Cerita

Padamu Negeri

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Sabtu malam, 12 Agustus 2017 di Stadion Maguwoharjo tersaji pertandingan menarik antara PSS Sleman melawan Timnas U19. Pertandingan ini merupakan rangkaian latih tanding Timnas U19 sebelum berangkat ke Myanmar, mengikuti ajang AFF U19.

Pertandingan sendiri berakhir dengan skor 2-2. PSS selamat dari kekalahan melalui gol Dave Mustaine di detik-detik akhir pertandingan.

Setelah sebelumnya bertanding melawan PSP Padang dan Espanyol, Timnas U19 kembali berlaga. Kali ini skuat asuhan Indra Sjafri memilih PSS Sleman sebagai lawan bertandingnya.

Coach Indra Sjafri memang memilih PSS Sleman sebagai lawan untuk mengasah mental bertanding anak asuhnya. Dengan tekanan dari Sleman Fans, Indra Sjafri berharap pemainnya tidak demam panggung saat bertanding di Myanmar.

Apa yang menjadi keinginan Indra Sjafri terwujud, malam itu Stadion Maguwoharjo penuh sesak. Sepanjang pertandingan Sleman Fans tak berhenti memberikan dukungan, untuk PSS Sleman. Total mendukung tanpa henti, tidak peduli saat itu PSS sedang menghadapi pemain-pemain pilihan bangsa.

Saat PSS mencetak gol mereka semua bersorak kegirangan, meloncat-loncat mengekspresikan kegembiraannya. Saat timnas bermain cantik, tidak ada applause sama sekali sebagai bentuk apresiasi.

Saat Timnas mencetak gol tidak ada sorakan gembira dari atas tribun. Timnas benar-benar seperti bermain di Italia, bukan di negeri sendiri.

Di saat itu, PSS dan Sleman Fans menjalankan tugasnya dengan baik. Di lapangan, PSS memberikan perlawanan dari segi permainan dan taktikal, di atas tribun Sleman Fans memberikan tekanan mentalnya.

Bagi orang awam hal ini mungkin agak aneh, mengapa malah suporter yang datang tidak mendukung timnas. Apa mereka tidak mempunyai jiwa nasionalisme?

Tapi justru itulah bentuk nasionalisme mereka. Memberikan apa yang bisa mereka lakukan untuk Timnas.

Teriakan-teriakan untuk mengasah mental pemain masa depan Indonesia. Karena, jika mereka malah mendukung timnas, apa bedanya dengan bermain di hadapan pendukung sendiri? Tujuan awal dilangsungkannya laga persahabatan malah tidak akan tercapai.

Namun, seperti kata suporter bijak “Rivalitas hanya 90 menit”. Ujian mental yang diberikan untuk Timnas juga hanya berlangsung selama 90 menit. Setelah pertandingan berakhir, teror-teror dari atas tribun sudah tidak lagi terdengar. Applause diberikan atas permainan apik mereka.

Pemain Timnas juga melakukan seremoni after match, ikut menyanyikan Sampai Kau Bisa bersama skuat PSS Sleman.

Mungkin tidak banyak orang tahu (kecuali yang hadir di stadion). Bahwa setelah peluit akhir dibunyikan, Sleman Fans menyanyikan Bagimu Negeri. Chants ini biasanya diubah menjadi Bagimu Sleman.

Dinyanyikannya Bagimu Negeri adalah bentuk dukungan sebenarnya dari Sleman Fans. Karena mereka juga pendukung Timnas. Ketika “tugas” selama 90 menit telah berakhir, mereka tetaplah suporter yang berharap Timnas Indonesia meraih sukses di ajang Internasional.

Sukses untuk Timnas U19, hanya ini yang bisa kami berikan. Bagimu Negeri, Jiwa Raga Kami…

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad