Opini

Penggawa Lama Super Elja yang Layak Dipertahankan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Menyambut musim baru, penting bagi sebuah kesebelasan untuk tetap mempertahankan kerangka timnya. Walaupun nantinya akan masuk pemain-pemain baru, akan tetapi para penggawa lama memiliki kelebihan, yakni mengenal cara bermain yang diinginkan oleh coach Seto Nurdiantoro.

Beberapa nama yang layak untuk dipertahankan karena merupakan kerangka tim selama musim kompetisi Liga 2 2018 adalah sebagai berikut:

  1. Ega Rizky

Mantan pemain PSCS Cilacap ini sangat nyaman di bawah mistar gawang Super Elja. Responnya dalam menghalau tembakan ke gawang sangat baik, terbukti tak sekali dua kali ia menggagalkan peluang jarak dekat. Selain itu, kemampuan kakinya juga istimewa, baik dalam memberikan umpan maupun penguasaan bola.

  1. Asyraq Gufron

Dipinang dari Persis Solo, Gufron langsung menjadi andalan sejak babak 8 besar. Ia memiliki kemampuan duel yang apik sebagai penopang atribut lain yang juga sangat baik, yaitu pengambilan keputusan.Gufron mampu mempertimbangkan dengan baik kapan harus maju untuk merebut bola dan kapan harus tetap berada di garis pertahanan.

  1. Ikhwan Ciptady

Ikhwan memiliki kemampuan duel yang sama baiknya dengan mantan rekannya di Persis Solo itu. Hanya saja ia tak terlalu aktif untuk naik menyapu serangan yang membuat Ikhwan saling melengkapi dengan partnernya. Ketika Gufron naik untuk menghalau serangan, Ikhwan mampu memberikan cover yg baik untuk rekannya itu.

  1. Hamdan Zamzani

Sebagai putra daerah Sleman yang mampu menembus skuad inti, Zamzani layak dipertahankan. Ia telah menunjukkan peningkatan performa yang signifikan dan menjelma menjadi bek tangguh di depan gawang Ega Rizky. Satu lagi kemampuannya yang jarang dimiliki oleh bek lain adalah kelihaiannya mengalirkan bola saat dalam fase build-up.

  1. Bagus Nirwanto

Pemain yang kerap dipanggil Munyeng ini memiliki kemampuan bertahan dan menyerang yang seimbang. Ia rajin naik mengisi ruang di flank kanan ketika winger memilih untuk melakukan tusukan ke tengah. Ia juga memiliki peran krusial ketika harus menghadapi sayap-sayap lawan yang cepat. Walaupun keputusannya sering gegabah, kapten PSS Sleman sepeninggal Hisyam Tole ini masih layak membela Super Elja musim depan.

  1. Aditya Putra Dewa

Set piece menjadi keunggulan Dewa terhadap lain. Akurasi tendangannya membuat Dewa selalu menjadi kandidat penendang bola mati sejak kedatangannya ke Sleman dari Martapura, ia menjadi kandidat utama algojo tendangan bebas. Selain itu, Dewa ia juga memiliki kemampuan bertahan bagus. Ia merupakan tembok kokoh di sisi kiri pertahanan Laskar Sembada.

  1. Amarzukih

Sebagai pemain senior, pengalaman Amarzukih sebagai breaker sangat berguna. Kemampuannya dalam membaca arah serangan membuat Amarzukih kerap kali menghentikan serangan tanpa harus melakukan duel fisik. Selain itu, ia juga mampu berperan sebagai pembagi bola di lini tengah sekaligus meringankan tugas dari Dave Mustaine.

  1. Arie Sandy

Meskipun tengah dibekap cedera, Arie Sandy merupakan pemain yang potensial. Usianya yang masih muda dan kemampuannya yang semakin berkembang adalah alasannya. Sebagai breaker, ia juga mampu membaca arah serangan lawan. Berbeda dengan Amarzukih, Arie Sandy memiliki atribut tackle yang dominan dalam menghentikan serangan.

  1. Dave Mustaine

Permainan Dave semakin membaik musim ini setelah sempat tak menjadi pilihan utama musim lalu. Ia adalah nyawa dari lini tengah PSS Sleman. Dengan kelihaiannya dalam membagi bola, Dave mampu mengatur tempo serta alur serangan Super Elja.

  1. Ichsan Pratama

Pemain terbaik Liga 2 musim 2018 ini memiliki peran sentral dalam serangan Super Elja. Kecerdikannya dalam memanfaatkan ruang diantara lini tengah dan lini belakang lawan menjadi kunci permainan Ichsan dalam melayani tiga penyerang di depannya. Mobilitasnya juga cukup baik andai diharuskan menopang serangan dari sisi sayap.

  1. Rangga Muslim

Walaupun tidak seeksplosif Rifal Lastori, Rangga juga memiliki dribble yang mumpuni. Ia lihai dalam memilih ruang gerak yang membuatnya dapat melakukan kombinasi umpan dengan pemain lain. Tak sebatas beroperasi di sisi sayap, Rangga juga mampu bermain di area lebih dalam.

  1. Cristian Gonzales

Lima belas golnya menjadi bukti bahwa Gonzales masih tajam di usia senja. Meski tak lagi mengandalkan kecepatan, penyerang dengan julukan EL Loco tersebut kuat dalam penguasaan bola. Kakinya yang masih lengket dengan si kulit bulat cukup menyulitkan bagi bek lawan untuk menghentikan serangannya. Selain itu, sebagai senior, Gonzales juga kerap memberi arahan ke pemain lain.

  1. Rifal Lastori

Winger satu ini sangat eksplosif di sisi sayap serangan Super Elja. Mengandalkan kecepatan dribble-nya, Lastori menjadi momok bagi lini pertahanan lawan di musim lalu. Ia juga menunjukkan perkembangan dengan mulai mampu melakukan kombinasi umpan dengan pemain lain di lini serang. Sayang sekali, Lastori dikabarkan sudah memiliki satu tempat di klub asalnya, Borneo FC.

Komentar
Andhika Gilang

Perintis @tapakbola. Dapat dihubungi secara personal melalui akun @AndhikaGila_ng

Comments are closed.