Opini

Pemain yang Dilepas: Dari Injury, Sampai Gagal Memberi Kontribusi

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Menjelang bergulirnya babak 8 Besar, PSS melakukan perombakan pada skuatnya. Tercatat, ada 4 nama yang resmi meninggalkan Super Elja.

Mereka adalah I Made Wirahadi, Tambun Naibaho, Yericho, dan Adi Nugroho. Dilepasnya keempat pemain itu sudah menjadi keputusan dari pihak pelatih dan manajemen. Sedangkan untuk I Made Wirahadi, dia pamit untuk kemudian bergabung dengan Kalteng Putra.

Pada tulisan kali ini, kita akan melakukan sedikit analisis mengapa tim pelatih setuju untuk melepas keempatnya.

  1. I Made Wirahadi

Binter (panggilan I Made Wirahadi) datang dengan status pemain dari Bali United. Musim lalu dia berseragam Bali United, kemudian dipinjamkan ke PSMS Medan. Bersama PSMS Medan dia berhasil mengantar Tim Ayam Kinantan promosi ke Liga 1.

Di awal musim, Binter diharapkan bisa menjadi penutup lubang yang ditinggalkan oleh Riski Novriansyah. Namun adanya cidera di awal musim membuat dia harus merelakan posisinya diambil Tambun dan Cristian Gonzales.

Selama babak penyisihan, dia beberapa kali dipercaya untuk bermain sejak awal. Namun Made belum bisa menunjukkan performa terbaiknya di PSS. Dia hanya mampu mencetak 1 gol bersama PSS. Gol tersebut dia cetak saat menghajar Persegres Gresik, 5-1.

Melempemnya penampilan Binter bersama PSS kemungkinan besar disebabkan karena ketidaksesuaian gaya bermainnya dengan skema permainan yang diterapkan oleh Seto. Made adalah penyerang yang menunggu di kotak pinalti dan menyukai bola-bola udara.

Sedangkan Seto lebih menyukai penyerang yang sering turun untuk menjemput bola. Untuk masalah bola udara, Made juga tidak mendapatkan suplai bola yang cukup ketika diberikan kesempatan bermain.

Selain itu, keputusan Made untuk mundur dirasa tepat karena dia masih punya karir yang harus dia selamatkan.

  1. Tambun Naibaho

Tambun di awal musim didatangkan dari Semen Padang. Berposisi sebagai striker, gaya permainan Tambun lebih mirip seorang winger dibandingkan penyerang. Hal ini karena dia lebih suka untuk bermain melebar dibandingkan masuk ke kotak penalti lawan.

Saat Gonzales mengalami permasalahan legalitas, Tambun diberikan kepercayaan untuk mengisi lini serang PSS.  Penampilan Tambun terkesan angin-anginan. Terkadang bagus, namun lebih sering bermain buruk. Selama membela PSS, tambun telah mengoleksi 4 gol.

Di putaran kedua, Tambun kalah bersaing dengan Gonzales dan sempat bermain sebagai seorang sayap kiri. Hal ini tidak terlepas dari gaya bermainnya yang sering melakukan pergerakan di sisi kiri lapangan. Walau begitu, PSS sudah menumpuk pemain di posisi sayap dan Tambun juga belum bisa memberikan jaminan penampilan konsisten sebagai seorang striker kepada tim pelatih.

Penampilan terakhirnya kala melawan PSMP tampaknya membuat tim pelatih tidak segan untuk melepas pemain ini.

  1. Adi Nugroho

Adi Nugroho bersama Tambun adalah pemain jebolan Semen Padang. Adi adalah pemain yang versatile, bisa bermain di beberapa posisi. Di awal musim dia ditempatkan sebagai seorang gelandang serang. Sempat diposisikan sebagai pemain sayap dan seorang striker.

Permainan Adi sebenarnya cukup menjanjikan, namun cedera yang dia dapat saat menghadapi PSIM Jogja membuatnya harus rela menepi dalam jangka waktu lama.

Adi mengalami cedera lutut, dan harus dioperasi untuk menyembuhkan cederanya. Pihak manajemen PSS memfasilitasi untuk melakukan perawatan cideranya. Namun karena Adi tidak bisa dimainkan sampai akhir musim, tim pelatih akhirnya sepakat untuk melepasnya dan membiarkannya untuk fokus melakukan pemulihan cedera.

Di musim ini, Adi sudah mempersembahkan satu gol untuk PSS. Gol dia cetak di ajang Piala Indonesia saat PSS mengalahkan PSD Demak.

  1. Yericho

Yericho datang ke PSS dengan status pinjaman dari Borneo FC bersama Rifal Lastori. Di awal musim, Seto memang menyebut menginginkan bek kiri yang berkaki kidal untuk melengkapi skuatnya. Namun dalam perjalannnya, Yericho kesulitan untuk beradaptasi di Sleman.

 Karena hal itu dia harus merelakan posisi bek kiri kepada Vandy Prayoga yang berposisi asli sebagai bek kanan. Penampilannya kala dipercaya mengisi sebelas pertama terlihat “nanggung”. Sering meninggalkan area kosong di sisi pertahanannya, dan pengiriman umpan silang yang buruk sering dia perlihatkan.

Tampaknya tim pelatih melihat sisi kiri pertahanan PSS sebagai area yang masih lemah dan harus dibenahi. Dengan datangnya Aditya Putra Dewa yang berposisi bek kiri dari Martapura membuat tim pelatih memilih mengembalikan Yericho ke klub asalnya.

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad