Opini

Pentingkah Piala Indonesia Untuk PSS Sleman?

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Di saat riuh sepakbola nasional sedang disemarakkan oleh perhelatan Piala Presiden serta aktivitas persiapan tim-tim peserta liga, kabar tentang akan diadakannya kembali kejuaraan “Piala Indonesia” cukup menyita perhatian pada hari Senin (05/02/18) lalu.

Dalam surat resmi PSSI bernomor 444/AGB/84/I-2018 yang bertanda tangan Sekjen PSSI, Ratu Tisha, dinyatakan bahwa Piala Indonesia akan kembali digelar tahun ini dan dimulai pada bulan April hingga November 2018.

Dengan formasi peserta Piala Indonesia 2018 yang menyerap sebanyak 128 tim dari Liga 1, Liga 2, dan Liga 3, tentu perhelatan  ini akan sangat menarik karena tim-tim kasta bawah berpeluang untuk bertemu tim yang berada di kasta lebih tinggi.

Dengan adanya dua hingga tiga kompetisi resmi dalam satu musim berjalan, akan sangat menarik melihat bagaimana tim-tim peserta Liga, baik dari Liga 1 hingga Liga 3 menyiapkan tim mereka untuk berpartisipasi. Apakah akan benar-benar serius mengikuti kejuaraan ini, atau hanya sekedar numpang tercatat sebagai peserta saja.

PSS Sleman yang kini berkiprah di Liga 2, dengan adanya Piala Indonesia musim ini tentu akan memaksa konsentrasi tim terpecah menjadi dua, yakni di Liga 2 dan Piala Indonesia. Lalu, bagiamana sebaiknya sikap PSS? Serius di kedua kompetisi atau fokus ke Liga 2 saja?

Mengikuti dua kompetisi dalam satu musim bukanlah pekerjaan ringan. Ada banyak hal yang harus dipersiapkan. Kedalaman skuat hal utama yang harus mendapat porsi perhatian lebih.

Hingga tulisan ini dibuat, PSS Sleman masih aktif melakukan latihan rutin pramusim yang sudah digelar sejak awal tahun lalu. Dari segi persiapan, tim ini memang terlihat dipersiapkan dengan matang dan serius. Dari proses perekrutan jajaran pelatih, mengadakan mini turnamen, perburuan pemain, hingga mengadakan training camp, semua dilakukan dengan cukup baik.

Jika ada satu hal yang masih menjadi sorotan tentu adalah masalah kedalaman skuat. Hingga saat ini memang PSS masih terkesan wait and see untuk merekrut pemain baru tambahan. Selain memang menyesuaikan kebutuhan tim, tentu saja menunggu keputusan dari operator liga mengenai regulasi masih menjadi salah satu bahan pertimbangan utama.

Contohnya saja, baru ada satu pemain yang mengisi pos di lini serang, yakni Tambun Naibaho. Di posisi gelandang bertahan juga baru Arie Sandy yang kemampuannya bisa diandalkan. Belum ada partner atau pelapis yang setara bagi Arie. Begitu juga di posisis bek sayap misalnya. PSS Sleman masih lemah di sektor ini selama Coppa Sleman 2018 lalu.

Dengan melihat kondisi ini, kedalaman skuat PSS Sleman sebenarnya masih belum bisa dikatakan baik. Untuk mencari 11 pemain utama saja, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Terlebih, mencari pemain pelapis yang pas untuk masing-masing posisi bukanlah proses yang mudah dan instan.

Berkaca dari 2 musim terakhir, untuk berkonsentrasi di satu kompetisi saja PSS sebenarnya masih cukup kesulitan. Badai cedera di tengah kompetisi masih menjadi momok bagi tim. Masalah pemain pelapis yang sepadan juga menjadi isu penting musim lalu. Ketika produktivitas Riski menurun, tidak ada back-up lain yang cukup sepadan baginya. Alhasil paceklik gol menjadi akibat yang tidak bisa dihindari.

Dalam satu pekan kompetisi Liga 2 musim lalu, biasanya digelar 1 hingga maksimal 2 kali laga. Tingkat kebugaran pemain tentu akan menurun sebanding dengan semakin banyaknya laga yang dimainkan. Jika saja PSS Sleman masih harus bermain di Piala Indonesia dalam waktu yang sama dengan berjalannya Liga 2, tentu akan sangat memberatkan jadwal dari latihan hingga pemulihan.

Belum lagi, PSS Sleman masih belum punya tim satelit yang bisa digunakan untuk kompetisi sekunder. Tim satelit ini sudah dimiliki tim-tim Liga 1, di mana mereka diwajibkan memiliki tim kelompok umur U-21. Tim seperti ini tentu akan sangat membantu ketika dibutuhkan berlaga di kompetisi sekunder. Sementara, PSS Sleman masih jauh api dari panggang untuk memiliki tim satelit.

Berkaca dari 2 musim lalu di mana skuat PSS Sleman masih memiliki masalah di sektor kedalaman skuat, tampaknya berlaga di dua kompetisi dalam satu musim justru bisa menjadi sandungan untuk naik ke Liga 1.

Jadi, masih pentingkah Piala Indonesia 2018 untuk diseriusi oleh PSS Sleman?

 

Komentar
Ardita Nuzulkarnaen Azmi

Sleman Fans sejak dalam kandungan, bisa dikontak via akun Twitter @ardhi___ tapi ojo dibully ya...