Opini

Mereka yang Tengah Tumbang Dibelai Cedera

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Hamdan Zamzani sudah tampak bergabung dengan penggawa PSS Sleman lain saat latihan di Stadion UNY (29/8/2018). Sebelumnya, pemain berposisi bek tengah tersebut adalah salah satu pemain yang absen ketika melawan PSIS Semarang karena cedera. Badai cedera memang sedang berhembus membelai skuat Super Elja. Tercatat hanya pos penyerang saja yang tak tersentuh.

Super Elja Dihantam Badai Cedera

Zamzani mengalami peradangan bursa pada lutut. Bursa merupakan kantong kecil berisi cairan yang berfungsi untuk memperlancar gerakan antar tulang. Pada lutut, bursa terletak di bawah tempurung lutut yang gunanya untuk memperlancar gerakan tempurung itu sendiri.

Cedera juga membekap kompatriot Zamzani di lini belakang, Jodi Kustiawan. Ia mendapat sedikit robekan pada otot groin-nya atau dalam istilah bahasa Indonesia dapat disebut sebagai otot selangkangan. Cedera yang dialami Jodi ditengarai merupakan cedera kambuhan.

“Saya kira itu cedera berulang. Cedera musim 2017,” ujar Sigit Pramudya, fisioterapis tim PSS Sleman. Dalam rekam jejaknya, Jodi memang sempat absen di tengah-tengah kompetisi Liga 2 musim 2017. Saat itu, kerentanannya terhadap cedera membuat manajemen memutuskan untuk menambah bek tengah baru, Hisyam Tolle.

Di lini tengah, terdapat Dave Mustaine yang juga harus menepi. Pengatur serangan Laskar Sembada tersebut mengalami ankle sprain. Ligamen engkelnya terkilir saat latihan beberapa hari jelang menghadapi PSIS Semarang.

Sama seperti Dave, Slamet Budiono juga terkena ankle sprain. Ia mendapat cederanya saat menghadapi Laskar Mahesa Jenar di menit-menit awal laga. “Kalau untuk pemulihannya belum bisa kita perkirakan. Semoga tidak sampai satu bulan,” ungkap Sigit menjelaskan cedera yang dialami top skor sementara Super Elja itu.

Saat cedera mereka masih parah, Dave dan Budi kerap terlihat mengenakan brace pada kakinya dan menggunakan kruk sebagai alat bantu berjalan. Fungsi brace dan kruk adalah untuk menjaga agar pemain yang cedera tidak menapakkan kakinya atau menggerakkan engkelnya secara tidak sengaja. Tujuan utamanya adalah mengistirahatkan engkel mereka agar pemulihan dapat dilakukan lebih cepat.

Di antara pemain lain yang cedera, Adi Nugroho adalah yang paling parah. Adi mendapatkan cederanya saat menghadapi PSIM Yogyakarta dalam tajuk Derbi DIY pada putaran pertama Liga 2 di Stadion Sultan Agung. Saat itu laga belum genap lima menit berjalan, pemain versatile itu terpaksa meninggalkan lapangan dan digantikan oleh Budi.

Adi baru saja melakukan operasi di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, Klaten. Ia mengalami cedera robekan meniskus atau bantalan sendi pada lutut. “Di Instagram yang saya upload, itu ada video proses dia salah tumpuan,” ucap pria pemilik akun instagram @pramudyasaja tersebut.

Menurut Sigit, penyebab cedera dapat dibagi menjadi dua kelompok, yakni faktor luar dan faktor dalam. Faktor luar contohnya adalah peralatan latihan seperti sepatu, lalu kondisi lapangan yang buruk atau rumput lapangan yang terlalu tebal. Rumput Stadion Maguwoharjo adalah salah satu yang terlalu tebal. Selain itu, di balik rumputnya yang terlihat datar, tanah di bawahnya tidak terlalu rata.

Sedangkan faktor dalam berasal dari tubuh pemain sendiri, misalnya seorang pemain memang rentan cedera serta pemanasan dan pendinginan yang kurang bagus. Kondisi fisik pemain seperti kelelahan juga termasuk dalam kelompok ini. Namun, kondisi fisik bukanlah hal yang mutlak. Contohnya saja Adi dan Budi yang justru mendapat cedera saat awal laga ketika fisiknya masih dalam keadaan prima.

Sigit menuturkan bahwa sebenarnya tim pelatih sudah memaksimalkan segala cara untuk mengurangi risiko cedera termasuk dengan melibatakan beberapa ahli. Saat ini PSS Sleman mempunyai dua masseur yang sudah bekerja maksimal. Pelatih fisik dan fisioterapis juga terus mengoptimalkan latihan warming up dan cooling down. Ada pula alat recovery pump yang mungkin tidak dimiliki tim lain di Indonesia.

Namun, ternyata itu saja tidak cukup. Terdapat faktor lain, yaitu dari pemain sendiri bagaimana ia menjaga kebugaran sebagai pesepakbola profesional. Jika pemain tak mampu menjaga tubuhnya, pelbagai cara yang dilakukan tim pelatih tak terasa pula manfaatnya. “Istilahnya kita ngasih air terus ke ember tapi embernya bocor. Akhirnya airnya juga tidak tertampung semua,” ujar Sigit berkelakar.

Komentar
Andhika Gilang

Perintis @tapakbola. Dapat dihubungi secara personal melalui akun @AndhikaGila_ng