Analisis

Pemain Baru dan Cara Kalteng Putra Mempercantik Diri

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Liga 2 Indonesia sudah hampir berakhir. Tiga jatah tiket promosi akan diperebutkan oleh empat klub tersisa; Semen Padang FC, PSS Sleman, Kalteng Putra FC, dan Persita Tangerang. Pada semifinal, dengan format kandang-tandang ini, klub kebanggaan warga Sleman, PSS, akan berhadapan dengan Kalteng Putra FC.

Anak asuh Seto Nurdiyantara sudah dua kali bertemu dengan pasukan Kas Hartadi di babak grup Liga 2, Wilayah Timur. Dalam dua pertemuan tersebut, kedua tim saling mengalahkan. Kekalahan Super Elang Jawa di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, berhasil dibalas saat Laskar Isen Mulang bertanding di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Menghadapi babak 8 besar Liga 2, kedua tim melakukan pembenahan saat bursa transfer ketiga dibuka. Super Elja mendatangkan 7 pemain baru. Efek kedatangan pemain baru ini paling kentara bisa dilihat dari meningkatnya ketangguhan lini belakang PSS.

Sementara itu, Kalteng Putra melepas 6 pemain, termasuk dua pemain belakang penuh pengalaman, Taufiq Kasrun dan Zainal Haq. Untuk menambah kekuatan, Laskar Isen Mulang mendatangkan 8 pemain; Beni Okto, Siswanto, Herry Susilo, Ugik Sugiyanto, Fandy Edy, Crah Angger, I Made Wirahadi, dan Yericho.

Lalu, bagaimana efek kedatangan pemain baru ini? Mari kita ulas sedikit mengenai lawan PSS di babak semifinal ini. Ulasan singkat akan dibagi menjadi dua bagian saja, saat menguasai bola dan saat tidak menguasai bola.

Saat menguasai bola

Pada babak grup, saat menguasai bola, Kalteng Putra punya kecenderungan untuk mengirim bola langsung ke daerah pertahanan lawan lewat umpan panjang melambung ke lini depan atau ke area flank. Di lini depan, Eki Nurhakim sering menjadi target umpan. Eki kemudian akan memberikan bola pantulan pada pemain Kalteng lainnya di sisi sayap atau mengembalikan bola ke pemain tengah.

Dengan cara ini, pasukan Kas Hartadi bisa langsung melakukan serangan dari daerah lawan. Untuk semakin mempercantik skema ini, Kas Hartadi mencoba mendatangkan pemain baru.

Salah satu transfer terbaik Kalteng Putra adalah mendatangkan Ugik dari Persibat Batang. Datangnya Ugik membuat KH Yudo permanen mengisi posisi winger kiri.

Selain itu, datangnya Siswanto dan Beni Okto membuat Laskar Isen Mulang juga memiliki pemain-pemain sayap yang tidak hanya memiliki kemampuan untuk mencetak gol, tetapi juga kemampuan untuk mengeksploitasi ruang di belakang lini belakang lawan dan mumpuni saat situasi 1 lawan 1. Konsekuensinya, skema serangan Kalteng Putra menjadi lebih bervariasi.

Dari lini tengah, Dadang Apridianto dan Firman Utina bisa melepaskan umpan panjang melambung ke penyerang, yang kemudian dipantulkan ke kedua winger yang bergerak ke dalam atau pada Ugik yang sering menempati posisi no. 10.

Saat Dadang atau Firman memilih melepaskan umpan ke area flank, KH Yudo, Siswanto, atau Beni Okto sama-sama memiliki kemampuan cukup baik untuk membawa bola di sisi lapangan lalu melepaskan crossing atau masuk ke kotak penalti untuk mencari momen melepaskan tembakan.

Saat pemain Kalteng Putra melepaskan crossing, kemampuan Ugik dalam mencari ruang dan pergerakan tanpa bolanya untuk menyambut umpan sangat berbahaya. Sementara itu, Wirahadi didatangkan oleh manajemen Kalteng Putra untuk menggantikan peran Eki yang harus menepi cukup lama akibat cedera sebelum dimulainya babak 8 besar.

Saat tidak menguasai bola

Saat tidak menguasai bola, permainan Kalteng Putra tidak banyak mengalami perubahan, sebelum dan setelah jendela transfer terakhir. Pasukan Kas Hartadi bertahan dalam blok menengah dan rendah dengan pola 4-5-1. Para pemain Laskar Isen Mulang baru akan memberikan tekanan dengan orientasi orang per orang pada pembawa bola dan pemain lawan lainnya saat sudah melewati tengah lapangan.

Dengan jarak antar-lini yang cukup rapat dan tekanan yang berorientasi pada orang per orang, Kalteng Putra berusaha untuk menekan pembawa bola dan menutup akses umpan lawan. Kedatangan Herry Susilo dari Persiba yang mampu mengisi posisi bek tengah atau fullback kanan memudahkan Kas Hartadi untuk mengganti personelnya di lini belakang sebelum atau saat pertandingan berlangsung.

Selama babak 8 besar, duet pemain baru di posisi bek tengah, Fandy Edy dan Herry Susilo sudah kebobolan 7 gol dari 6 pertandingan. Jumlah yang tidak cukup baik. Namun, tujuh gol yang bersarang di gawang Riki Pambudi terjadi di partai tandang. Di Stadion Tuah Pahoe, Fandy Edy dan Herry Susilo menjelma menjadi benteng tangguh, belum sekalipun kebobolan.

Kalteng Putra sudah memanfaatkan bursa transfer untuk mendatangkan pemain baru dengan cukup baik. Pemain baru yang sesuai dengan skema Kas Hartadi yang mampu membuat Laskar Isen Mulang bermain lebih cantik dan ciamik, terutama saat menguasai bola.

Lalu, bagaimana dengan peluang PSS untuk pertandingan semifinal besok? Cukup beri doa dan dukungan sebaik-baiknya kepada para pemain yang akan berjuang di lapangan.

Coach Seto dan staf pelatih tentu juga sudah mempersiapkan strategi dan taktik yang terbaik. Semoga Ichsan dkk berhasil menjadi tim pertama yang mampu mencetak gol ke gawang Kalteng Putra di stadion Tuah Pahoe.

Komentar
Dani Rayoga

Football Addict | Physics Lovers | @DaniBRayoga