Cerita

#Penakseduluran: Sopo Nandur Bakal Ngundhuh

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Adalah peribahasa Jawa, Sopo Nandur Bakal Ngundhuh, yang dapat diartikan siapa yang menanam dialah yang akan menuai. Pepatah ini berlaku untuk semua hal, baik atau buruk. Menanam sesuatu yang baik maka kita akan mendapatkan hal yang baik, begitu pula sebaliknya.

Peribahasa tersebut tampaknya cocok menggambarkan kondisi per-suporteran DIY-Solo dalam beberapa pekan belakangan ini. Terutama antara pendukung PSS Sleman dengan pendukung Persis Solo.

Siapa yang “nandur” dan siapa yang “ngundhuh”? Jawabannya tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. Di dalam tulisan ini, saya mencoba untuk melihatnya dari sudut pandang Sleman Fans. Sleman Fans yang menuai hasil manis dari apa yang telah mereka tanam.

Semua berawal ketika Persis Solo bertandang ke Stadion Sultan Agung melawan Persiba Bantul. Pasoepati yang sebelumnya dilarang datang ke Bantul, tetap melakukan perjalanan untuk mendukung tim kebanggaannya. Ketika memasuki area Sleman, Pasoepati disambut dengan hangat oleh Sleman Fans; ada yang membagikan Air Mineral untuk sekedar melepas dahaga mereka yang melakukan perjalanan jauh dari Solo. Selain itu, masih banyak sambutan-sambutan positif lainnya dari Sleman Fans untuk Pasoepati di Bumi Sembada.

Hashtag #penakseduluran kemudian muncul di social media, puncaknya 3 akun suporter: Pasoepati, Slemania, BCS saling bertukar kalimat positif tentang #penakseduluran. Bahkan hashtag ini menyebar dengan sangat cepat di kalangan suporter nasional, walau tidak semua, tentu saja. Banyak wadah suporter yang terinspirasi dengan pergerakan kecil ini, dan sepakat untuk menyebarkan virus-virus kedamaian dengan menyertakan hashtag #penakseduluran.

Puncaknya, Sleman Fans memetik buah manis dari apa yang mereka tanamkan. Tanggal 18/5 2017 setelah lawatan ke Jepara, Pasoepati memberi jalan untuk Sleman Fans yang hendak melewati Boyolali. Tanpa ada perintah dari siapa pun, pasoepati melakukan aksi ini dengan spontan.

Pasoepati menanti kedatangan Sleman Fans sembari mempersiapkan air mineral.

Pasoepati dengan sabar menunggu rombongan Sleman Fans, untuk melakukan pengawalan sampai ke daerah yang aman. Bahkan, ada aksi balasan pembagian air mineral dari Pasoepati yang berada di Boyolali, sebuah aksi yang sangat menyentuh. Terlihat juga Sleman Fans yang berhenti beristirahat bercengkerama dengan akrabnya dengan dulur Pasoepati, gambaran yang menggambarkan betapa indahnya persahabatan.

Pasoepati dan Sleman Fans bercengkrama

Semoga aksi saling balas (dalam artian positif) ini bisa menjadi awal dari kembalinya hubungan baik antara Sleman dengan Solo. Hubungan yang sebelumnya sempat merenggang karena ego dari kedua belah pihak. Ego yang akhirnya diluruhkan oleh kedua belah pihak untuk kembali membangun hubungan baik.

Kejadian ini bisa menjadi pelajaran untuk kita, untuk selalu menebarkan kebaikan walau sekecil apa pun. Karena hal-hal besar pasti dimulai dari sesuatu yang kecil.

Matur sembah nuwun, Pasoepati. #PenakSeduluran

Komentar
Ahmad Indra Pranata

Dokter muda yang mencintai sepakbola, bisa kamu hubungi di akun Twitter @mamas_ahmad