunakan untuk menilai progres permainan PSS dibatasi hanya jumlah tembakan (Shots dan Shots On Target) yang dilepaskan dan diderita oleh PSS saja. Mengapa? Hal ini berkaitan dengan tujuan permainan sepakbola, menang dengan cara mencetak gol lebih banyak dari lawan.

Salah satu cara mencetak gol adalah dengan melepaskan tembakan ke gawang lawan. Jumlah tembakan yang dilepaskan menunjukkan usaha untuk mencetak gol. Sedangkan jumlah tembakan yang diderita secara tidak langsung menunjukkan usaha untuk mencegah lawan mencetak gol.

Shots Against – Shots Taken

Gambar 1. Shots Against vs Shots Taken PSS selama pertandingan pra-musim

Gambar di atas menunjukkan data statistik jumlah tembakan yang dilepaskan dan diderita oleh PSS selama pertandingan pra-musim. Rata-rata PSS mampu melepaskan 14.43 tembakan dan menderita 9.14 tembakan dari lawan. Dari data ini, terlihat bahwa PSS mampu melepaskan banyak tembakan pada tiga uji tanding terakhir (Persiba Balikpapan, Persibat Batang, dan PSIR Rembang).

Hal ini menjukkan indikasi positif adanya perbaikan penampilan dari tim kebanggaan masyarakat Sleman ini. Namun, bagaimana dengan data saat melawan Bhayangkara FC? PSS tetap kalah dengan skor 0-2 walaupun data menunjukkan bahwa PSS mampu melepaskan banyak tembakan dan hanya sedikit menderita tembakan. Mengapa? Masalah ini muncul karena data jumlah tembakan ini mengandung data Shots On Target, Shots Off Target, dan Shots Blocked. Terdapat batasan untuk menilai performa permainan jika hanya menggunakan data jumlah tembakan (Shots). Lalu, bagaimana jika kita hanya menggunakan data Shots on Target saja?

Shots On Target Against – Shots On Target Taken

Gambar 2. Shots On Target Against vs Shots On Target Taken PSS selama pertandingan pra-musim

Dari data Shots On Target di atas, masih terlihat bahwa PSS mampu melepaskan banyak tembakan tepat sasaran (Shots On Target) pada tiga uji tanding terakhir (Persiba Balikpapan, Persibat Batang, dan PSIR Rembang). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan permainan yang dialami oleh tim Super Elja.

Selain itu, gambar di atas juga mengoreksi data saat menghadapi Bhayangkara FC. Dari gambar 1 dan gambar 2, dapat disimpulkan bahwa meski Tambun dkk mampu banyak melepaskan tembakan saat menghadapi Dzumaho dkk, sebagian besar bukan tembakan tepat sasaran (Shots On Target).

Lalu, apakah data Shots On Target juga memiliki batasan seperti saat menggunakan data Shots saja? Jawabannya, ada. Misalkan terdapat dua tembakan yang dilepaskan oleh pemain PSS. Kasus pertama, Wirahadi melepaskan tembakan dari jarak yang cukup jauh dari gawang lawan dan kekuatan tembakannya lemah.

Pada kasus kedua, Tambun yang berada di kotak penalti lawan mendapatkan bola liar dan langsung berhadapan dengan kiper lawan. Kedua tembakan tersebut akan tetap tercatat sebagai tembakan tepat sasaran (Shots On Target) walaupun dengan kualitas tembakan dan probabilitas tembakan tersebut menjadi gol berbeda.

Salah satu solusi dari masalah ini adalah dengan melihat peta lokasi tembakan (Shots). Secara sederhana, kita semua pasti setuju bahwa semakin dekat dengan gawang lawan, kemungkinan tembakan akan berbuah gol akan semakin besar.

Pada tulisan ini, penulis akan menampilkan peta lokasi tembakan (Shots) dari dua pertandingan PSS, yaitu saat melawan Bhayangkara FC dan saat melawan Persiba Balikpapan. Kedua pertandingan ini dirasa sudah cukup untuk melihat perkembangan permainan dari PSS Sleman.

Gambar 3. Peta Lokasi Tembakan PSS Sleman saat menghadapi Bhayangkara FC

Dari gambar di atas, terlihat bahwa pemain PSS banyak melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Catatan lain yang juga perlu diperhatikan adalah PSS hanya mampu melepaskan tiga Shots On Target walaupun mampu melepaskan banyak tembakan ke gawang lawan. Hal ini mengindikasikan bahwa PSS kesulitan dalam mengkreasi peluang dan juga menyelesaikannya.

Gambar 4. Peta Lokasi Tembakan PSS Sleman saat menghadapi Persiba Balikpapan

Peningkatan jelas terlihat jika melihat peta lokasi tembakan PSS saat melawan Persiba. Apabila dibandingkan dengan saat melawan Bhayangkara FC, pemilihan lokasi tembakan pemain PSS semakin dekat dengan gawang lawan dan berada di area tengah kotak penalti.

Jadi, dari data-data di atas, rentetan hasil kemenangan yang diraih pada beberapa uji tanding terakhir merupakan buah dari adanya progress permainan PSS Sleman, terutama dalam hal mengkreasi peluang. Beberapa pekerjaan rumah tentu masih harus diselesaikan oleh tim pelatih sebelum pertandingan perdana Liga 2. Semoga Herkis sebagai allenatore Laskar Sembada mampu menjaga fokus para pemain untuk terus berprogres sebelum dan selama berkompetisi.

Langkah pertama untuk menaiki anak tangga menuju Liga 1 hanya tinggal menghitung hari. Tetap semangat Super Elja!

Komentar
Dani Rayoga

Football Addict | Physics Lovers | @DaniBRayoga