Opini

Peran Vital Tim Pelatih Dalam Menghadapi Kompetisi yang Padat

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Jadwal fase grup Liga 2 telah resmi dipublikasikan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator liga. Untuk Grup Timur, di mana PSS Sleman berada, pertandingan fase grup akan dimulai tanggal 24 April 2018 dan berakhir pada 15 Oktober 2018. Baru kemudian dilanjutkan babak selanjutnya hingga berakhir pada 2 Desember 2018.

Dari jadwal yang sudah dirilis, jarak antar pekan tak sampai satu minggu. Hal ini adalah akibat dari kick off kompetisi yang beberapa kali diundur sehingga jadwalpun dipadatkan agar jalannya liga tak terlalu molor hingga akhir Desember.

Namun di sisi lain, jangka waktu 4-6 hari antar pertandingan jelas tidak mencerminkan kompetisi yang ideal. Bandingkan dengan Liga 1, rata-rata jarak antar pekan adalah 6-7 hari dengan setiap laga dimainkan saat akhir pekan.

Belum lagi peserta Liga 2 juga harus mengikuti Piala Indonesia. Katakanlah ada jarak 5 hari antara satu pekan dengan pekan berikutnya. Jika pertandingan Piala Indonesia dilaksanakan di antara dua pekan, tim Liga 2 akan memainkan 3 laga hanya dalam jangka waktu 5 hari. Bahkan, lebih padat dari Persija Jakarta dan Bali United yang melakoni 3 laga dalam 7 hari ketika harus bermain di AFC Cup.

Pemain adalah bagian dari tim yang paling terpengaruh dengan singkatnya waktu antar gameweek. Waktu recovery yang lebih singkat akan menyebabkan pemain kelelahan bahkan cedera. Pemain dengan endurance yang buruk akan menjadi korban paling awal.

Hal tersebut tentu akan harus digarisbawahi oleh tim pelatih. Dalam tim PSS Sleman, Komarudin sebagai pelatih fisik harus bekerja keras menjaga kebugaran penggawa Super Elja. Sementara itu, Sigit Pramudya selaku fisioterapis juga bertanggung jawab untuk menjaga pemain agar tak rentan cedera serta memberikan treatment yang diperlukan agar pemulihan cedera menjadi lebih cepat.

Dalam menghadapi padatnya jadwal, melakukan rotasi merupakan suatu hal yang lazim. Rotasi dilakukan agar tak ada pemain yang terlalu lelah karena terus menerus dimainkan sementara ada pemain lain yang tidak sekalipun turun ke lapangan.

Kedalaman skuat menjadi salah satu faktor yang menentukan kesuksesan rotasi. Beruntung bagi PSS Sleman, para penggawa Super Elja terutama di lini tengah yang menjadi tumpuan permainan memiliki kemampuan cukup merata. Namun, tetap saja tim pelatih yang dipimpin Heri Kiswanto wajib mempertimbangkan laga mana yang menjadi prioritas saat memutuskan untuk merotasi anak asuhnya.

Di ajang Piala Indonesia, Herkis dan timnya akan bekerja sama dengan Danilo Fernando. Selain sebagai scout, Danilo memang diberi wewenang untuk mempersiapkan tim menghadapi ajang ini. Bersama anggota tim pelatih yang lain, Danilo harus memeras keringat agar Laskar Sembada tetap dapat maksimal di ajang Piala Indonesia tanpa harus menanggalkan asa untuk naik kasta ke Liga 1.

Liga 2 musim ini memang padat. Mengeluhkan jadwal merupakan sebuah respon yang wajar. Namun, kerja keras menjadi lebih penting mengingat semua peserta juga merasakan beratnya kompetisi. Oleh karena itu, sebuah kewajiban bagi tim pelatih untuk bersama-sama memutar otak lebih kencang dalam mengatur tim PSS Sleman agar Super Elja dapat terbang tinggi melintasi beratnya kompetisi.

Komentar
Andhika Gilang

Perintis @tapakbola. Dapat dihubungi secara personal melalui akun @AndhikaGila_ng